Florian Thauvin: Dari Marseille hingga Udinese, Perjalanan Karir Winger Prancis yang Menginspirasi
Inforiau – 05 November 2026 | Florian Thauvin, pemain sayap kanan profesional asal Prancis, telah menukil perjalanan karir yang penuh dengan pencapaian luar biasa di panggung sepak bola Eropa. Lahir pada 26 Januari 1993 di Orléans, Prancis, Thauvin kini menjadi kapten klub Serie A Udinese dan terus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling kreatif di liga-liga top Eropa.
Perjalanan profesional Florian Thauvin dimulai dari akademi lokal di berbagai klub pelatihan, termasuk Ingré, Saint-Jean-de-la-Ruelle, Orléans, dan Grenoble. Debut profesionalnya terjadi pada 11 Maret 2011 dalam pertandingan Ligue 2 melawan Vannes. Meski karir di Grenoble berakhir ketika klub mengalami kebangkrutan, Thauvin tidak menyerah dan terus mengejar impiannya.
Pada 19 Juli 2011, Florian Thauvin menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Bastia. Di sini, ia mulai menunjukkan potensi sejatinya. Gol pertamanya untuk klub dicatat pada 28 Oktober 2012 dalam kemenangan 3-1 melawan Bordeaux. Kontribusinya yang signifikan membantu Bastia meraih gelar Ligue 2 pada musim 2012, sebuah pencapaian yang menjadi fondasi kuat bagi karir Thauvin ke depannya.
Tahun 2013 menjadi titik balik penting ketika Florian Thauvin pindah ke Lille dengan biaya transfer sebesar €3,5 juta. Namun, ia kembali dipinjamkan ke Bastia untuk menyelesaikan musim tersebut. Selama masa peminjamannya, Thauvin tampil cemerlang dan diakui sebagai Pemain Muda Terbaik Ligue 1 pada musim 2012-2013, sebuah penghargaan yang membuktikan potensi luar biasanya.
Pindah ke Olympique Marseille pada 3 September 2013 dengan kontrak lima tahun senilai €15 juta menjadi langkah karir yang sangat penting bagi Florian Thauvin. Di Marseille, ia berkembang menjadi salah satu pemain kunci klub dengan 81 penampilan dan 15 gol dalam dua musim awalnya. Meski sempat menghadapi tantangan, termasuk insiden terkenal ketika dikritik karena datang ke pertandingan dengan tuxedo, Thauvin terus membuktikan dedikasi dan profesionalismenya.
Pada 19 Agustus 2015, Florian Thauvin bergabung dengan Newcastle United dengan biaya transfer €15 juta. Namun, pengalaman di Premier League tidak sesuai harapan dengan performa yang tidak konsisten. Setelah hanya setengah musim, Thauvin dipinjamkan kembali ke Marseille pada Januari 2016, dan di sinilah karirnya kembali bersinar.
Masa peminjaman yang sukses mengubah segalanya. Marseille memutuskan untuk mempermanenkan kontrak Florian Thauvin pada musim panas 2017. Di bawah pelatih Rudi Garcia, ia berkembang menjadi salah satu pemain terbaik Ligue 1. Musim 2017-2018 menjadi puncak prestasi di Marseille ketika Thauvin mencetak 22 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua setelah Edinson Cavani dari PSG. Performa spektakuler ini mengantarkannya sebagai kandidat Pemain Terbaik Musim Ligue 1, meski penghargaan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Neymar.
Kontribusi Florian Thauvin juga sangat besar dalam membawa Marseille ke final Liga Europa 2018, meskipun akhirnya kalah dari Atlético Madrid. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Thauvin bukan hanya pemain yang mencetak gol, tetapi juga pemain yang dapat mengangkat performa seluruh tim dalam kompetisi internasional.
Karir internasional Florian Thauvin juga penuh dengan prestasi gemilang. Ia merupakan anggota tim U-20 Prancis yang memenangkan Piala Dunia U-20 FIFA 2013 di Turki, di mana ia mencetak gol penting dalam kemenangan atas Uzbekistan dan Ghana. Puncak karir internasionalnya tiba pada 2018 ketika ia terpilih sebagai bagian dari skuad Prancis yang memenangkan Piala Dunia Rusia, meskipun hanya bermain satu menit di babak 16 besar melawan Argentina.
Setelah menyelesaikan kontraknya dengan Marseille, Florian Thauvin bergabung dengan Tigres UANL di Liga MX pada 7 Mei 2021. Di Meksiko, ia berkolaborasi dengan mantan rekan setimnya André-Pierre Gignac. Namun, masa bakti di Tigres tidak berlangsung lama, dan pada 23 Januari 2023, kontraknya dihentikan setelah sekitar satu musim.
Pada 31 Januari 2023, Florian Thauvin kembali ke Eropa dan bergabung dengan Udinese dengan kontrak dua setengah tahun. Bergabung dengan klub Serie A memberikan kesempatan bagi Thauvin untuk tampil kembali di kompetisi besar Eropa dan membuktikan kualitasnya di liga Italia yang terkenal dengan gaya bermain yang sangat taktikal dan defensif.
Prestasi terbaru menunjukkan bahwa Florian Thauvin masih tetap relevan dan produktif. Pada pekan kedelapan Ligue 1 2026-2027, Thauvin bermain untuk RC Lens dan mencatat satu gol serta satu assist dalam kemenangan 2-1 atas Paris FC, memperoleh rating 8,9 dari SofaScore. Statistik menunjukkan bahwa ia memimpin daftar pencipta peluang dengan 15 peluang, menunjukkan kreativitas luar biasanya dalam membangun serangan.
Dalam duel Lens versus Como di fase liga Liga Champions UEFA 2026-2027, Florian Thauvin menjadi kunci bagi Lens untuk mengimbangi pengaruh Nico Paz dari Como. Kreativitas dan kemampuan Thauvin dalam menciptakan peluang menjadi aset berharga bagi Lens, meski tim masih membutuhkan penyelesaian akhir yang lebih baik untuk mengkonversi peluang tersebut menjadi gol.
Sepanjang karirnya, Florian Thauvin telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Ia meraih gelar Ligue 2 bersama Bastia pada 2011-12, menjadi runner-up UEFA Europa League bersama Marseille pada 2017-18, dan meraih juara Liga MX Clausura 2023 bersama Tigres UANL. Secara individual, Thauvin dinobatkan sebagai UNFP Ligue 1 Young Player of the Year pada 2012-13 dan UNFP Ligue 1 Player of the Month pada Maret 2017, November 2017, dan Januari 2018. Pada 2018, ia juga menerima penghargaan Knight of the Legion of Honour dari Prancis.
Perjalanan karir Florian Thauvin menunjukkan bahwa kesuksesan dalam sepak bola memerlukan ketekunan, adaptasi, dan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan. Dari pemain muda berbakat hingga menjadi kapten di Udinese, Thauvin telah membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras adalah kunci mencapai puncak prestasi. Meski sudah memasuki fase akhir karir, Thauvin masih menunjukkan kemampuan dan kontribusi yang signifikan bagi setiap klub yang ia bela, menjadikannya salah satu pemain paling dihormati di Eropa.
