Inforiau – 01 November 2026 | Kemenangan telak seoul fc atas tuan rumah The Cong-Viettel dengan skor 5-0 pada matchday ketiga Grup E AFC Champions League Two 2026-2027 menjadi salah satu sorotan terbesar dalam pekan sepak bola Asia. Bagi seoul fc, hasil ini bukan sekadar tiga poin, melainkan momentum kebangkitan setelah sebelumnya tampil tumpul di dua laga awal fase grup.
Sebelum pesta gol di Vietnam, seoul fc harus menelan dua kekalahan beruntun. Mereka takluk 0-1 saat menjamu Persib Bandung, kemudian menyerah 0-3 ketika bertandang ke markas Melbourne Victory. Dua kekalahan itu membuat langkah seoul fc di kompetisi Asia sempat diragukan. Namun, duel melawan The Cong-Viettel pada Selasa, 28 Oktober 2026 malam WIB, membuktikan bahwa klub raksasa K League 1 tersebut belum bisa dicoret dari persaingan.
Menariknya, kemenangan besar itu lahir dari lima pencetak gol yang berbeda, dengan Moon Seon-min dan kawan-kawan tampil sangat agresif. Media Korea Selatan, OSEN, bahkan menyoroti sejumlah fakta unik di balik duel tersebut. Salah satunya adalah ketidakmampuan Viettel memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di paruh kedua. Pemain seoul fc, Yazan Al-Arab, diusir keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua pada menit ke-66. Meski unggul jumlah pemain selama lebih dari 20 menit sisa laga, Viettel tetap gagal mencetak gol penghibur.
Rapuhnya barisan pertahanan Viettel sudah terlihat sejak babak pertama. Mereka harus memungut bola dari gawangnya sebanyak empat kali hanya dalam rentang waktu 34 menit. Lini belakang Viettel terbukti kewalahan meredam umpan-umpan terobosan serta pergerakan cepat para penyerang seoul fc.
Modal Juara Liga untuk Menatap Sisa Laga Grup E
Kemenangan atas The Cong-Viettel menunjukkan seoul fc datang dengan modal besar. Klub tersebut baru saja memastikan diri sebagai juara K League 1 2026. Gelar juara resmi dikunci pada Sabtu, 24 Oktober 2026, setelah bermain imbang 1-1 melawan Gangwon FC pada pekan ke-33. Koleksi 67 poin dari 33 pertandingan membuat mereka unggul 16 poin atas pesaing terdekat, Ulsan HD, dengan lima laga tersisa.
Status juara liga yang sudah diamankan memberi seoul fc ruang untuk mengalihkan perhatian ke kompetisi Asia. Di bawah arahan pelatih Gi Dong Kim, tim ini diperkirakan bakal berjuang maksimal dalam tiga pertandingan tersisa. Targetnya jelas, mengejar poin sebanyak mungkin demi membuka jalan menuju fase gugur.
Situasi ini menjadi alarm bagi Persib Bandung. Meski masih memimpin klasemen Grup E dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, Maung Bandung tidak bisa menganggap persaingan telah selesai. Melbourne Victory menempati peringkat kedua dengan empat poin, disusul seoul fc dengan tiga poin, sedangkan The Cong-Viettel berada di posisi terbawah dengan satu poin. Setiap tim masih memiliki tiga pertandingan untuk dimainkan, sehingga persaingan tiket ke babak gugur masih sangat terbuka.
Dampak bagi Thể Công Viettel dan Tekanan pada Pelatih Popov
Di kubu seberang, kekalahan 0-5 dari seoul fc bukan sekadar kekalahan biasa. Hasil itu memicu apa yang disebut media Vietnam sebagai “báo động đỏ” atau alarm merah bagi Thể Công Viettel. Kekalahan tersebut tidak hanya membuat mereka terancam selesai lebih awal di AFC Champions League Two, tetapi juga membeberkan masalah mendalam dalam permainan tim berjuluk tim berseragam tentara itu.
Pelatih Velizar Popov menghadapi tekanan yang semakin besar. Thể Công Viettel tercatat tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan, termasuk lima kekalahan terakhir, dan kebobolan 14 gol dalam rentang tersebut. Setelah laga, pelatih asal Bulgaria itu mengakui adanya jarak kualitas antara sepak bola Vietnam dan Korea Selatan, bahkan menyinggung kekalahan 0-6 timnas Vietnam dari Korea Selatan sebagai ilustrasi kesenjangan tersebut.
Namun, selisih kelas tidak bisa menjelaskan seluruh buruknya performa Thể Công Viettel. Tim tuan rumah runtuh di babak pertama ketika lini pertahanan terus dieksploitasi di kedua sisi sayap, lini tengah kalah dalam duel, dan lini depan nyaris tidak berdaya. Kesalahan demi kesalahan menunjukkan persoalan bukan hanya pada kualitas individu, melainkan juga pada cara tim diorganisasi dan dioperasikan secara taktis.
Tekanan pada Popov kian berat karena performa di V.League juga menurun. Sebagai runner-up musim lalu, Thể Công Viettel diharapkan tampil dominan pada musim 2026-2027. Kenyataannya, mereka justru kehilangan konsistensi. Sebelum menjamu seoul fc, tim ini melalui beberapa laga tanpa kemenangan, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Bắc Ninh meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain di akhir laga. Laga tandang ke markas Nam Định pada 31 Oktober menjadi ujian penting berikutnya.
Jadwal Berikutnya dan Sorotan Suporter
Bagi para penggemar, perhatian berikutnya tertuju pada pertemuan antara seoul fc dan Incheon United yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di Seoul World Cup Stadium. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi seoul fc untuk menunjukkan konsistensi setelah performa impresif di kompetisi Asia. Penggemar dapat memantau susunan pemain, kemungkinan starting XI, pemain pengganti, pelatih, serta posisi kedua tim di klasemen melalui halaman skor langsung.
Statistik pertandingan seperti tembakan akurat dan tidak akurat, gol, pelanggaran, tendangan sudut, offside, kartu kuning dan merah, serta penyelamatan kiper juga dapat diikuti secara real-time. Dengan status juara domestik dan kebangkitan di kompetisi Asia, seoul fc kini menjadi salah satu tim yang paling menarik untuk diikuti.
Secara keseluruhan, kemenangan 5-0 atas The Cong-Viettel menjadi titik balik penting bagi seoul fc. Tim asuhan Gi Dong Kim membuktikan bahwa gelar juara K League 1 bukanlah kebetulan, sekaligus mengirim pesan tegas kepada Persib Bandung dan Melbourne Victory bahwa persaingan di Grup E belum selesai. Sebaliknya, bagi Thể Công Viettel, hasil ini menjadi cermin keras bahwa perbaikan menyeluruh, baik dari sisi taktik, mentalitas, maupun kualitas pemain, harus segera dilakukan jika ingin tetap bersaing di level Asia.
