Drama 122 Menit! UD Almería Nyaris Tersingkir, Selamat di Detik Terakhir Lewat Penalti Arribas
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Perjalanan UD Almería di ajang Copa del Rey musim ini dimulai dengan cara yang jauh dari kata mulus. Bertandang ke markas UD Castellonense dalam laga leg pertama babak pertama, tim berjuluk Rojiblancos itu harus berjuang keras hingga menit ke-122 sebelum akhirnya memastikan kemenangan dramatis 2-1. Kemenangan ini terasa seperti sebuah keajaiban, mengingat UD Almería sempat tertinggal lebih dulu di masa perpanjangan waktu dan nyaris dipaksa bermain dalam adu penalti.
Pertandingan yang digelar di Stadion Eladio Pla Ramírez ini berlangsung sengit sejak menit awal. Ribuan penonton yang memadati stadion menyaksikan bagaimana tuan rumah tampil penuh keberanian, menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Bahkan pada menit ketujuh, kiper debutan UD Almería, Áron Yaakobishvili, sudah harus bekerja keras menepis tembakan Diego de Pedre. Tekanan demi tekanan dari Castellonense membuat lini belakang Almería kewalahan di paruh pertama.
Pelatih Xavier García Pimienta memilih merotasi skuadnya dengan memainkan pemain-pemain yang biasanya hanya mendapat menit bermain terbatas. Laga ini sekaligus menjadi panggung debut bagi Yaakobishvili, kiper muda pinjaman dari FC Barcelona yang selama ini selalu tersisih oleh Andrés Fernández di kompetisi liga, serta bek tengah Andrej Popovic yang berusia 20 tahun. Selain itu, laga ini juga menandai kembalinya gelandang Portugal Gui Guedes setelah absen dua bulan sepuluh hari akibat cedera meniskus yang memaksanya menjalani operasi pada Agustus lalu.
Meski menguasai bola lebih banyak, UD Almería kesulitan menciptakan peluang bersih. Leo Baptistao sempat meminta penalti pada menit ke-16 karena bola mengenai tangan Sergi García, namun wasit Lax Franco mengabaikannya. Peluang terbaik Almería baru datang pada menit ke-68 lewat tembakan Baptistao yang bisa dihalau kiper Company, disusul sebuah lob yang membentur tiang gawang. Di sisi lain, Castellonense terus mengancam, dan Popovic bahkan harus menyelamatkan gawang dari kemasukan pada menit ke-83 dengan penyapuan di garis gawang.
Petaka nyaris datang ketika Agustín Murillo mencetak gol lewat sundulan kepala pada menit ke-92, memanfaatkan skema bola mati. Tuan rumah unggul 1-0 dan mimpi buruk tersingkir di depan mata. Namun, semangat juang UD Almería tak pernah padam. Pada menit ke-111, Thalys menyamakan kedudukan melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Álex Sola. Skor 1-1 bertahan hingga menit-menit akhir perpanjangan waktu.
Ketika adu penalti tampak tak terhindarkan, drama sesungguhnya baru dimulai. Álex Sola kembali menjadi aktor utama dengan memprovokasi pelanggaran di kotak penalti yang berujung pada hadiah titik putih. Sergio Arribas, yang masuk sebagai pemain pengganti, dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit ke-122, memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengirim UD Almería ke babak berikutnya. Kartu merah langsung untuk Dídac Castellá dari kubu tuan rumah pada menit yang sama melengkapi malam penuh drama tersebut.
Kemenangan dramatis ini menjadi modal berharga bagi UD Almería sebelum menghadapi jadwal padat. Di ajang Liga Hypermotion, tim asal Andalusia ini tengah bersaing di papan atas klasemen dan dijadwalkan bertandang ke markas AD Ceuta pada Senin, 23 November pukul 20.15 waktu setempat di Stadion Alfonso Murube. Selain itu, tajuk utama lini depan mereka, Miguel de la Fuente, kini memimpin daftar top skor sementara dengan torehan tujuh gol, menyamai capaian Enric Gallego dari CD Tenerife, setelah mencetak gol dalam lima laga beruntun.
Secara keseluruhan, malam di Eladio Pla Ramírez menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan tidak berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan. Bagi para penggemar, kemenangan ini bukan sekadar soal lolos ke babak selanjutnya, melainkan bukti mentalitas pantang menyerah yang menjadi identitas UD Almería. Dengan rotasi pemain yang berhasil, debut impresif para pemain muda, serta ketajaman para pengganti, skuad asuhan García Pimienta menunjukkan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad yang layak diperhitungkan di dua kompetisi sekaligus.
