Drama di Munchen: Kimmich Kembali dengan Air Mata, Bayern Ditahan Dortmund 2-2 dalam Laga Penuh Emosi
Inforiau – 01 November 2026 | Suasana di Munich, Jerman, akhir pekan ini benar-benar menyajikan dua drama besar dalam dunia olahraga. Di Allianz Arena, munchen menjadi saksi bisu pertemuan emosional antara Joshua Kimmich dan rekan-rekannya usai laga berat melawan Borussia Dortmund, sekaligus ajang pembuktian bagi para petarung MMA di Oktagon 96 yang digelar di kota yang sama. Dua peristiwa berbeda, namun sama-sama menyita perhatian publik olahraga Jerman.
Kimmich Berduka, Bayern Gagal Menang
Laga bertajuk Der Klassiker antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund berakhir dengan skor 2-2. Namun, hasil imbang tersebut seolah tenggelam oleh kisah haru yang menyelimuti kapten Bayern, Joshua Kimmich. Kembali ke lapangan setelah absen dalam tiga pertandingan akibat kepergian sang ayah, Berthold Kimmich, yang meninggal pada usia 57 tahun, Kimmich tampil dengan beban emosional yang berat.
“Pekan terakhir sangat berat bagi keluarga saya, juga bagi saya. Ayah saya selalu mendampingi saya. Dia selalu ada di sisi saya, mendukung saya, dan percaya pada saya di saat saya sendiri tidak percaya,” ujar Kimmich dengan mata berkaca-kaca di Allianz Arena, seperti dikutip dari laporan wartawan di munchen.
Kimmich mengaku bahwa bermain sepak bola membantunya melewati masa sulit. “Sangat penting untuk kembali, mencoba masuk ke rutinitas normal. Meskipun kadang kita berharap dunia bisa berhenti sejenak. Tapi dunia terus berputar, dan untungnya begitu,” tambahnya. Dukungan dari klub, federasi, dan rekan-rekan setim pun mengalir deras, termasuk pelukan hangat dari rekan di tim nasional, Nico Schlotterbeck, usai pertandingan.
Dortmund Curi Poin di Munchen
Di sisi lain, Borussia Dortmund tampil mengejutkan dengan formasi empat bek yang jarang mereka gunakan. Pelatih Niko Kovac mengungkapkan bahwa perubahan taktik tersebut berhasil mengejutkan Bayern di babak pertama. “Kami menekan Bayern lebih tinggi dengan empat bek. Itu membuat kami unggul jumlah pemain di lini tengah. Kami melakukannya dengan sangat baik di babak pertama,” kata Kovac dalam konferensi pers.
Direktur Olahraga Dortmund, Lars Ricken, menambahkan bahwa timnya pantas mendapatkan poin di munchen. “Saya sangat menyukai permainan ini. Tapi Anda juga butuh keberuntungan saat melawan Bayern, dan kiper yang bagus. Kami tidak menyerah dan terus bangkit,” ujarnya. Kiper Gregor Kobel tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, sementara Nico Schlotterbeck menegaskan bahwa timnya tidak perlu merasa rendah diri. “Kami adalah tim yang sangat baik dan tidak perlu bersembunyi. Ini hanya satu poin, tapi setidaknya lebih baik dari tahun lalu,” kata Schlotterbeck.
Felix Nmecha dan Fabio Silva juga menyuarakan hal senada. Mereka menilai hasil imbang ini sebagai modal berharga untuk menghadapi sisa musim. “Kami memberikan segalanya, dan pada akhirnya ini terasa seperti kemenangan karena kami mendapatkan satu poin, bukan kehilangan dua,” ujar Nmecha.
Oktagon 96: Brajshori dan Deiga-Scheck Bersinar
Masih di kota yang sama, ajang tarung campuran Oktagon 96 yang digelar pada malam Halloween juga menyajikan cerita tersendiri. Lokal matador asal Rosenheim, Endrit Brajshori, berhasil menghentikan Christian Mach yang berjuluk “The Walking Dead” melalui technical knockout di ronde pertama. Pertarungan sengit itu menjadi salah satu momen paling menarik di munchen akhir pekan ini.
Selain itu, petarung senior Michael Deiga-Scheck yang berusia 40 tahun sukses mencuri perhatian setelah comeback di kelas bantam. Meski sempat kehabisan tenaga di ronde ketiga, ia mampu mengatasi perlawanan Lukáš Chotěnovský dan meraih kemenangan angka. Sementara itu, duel perebutan gelar kelas welter antara Jessin Ayari dan Amiran Gogoladze berakhir dengan kemenangan Gogoladze melalui keputusan angka, setelah pertarungan berlangsung sengit selama tiga ronde.
Kesimpulan
Akhir pekan di munchen benar-benar menyajikan spektrum emosi yang luas: dari duka mendalam Joshua Kimmich yang kembali bertanding, taktik cerdik Dortmund yang mencuri poin di kandang Bayern, hingga aksi heroik para petarung MMA di Oktagon 96. Semua mata tertuju ke Munich, kota yang selalu punya cerita untuk dunia olahraga.
