Fenerbahce Terpeleset! Keunggulan Dua Gol Pupus di Menit 90, Mimpi Buruk di Kandang Sendiri
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Ambisi fenerbahce untuk bangkit setelah kekalahan telak 6-0 dari Aston Villa pekan lalu harus berakhir dengan kekecewaan pahit. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Istanbul, Fenerbahce gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas berbagi angka 2-2 melawan Slavia Prague dalam laga lanjutan fase liga Liga Champions, Selasa malam. Hasil ini menjadi pukulan telak menjelang derbi Turki melawan Galatasaray pekan depan.
Pertandingan dimulai dengan cara yang nyaris sempurna bagi tuan rumah. Baru empat menit berjalan, Oguz Aydin melepaskan sepakan kaki kiri melengkung dari sisi kanan yang tak mampu dijangkau kiper lawan, membawa Fenerbahce unggul 1-0. Tujuh menit berselang, kerja sama apik yang diawali umpan matang Nelson Semedo berujung pada sepakan keras Mason Greenwood dari jarak dekat. Skor berubah menjadi 2-0 dan stadion bergemuruh.
Namun, bencana kecil mulai menghampiri tuan rumah. Bek tangguh Nathan Ake harus ditarik keluar sekitar menit ke-20 karena cedera lutut. Slavia Prague yang sempat terpuruk justru bangkit lewat hadiah dari tuan rumah. Mattéo Guendouzi melakukan kesalahan umpan fatal di dalam kotak penalti sendiri, dan Lukas Provod dengan mudah menyontek bola untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-15.
Memasuki babak kedua, Fenerbahce berusaha menutup pertandingan. Guendouzi, Aydin, dan Vedat Muriqi sempat mengancam gawang lawan, sementara Dorgeles Nene menyia-nyiakan peluang emas pada menit ke-64. Di sisi lain, Slavia Prague semakin berani menekan. Wiktor Nowak hampir menyamakan kedudukan sebelum dihentikan lini pertahanan Turki, dan Romelu Lukaku masuk menggantikan Muriqi untuk menambah daya gedor.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit terakhir. Emmanuel Ayaosi, pemain muda Nigeria berusia 21 tahun yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan, melakukan terobosan impresif di sayap kanan. Umpan silang terukurnya disambut Pavel Kacor dari jarak dekat, dan bola pun bersarang ke gawang Ederson. Skor 2-2 memaksa fenerbahce menelan pil pahit di depan pendukungnya sendiri.
Kekecewaan ini menambah catatan buruk fenerbahce di kompetisi Eropa musim ini. Tim asuhan pelatih ini sebenarnya tampil dominan di babak pertama, tetapi inkonsistensi di lini belakang dan kegagalan memanfaatkan peluang menjadi penyebab utama hilangnya tiga poin. Kekalahan dari Aston Villa yang lalu seakan belum sepenuhnya terobati, dan hasil imbang ini memperlihatkan kerentanan mental skuad saat menghadapi tekanan di menit-menit akhir.
Bagi Slavia Prague, hasil ini adalah bukti karakter tim yang pantas diperhitungkan. Meski sempat tertinggal dua gol, mereka tak pernah menyerah dan terus mencari celah hingga peluit akhir. Kontribusi Ayaosi menjadi sorotan tersendiri, mengingat usianya yang masih muda namun mampu tampil tenang dalam situasi krusial.
Sementara itu, di cabang olahraga lain, tim basket fenerbahce juga menghadapi tantangan berat. Olympiacos, lawan mereka di EuroLeague pekan ini, dipastikan tampil pincang. Tyler Dorsey masih menjalani latihan individu dan masa depannya di klub belum jelas, Evan Fournier absen sekitar 20 hari karena masalah bahu dan lutut, serta Jean Montero diragukan tampil akibat cedera pergelangan kaki dan lutut. Kondisi ini bisa menjadi angin segar bagi Fenerbahce di pentas basket.
Kembali ke lapangan hijau, hasil imbang ini menjadi peringatan serius bagi fenerbahce sebelum menghadapi Galatasaray dalam derbi Turki yang selalu panas. Pelatih dituntut segera memperbaiki konsentrasi pemain, terutama dalam menjaga keunggulan hingga peluit akhir. Jika masalah yang sama terulang, bukan tidak mungkin rival abadi mereka akan memanfaatkannya dengan sempurna.
Secara keseluruhan, malam di Istanbul menjadi pelajaran berharga bahwa dalam sepak bola modern, keunggulan dua gol bukan jaminan kemenangan. Fenerbahce memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi, tetapi mentalitas dan ketenangan di momen-momen krusial masih perlu ditempa. Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana skuad bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah kerikil kecil dalam perjalanan panjang menuju kejayaan.
