Inforiau – 09 November 2026 | Pertandingan Koln vs Leverkusen di perempat final DFB Pokal 2024/2025 berlangsung penuh drama di BayArena, Kamis (6/2/2025) dini hari WIB. Bayer Leverkusen sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya menang 3-2 melalui perpanjangan waktu dan memastikan tempat di semifinal.
Sebelum laga, Leverkusen datang dengan modal kuat. Mereka menyingkirkan Bayern Munchen 1-0 lewat gol Nathan Tella pada babak sebelumnya. Koln yang saat itu bermain di divisi dua tetap diwaspadai, terlebih dalam catatan koln vs leverkusen, Koln pernah merepotkan sang tuan rumah. Meski demikian, Leverkusen unggul kualitas dan mendominasi pertemuan terakhir, termasuk kemenangan 3-0 serta 2-0 pada musim sebelumnya.
Duel koln vs leverkusen sempat tertunda sekitar 10 menit karena asap pyro dari suporter tamu memenuhi lapangan. Setelah pertandingan dilanjutkan, Koln mengejutkan tuan rumah. Damion Downs mencetak gol pada masa injury time babak pertama melalui serangan balik cepat. Di babak kedua, Linton Maina menggandakan keunggulan Koln menjadi 2-0 pada menit ke-54 setelah melewati Nordi Mukiele dan melepaskan tembakan keras.
Leverkusen tidak menyerah. Patrik Schick memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61 lewat assist Florian Wirtz. Gol tersebut menjaga asa tuan rumah, dan pada detik-detik akhir laga Schick kembali mencetak gol untuk menyamakan skor menjadi 2-2. Pertandingan pun berlanjut ke perpanjangan waktu.
Pada babak pertama tambahan waktu, Victor Boniface menjadi penentu. Golnya pada menit ke-98 membawa Leverkusen berbalik unggul 3-2. Tidak ada gol tambahan di babak kedua perpanjangan waktu, sehingga koln vs leverkusen berakhir dengan kemenangan dramatis bagi Die Werkself.
Hasil ini menunjukkan mentalitas juara Leverkusen. Meski sempat terpuruk, pasukan Xabi Alonso mampu bangkit dan menjaga peluang meraih gelar DFB Pokal. Bagi Koln, penampilan mereka tetap layak diapresiasi karena hampir menciptakan kejutan besar. Kemenangan ini juga menegaskan bahwa dalam sepak bola, pertandingan baru benar-benar selesai setelah wasit meniup peluit panjang.
Editor: Alwira Fanzary
