Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, Hilirisasi Melesat
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto, sejumlah indikator ekonomi dan sosial menunjukkan pergerakan yang signifikan. Berbagai kalangan menilai periode ini menandai pergeseran orientasi pemerintah dari sekadar perencanaan menuju penerjemahan keberpihakan ke dalam prioritas anggaran, pelayanan masyarakat, dan penggunaan kewenangan negara.
Direktur Eksekutif GREAT Institute, Sudarto, menilai tahun pertama pemerintahan Prabowo menandai perubahan orientasi, sementara tahun kedua memperlihatkan bagaimana keberpihakan pemerintah diwujudkan secara nyata. Menurutnya, transformasi tersebut memiliki makna ekonomi sekaligus politik karena negara mengambil tanggung jawab lebih besar untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi pada kelompok terbatas dan memperluas akses rakyat terhadap kebutuhan dasar serta sumber daya ekonomi.
“Yang kami apresiasi dari Presiden Prabowo adalah keberanian politiknya menggunakan kewenangan negara untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi dan memperluas kesejahteraan rakyat,” kata Sudarto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Berkurang
Data yang dihimpun menunjukkan pada era pemerintahan Prabowo, ekonomi tumbuh 5,11 persen pada 2025. Pertumbuhan pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, tertinggi untuk triwulan I sejak 2012 berdasarkan perbandingan seri Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada saat yang sama, persentase penduduk miskin turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Jumlahnya berkurang sekitar 1,13 juta orang, dari 24,06 juta menjadi 22,93 juta jiwa. Kombinasi penguatan ekonomi dan berkurangnya jumlah penduduk miskin dinilai memberi dasar yang semakin nyata bagi agenda kesejahteraan.
| Indikator | Periode | Angka |
|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 2025 | 5,11 persen |
| Pertumbuhan ekonomi | Triwulan I 2026 | 5,61 persen |
| Penduduk miskin | September 2024 | 8,57 persen (24,06 juta) |
| Penduduk miskin | Maret 2026 | 8,07 persen (22,93 juta) |
Hilirisasi dan Investasi Melesat
Di sisi lain, program hilirisasi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo menunjukkan peningkatan signifikan. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan realisasi investasi Indonesia sepanjang semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
“Memang investasi di semester pertama 2026 ini, alhamdulillah mencapai realisasi investasi Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta orang,” kata Rosan saat Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Ia juga melaporkan terjadi perubahan komposisi investasi. Kontribusi investasi hilirisasi yang sebelumnya berada di kisaran 25 persen kini telah mencapai sekitar 30 persen dari total realisasi investasi nasional.
Dorongan Kabinet Profesional
Partai Hanura turut mengingatkan pentingnya visi besar pemerintahan Prabowo diikuti kerja optimal dari para pembantunya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih disebut sebagai ide besar yang perlu dieksekusi secara serius.
“MBG berusaha untuk tidak boleh ada lagi anak kita, anak bangsa ini yang miskin tidak bisa makan. Kemudian, Koperasi Merah Putih untuk mengantisipasi pengkulak yang ada di daerah-daerah yang petaninya sulit berkembang. Itu adalah ide-ide besar yang dimiliki oleh Prabowo,” kata Rio kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Ia mendorong menteri-menteri yang tidak menunjukkan kinerja baik diganti dengan sosok yang lebih kompeten. “Prabowo harus tegas, jangan lagi merekrut anggota kabinet sekadar balas budi sebagai bagian dari tim pendukung atau tim sukses,” ujarnya. Menurutnya, warna kabinet harus mulai diubah menjadi wajah kabinet profesional agar ide-ide besar presiden dapat diwujudkan.
Anak Muda dan Ekonomi Kreatif
Di tingkat akar rumput, generasi muda turut merefleksikan dua tahun pemerintahan Prabowo. Wadah pemuda PARAMUDAMUDI menggelar diskusi publik bertajuk “Anak Muda Punya Karya, Punya Cuan” di SEA Space Coffee, kawasan Sempur, Kota Bogor, Jumat (23/10/2026). Diskusi ini membahas peluang ekonomi kreatif sekaligus mengaitkannya dengan agenda Asta Cita.
Koordinator PARAMUDAMUDI, Emir Zabidi, mengatakan anak muda di Kota Bogor memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi. “Kami ingin menyuarakan dan membuktikan bahwa anak muda itu penuh kreativitas dan punya karya yang nyata,” katanya. Ia berharap semakin banyak anak muda berani mengembangkan gagasan kreatif menjadi produk atau jasa bernilai ekonomi.
Penguatan Sumber Daya Publik
Selain pertumbuhan ekonomi, penindakan kasus korupsi dan pemulihan sumber daya publik memperoleh hasil keuangan yang terukur. KPK melaporkan pemulihan aset sebesar Rp1,531 triliun pada 2025, lebih dari dua kali nilai pada 2024. Pengembalian aset tersebut dinilai menunjukkan hasil penegakan hukum yang memperkuat sumber daya publik.
Secara keseluruhan, dua tahun pemerintahan Prabowo memperlihatkan perpaduan antara pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, percepatan hilirisasi, dan penguatan sumber daya publik. Tantangan ke depan terletak pada konsistensi eksekusi, terutama memastikan visi besar presiden dijalankan oleh kabinet yang profesional dan berkinerja. Dengan begitu, keberpihakan yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dapat benar-benar dirasakan masyarakat luas secara berkelanjutan.
