Drama Lima Kartu Merah dan Revans Benfica: Jhon Durán Desak Bebas Hukuman Usai Santa Clara vs Benfica Memanas
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Laga santa clara vs benfica pada pekan kesembilan Liga Portugal Betclic berakhir dengan drama luar biasa. Benfica berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 atas Santa Clara di Estádio de São Miguel, Ponta Delgada, Senin malam waktu setempat. Namun, kemenangan tersebut ternoda oleh insiden keributan setelah peluit panjang yang berujung pada lima kartu merah.
Pertandingan santa clara vs benfica sebenarnya berjalan sengit sejak awal. Tuan rumah Santa Clara tampil mengejutkan dengan mencetak gol lebih dulu pada menit ke-32 melalui eksekusi penalti Luís Fernando. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, membuat publik Açores bersorak penuh harapan.
Namun, Benfica yang dilatih Marco Silva bangkit di babak kedua. Vangelis Pavlidis menyamakan kedudukan pada menit ke-62 setelah memanfaatkan umpan matang Gianluca Prestianni. Enam menit kemudian, Prestianni sendiri yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-68. Dua gol dalam rentang enam menit itu membalikkan keadaan dan memastikan tiga poin bagi tim tamu.
Kemenangan ini membuat Benfica mengoleksi 22 poin, tetap di posisi kedua, terpaut lima poin dari pemuncak klasemen FC Porto yang mengumpulkan 27 poin. Sementara itu, Santa Clara harus menelan kekalahan pertama mereka di liga dan tertahan di peringkat keempat dengan 18 poin, sama dengan Sporting di posisi ketiga.
Insiden keributan pecah tepat setelah pertandingan santa clara vs benfica usai. Jhon Durán, penyerang Benfica asal Kolombia berusia 22 tahun, terlibat perselisihan dengan Luís Fernando. Keributan itu dengan cepat meluas hingga melibatkan pemain dari kedua tim, ofisial, dan staf bangku cadangan. Wasit Cláudio Pereira pun mengeluarkan lima kartu merah: untuk Durán dan Luís Fernando, serta Gonçalo Santos (asisten pelatih Benfica), Mário Branco (direktur sepak bola Benfica), dan Tiago Pinto (analis Santa Clara).
Pihak Benfica melalui sumber klub menyatakan akan mengajukan permohonan despenalisasi kepada Komisi Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). “Benfica akan menuntut Komisi Disiplin untuk membebaskan Durán dari hukuman. Gambarnya jelas: pemain tidak melakukan tindakan apa pun yang membenarkan kartu merah,” ujar sumber tersebut kepada agensi Lusa.
Pelatih Santa Clara, Petit, mengaku kecewa dengan hasil akhir. Ia menilai timnya tampil superior di babak pertama dan menciptakan beberapa peluang emas. “Kami bermain intens dan agresif, tidak membiarkan Benfica mengembangkan permainan. Di babak kedua, Benfica bereaksi dan dalam empat menit kami kebobolan dua gol. Itu detail yang mahal,” kata Petit.
Petit juga menyoroti proses gol Benfica. Menurutnya, Prestianni berhasil lepas dari penjagaan Pedro Ferreira dan Manu yang sudah mengantongi kartu kuning tidak berani melakukan pelanggaran. “Hasil ini tidak adil bagi kami, tetapi saya bangga dengan semangat para pemain muda,” tambahnya.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Liga Portugal semakin memanas. Benfica terus membayangi FC Porto, sementara Santa Clara membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan. Insiden kartu merah dan permohonan despenalisasi Durán akan menjadi sorotan dalam beberapa hari ke depan. Laga santa clara vs benfica kali ini tidak hanya menyajikan sepak bola berkualitas, tetapi juga drama yang akan dikenang lama.
Editor: Abuzar Samad
