Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Cum Laude IPK 3,96 dan Kembangkan AI Deteksi Risiko Kebakaran
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia akademik tanah air. Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP), Assoc. Prof. Dr. Yuda Irawan, M.TI., MTA., berhasil menyelesaikan program doktor di Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang dengan predikat Cum Laude. Tak hanya itu, Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Cum Laude IPK 3 96 Kembangkan AI Deteksi Risiko Kebakaran, sebuah riset yang menyentuh langsung persoalan kebencanaan di Indonesia. Ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada konsentrasi Data Science.
Capaian tersebut tidak berhenti pada angka akademik semata. Penelitian doktoralnya mengangkat persoalan yang sangat dekat dengan ancaman bencana di Tanah Air, yakni pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi tingkat risiko kebakaran secara real-time. Yuda mengikuti prosesi wisuda pada Rabu, 14 Oktober 2026, dan menjadikan gelar doktornya sebagai pijakan baru untuk memperkuat kegiatan riset sekaligus mempersiapkan diri menuju jabatan akademik Guru Besar.
Integrasi AI, Ensemble Learning, dan IoT
Dalam disertasinya, Yuda mengembangkan model Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) yang diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Riset ini dirancang untuk mengoptimalkan deteksi dini tingkat risiko kebakaran melalui pengolahan data secara cepat dan terukur. Model tersebut menggabungkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknik pembelajaran mesin berbasis ensemble learning, serta perangkat IoT yang saling melengkapi.
Perpaduan teknologi itu diarahkan untuk menghasilkan sistem pemantauan risiko kebakaran yang mampu mendukung upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Pengujian model dilakukan menggunakan data meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau. Kemampuan model dalam menghadapi variasi data juga diuji menggunakan dataset NASA dan ERA5, dengan cakupan lebih dari 950 ribu data.
Agar hasil riset tidak berhenti pada tahap simulasi, Yuda melakukan validasi data meteorologi bersama BMKG Provinsi Riau. Pengujian perangkat IoT juga dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Rekam Jejak Publikasi Internasional
Penelitian Yuda turut menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus. Di antaranya International Journal of Robotics and Control Systems (IJRCS) yang berada pada kategori Q1 berdasarkan CiteScore Scopus. Karya ilmiahnya juga terbit di Engineering and Applied Science Research (EASR) serta ECTI Transactions on Computer and Information Technology (ECTI-CIT) yang masing-masing terindeks Scopus Q3.
Hasil riset tersebut juga dipresentasikan dalam konferensi internasional di Jakarta dan menghasilkan publikasi pada prosiding IEEE yang terindeks Scopus. Sebelum menjalani wisuda, Yuda telah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Doktor Teknologi Informasi pada 13 Agustus 2026 di hadapan enam penguji. Tahapan itu didahului sidang tertutup pada 18 Juni 2026. Penyelesaian studi doktoralnya turut mendapat dukungan melalui Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Menariknya, capaian Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Cum Laude IPK 3 96 Kembangkan AI Deteksi Risiko Kebakaran ini dinilai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, bukan garis akhir perjalanan akademik. Saat ini, Yuda menduduki jabatan fungsional Lektor Kepala dengan angka kredit 700 dan tengah mempersiapkan pengembangan karier akademik menuju Guru Besar. Sejumlah artikel dari pengembangan riset lanjutannya juga sedang menjalani proses peer review pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 yang diterbitkan Springer.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan doktor dengan predikat Cum Laude, IPK 3,96, sekaligus memperoleh penghargaan sebagai lulusan terbaik pada konsentrasi Data Science. Capaian ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan menjadi motivasi untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, memiliki kebaruan ilmiah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Perluasan Riset untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Ke depan, Yuda mengarahkan penelitiannya pada pendekatan Hybrid Multimodal Artificial Intelligence. Pendekatan ini mengintegrasikan HSEL, Industrial Internet of Things (IIoT), dan teknologi computer vision. Pengembangan tersebut diharapkan memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam sistem prediksi dan mitigasi bencana hidrometeorologi, dengan cakupan meliputi kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, hingga kekeringan.
“Target berikutnya adalah mempersiapkan diri menuju jabatan akademik Guru Besar. Namun, yang lebih penting bukan hanya pencapaian jabatan akademik, melainkan bagaimana penelitian yang dihasilkan dapat terus berkembang, diakui secara internasional, dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Di luar kegiatan riset dan pengajaran, Yuda dipercaya menjadi Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen LLDIKTI Wilayah XVII serta Asesor Beban Kerja Dosen (BKD) Nasional. Kedua peran tersebut turut mendukung upaya peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan tinggi di lingkungannya.
Dosen Ilmu Komunikasi UHTP, Rudi Rahman, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian sahabatnya tersebut. “Sebagai sahabat, saya ikut bangga atas pencapaian Pak Yuda. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya kita sesama insan akademik, untuk terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat melalui ilmu. Selamat, Pak Yuda!” ujarnya.
Dengan torehan Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Cum Laude IPK 3 96 Kembangkan AI Deteksi Risiko Kebakaran, publikasi internasional, dan inovasi teknologi yang dihasilkan, kiprah Yuda diharapkan tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi riset, dan pemanfaatan teknologi tepat guna dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.
