French Open 2026 Memanas: Drama di Lapangan Bulu Tangkis hingga Guncangan di Dunia Tenis
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Pekan ketiga Oktober 2026 menjadi saksi bagaimana ajang French Open kembali menyedot perhatian dunia olahraga, bukan hanya karena pertarungan sengit di lapangan bulu tangkis, tetapi juga karena rentetan peristiwa yang mengguncang panggung tenis internasional. Turnamen French Open edisi kali ini memang menyuguhkan dua wajah berbeda: euforia para atlet yang berburu tiket perempat final, sekaligus kabar mengejutkan dari kehidupan pribadi salah satu bintang tenis Prancis. Dari Arena Grand Paris hingga pemberitaan dunia maya, nama French Open kembali menjadi pusat perbincangan para penggemar olahraga.
Di sektor bulu tangkis, kontingen Indonesia mengirimkan delapan wakil untuk berlaga di babak 16 besar French Open pada Kamis (22/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 17.00 WIB dan digelar di beberapa lapangan sekaligus, dengan siaran langsung yang dapat disaksikan melalui platform digital resmi. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah duel tunggal putra muda Moh Zaki Ubaidillah melawan wakil Jepang Koki Watanabe. Zaki, yang berada di peringkat ke-28 dunia, menghadapi tantangan berat karena Watanabe menempati posisi ke-16 dan unggul dalam rekor pertemuan.
Selain Zaki, Alwi Farhan juga menjadi andalan Indonesia. Ia dijadwalkan menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hong Kong pada pukul 20.30 WIB. Rekor pertemuan kedua pemain seimbang 2-2, sehingga laga ini diprediksi berlangsung ketat. Alwi yang menempati peringkat ke-10 dunia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menundukkan wakil China Taipei, Lin Chun-Yi, melalui pertarungan tiga gim di babak pertama.
Di sektor ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan bertemu pasangan China Taipei, Ye Hong Wei/Nicole Chan. Kedua pasangan memiliki catatan pertemuan imbang 1-1, menjadikan laga ini sebagai ujian konsistensi bagi Amri/Nita yang berada di peringkat ke-12 dunia. Sementara itu, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan menghadapi pasangan China Chen Bo Yang/Liu Yi. Meski unggul peringkat, Raymond/Joaquin tetap waspada karena lawannya memimpin rekor pertemuan.
Putri Kusuma Wardani menjadi tumpuan di tunggal putri. Ia akan berhadapan dengan Neslihan Arin dari Turki pada pukul 21.30 WIB. Putri memiliki keunggulan peringkat yang cukup jauh, yaitu posisi keenam dunia berbanding peringkat ke-30 milik Arin, dan kedua pemain belum pernah bertemu sebelumnya. Adapun Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum akan menantang pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, pada pukul 22.20 WIB.
Dari kubu Malaysia, sejumlah pasangan menunjukkan performa impresif di babak pertama French Open. Man Wei Chong/Tee Kai Wun tampil gigih mengalahkan wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, melalui tiga gim 18-21, 21-15, dan 21-17. Mereka selanjutnya akan menghadapi mantan juara dunia asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Aaron Chia/Soh Wooi Yik juga melaju mulus setelah menundukkan pasangan China, He Jiting/Ren Xiangyu, dengan skor 21-15 dan 21-19.
Menariknya, jika kedua pasangan Malaysia tersebut menang di babak kedua, mereka akan bertemu di perempat final, sehingga Malaysia dipastikan memiliki wakil di semifinal ganda putra. Pasangan Aaron Tai/Yap Roy King serta Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani juga berpeluang melengkapi formasi all-Malaysian di perempat final. Sementara itu, pasangan Denmark Open champions, Pearly Tan/M. Thinaah, masih menjaga asa di French Open dan akan menghadapi rekan senegaranya, Carmen Ting/Ong Xin Yee, untuk memperebutkan tempat di perempat final.
Di sisi lain, dunia tenis Prancis diguncang kabar kurang menyenangkan. Petenis Gael Monfils dilaporkan mengetahui keputusan istrinya, Elina Svitolina, untuk mengakhiri pernikahan mereka melalui panggilan telepon pada akhir September lalu. Menurut laporan media olahraga Prancis, Monfils saat itu sedang berada di Dubai bersama putri mereka, Skai, ketika menerima kabar tersebut. Perkembangan ini disebut turut mempercepat keputusan Monfils pensiun dari dunia tenis profesional, yang secara resmi tercatat oleh International Tennis Integrity Agency pada 5 Oktober 2026.
Monfils sebelumnya telah mengumumkan bahwa 2026 akan menjadi tahun terakhirnya di tur profesional, dengan rencana tampil di Lyon, Wina, dan menutup karier di Paris Masters pada November. Namun, situasi pribadi yang rumit membuatnya mengakhiri karier lebih cepat dari rencana. Svitolina sendiri mengumumkan perpisahan mereka melalui media sosial pada 19 Oktober, dengan menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu yang terberat dalam hidupnya dan mengaitkannya dengan dampak emosional perang di Ukraina.
Dari lapangan bulu tangkis hingga drama kehidupan para bintang tenis, French Open 2026 membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar turnamen olahraga. Ajang ini menjadi panggung bagi ambisi, perjuangan, dan juga kerapuhan manusia di balik gemerlap kompetisi. Bagi para penggemar, French Open tahun ini akan dikenang bukan hanya karena hasil pertandingan, tetapi juga karena kisah-kisah yang menyertainya.
