Drama 7 Gol di Vélodrome: Marseille Hampir Kehilangan Kemenangan Usai Unggul 4-0 atas Le Havre
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Pertandingan marseille vs le havre pada pekan kedelapan Ligue 1 2026-2027 menyajikan drama yang nyaris mustahil dilupakan. Olympique de Marseille sempat memimpin empat gol tanpa balas, namun Le Havre bangkit luar biasa di menit-menit akhir dan memaksa laga berakhir dengan skor menegangkan 4-3 di Stade Vélodrome, Minggu (25/10/2026). Kemenangan ini menjadi sukses ketiga beruntun Marseille di liga sekaligus mengangkat mereka ke posisi kedelapan dengan 12 poin.
Laga marseille vs le havre sebenarnya berjalan seperti mimpi bagi tuan rumah. Baru lima menit pertandingan berjalan, CJ Egan-Riley membuka keunggulan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Emerson Palmieri dari sepak pojok yang tidak sempurna dibuang pertahanan Le Havre. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Egan-Riley di Ligue 1 dan langsung membangkitkan atmosfer Vélodrome, meski tribun Virage Nord sedang ditutup akibat sanksi administratif.
Marseille terus menguasai jalannya pertandingan. Himad Abdelli dan Pierre-Emile Højbjerg beberapa kali mengancam, sementara Le Havre sesekali mengandalkan serangan balik melalui Djibril Ouziad dan Rayan Fofana yang sempat merepotkan kiper Jeffrey de Lange. Namun, keunggulan Marseille akhirnya berlipat pada menit ke-33 lewat aksi individu Timothy Weah. Menerima bola dari Igor Paixão, kapten Marseille itu menusuk ke kotak penalti, melewati tiga pemain lawan, dan melepaskan tembakan kaki luar yang tidak mampu dihalau Gauthier Gallon. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua dibuka dengan gebrakan Marseille. Pada menit ke-50, aksi teknik Abdelli di sisi kanan berujung pada umpan matang kepada Gouiri yang kemudian menyodorkan bola kepada Paixão untuk mencetak gol ketiga. Lima menit berselang, giliran Abdelli yang mencatat namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntahan hasil umpan silang Gouiri. Gol itu menjadi yang ketiga bagi Abdelli dalam tiga pertandingan terakhir dan membuat Vélodrome seolah berpesta. Skor 4-0 sepertinya sudah mengunci kemenangan Marseille dalam duel marseille vs le havre kali ini.
Namun, sepak bola memang tak pernah selesai sampai peluit panjang berbunyi. Marseille tiba-tiba kehilangan kendali permainan. Pada menit ke-77, Weah menjatuhkan Fofana di kotak terlarang dan Josh Maja yang baru masuk dari bangku cadangan mengeksekusi penalti dengan tenang, memperkecil kedudukan menjadi 4-1. Sembilan menit kemudian, Mouhamed N’Diaye memanfaatkan bola muntahan dari De Lange untuk membuat skor menjadi 4-2. Puncaknya, pada menit ke-89, Maja kembali mencatatkan namanya lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas Sota Nakamura, mengubah skor menjadi 4-3 dan membungkam sebagian besar penonton di Vélodrome.
Le Havre bahkan sempat menuntut penalti di masa tambahan waktu setelah bola mengenai lengan bek Marseille, Nnadi. Wasit Clément Turpin sempat dipanggil VAR, tetapi memutuskan tidak memberikan penalti karena bola terlebih dahulu mengenai ketiak pemain tersebut. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 4-3 untuk kemenangan Marseille tetap bertahan.
Kemenangan ini membawa Marseille naik ke peringkat kedelapan dengan koleksi 12 poin, hanya terpaut tiga angka dari zona podium. Pasukan asuhan pelatih ini akan menjamu Toulouse pada pekan berikutnya. Sementara itu, kekalahan keempat beruntun membuat Le Havre masih terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin dari delapan pertandingan, tanpa satu pun kemenangan musim ini.
Krisis yang melanda Le Havre pun memunculkan spekulasi mengenai masa depan pelatih Didier Digard, meski kontraknya baru berakhir pada Juni 2027. Sejumlah nama pelatih Prancis yang saat ini tanpa klub dikabarkan masuk dalam radar, termasuk Christophe Pélissier yang dikenal piawai menyelamatkan tim dari degradasi, Philippe Montanier yang berpengalaman di banyak klub Ligue 1, Wilfried Nancy yang sukses di MLS bersama Columbus Crew, serta Olivier Dall’Oglio yang memiliki rekam jejak tiga kali mempertahankan tim di kasta tertinggi. Nama Antoine Kombouaré juga disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Bagi Le Havre, jadwal berat menanti. Mereka akan menjamu Paris Saint-Germain di kandang sendiri pada Jumat (30/10/2026) mendatang. Duel marseille vs le havre kali ini menjadi pengingat keras bahwa konsistensi selama 90 menit adalah harga mati di kompetisi seketat Ligue 1.
Secara keseluruhan, pertandingan marseille vs le havre menawarkan pelajaran berharga bagi kedua tim. Marseille membuktikan kualitas serangannya yang tajam, tetapi sekaligus memperlihatkan kerapuhan mental saat keunggulan besar justru membuat mereka lengah. Di sisi lain, Le Havre menunjukkan semangat juang yang pantang menyerah, meski pada akhirnya tetap pulang tanpa poin. Jika Marseille ingin tetap bersaing di papan atas, mereka wajib menjaga fokus hingga peluit akhir. Sementara Le Havre harus segera menemukan solusi, baik dari segi taktik maupun mental, jika tidak ingin semakin dalam terbenam di zona degradasi.
