Gary Neville Buka Suara: Puji UMKM Manchester, Soroti Krisis Manchester United
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Legenda Manchester United sekaligus salah satu pemilik Salford City FC, Gary Neville, kembali menjadi sorotan publik dalam dua isu yang sangat berbeda. Di satu sisi, ia tampil sebagai tokoh yang merayakan keberadaan usaha kecil dan menengah di Greater Manchester melalui sebuah acara di stadion Salford City FC. Di sisi lain, Gary Neville tak bisa menyembunyikan kekesalan dan keterkejutannya terhadap kondisi tim yang tengah terpuruk di Liga Primer Inggris. Dua wajah berbeda dari sosok yang sama ini menunjukkan betapa luas perhatian pria yang kini dikenal sebagai komentator sepak bola tersebut.
Merayakan Usaha Kecil di Tengah Komunitas Sepak Bola
Dalam sebuah acara yang digelar di markas Salford City FC, Gary Neville berkumpul bersama para pemilik usaha independen, pedagang tunggal, hingga akuntan dari berbagai penjuru Greater Manchester. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara EFL dan Sage, mitra perangkat lunak akuntansi resmi liga tersebut, di mana Neville dipercaya sebagai duta. Berbagai usaha seperti toko roti, barbershop, hingga pembuat pewangi ruangan rumahan mendapat kesempatan untuk tampil ke depan dan diakui kontribusinya.
Menurut Neville, klub sepak bola memang berada di jantung komunitasnya, tetapi justru usaha-usaha lokal di sekitarnya yang menghidupkan komunitas tersebut setiap hari. Mulai dari kafe yang dikunjungi pendukung sebelum pertandingan, pemasok, pengecer, hingga akuntan yang membantu usaha berkembang, semuanya merupakan bagian dari ekosistem yang membuat komunitas sepak bola bertahan. Ia menilai momen seperti ini penting untuk mengapresiasi kerja keras mereka, terutama menjelang periode sibuk akhir tahun ketika pesanan meningkat dan tenggat waktu menjadi semakin krusial.
Acara tersebut juga diisi dengan tur stadion di balik layar, makan malam bersama, serta diskusi yang membahas hubungan antara sepak bola, dunia usaha, dan komunitas. Diskusi dipandu oleh pembawa acara Sky Sports, David Prutton, dan dihadiri pula oleh Sally Moore selaku Senior Director Global Sponsorship Sage serta dua pemain Salford City, Joe Powell dan Paolo Mariani. Simon Peers, pemilik Phoenix Flooring asal Salford, mengaku senang pekerjaannya diakui, terutama karena ia dan timnya berusaha keras menyelesaikan proyek renovasi rumah agar keluarga dapat menikmati momen liburan dengan nyaman.
Kekecewaan Neville terhadap Performa Manchester United
Namun, di sisi lain, Gary Neville tengah diliputi kekecewaan mendalam terhadap klub yang membesarkan namanya. Manchester United saat ini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Liga Primer Inggris dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan. Kekalahan telak 3-0 dari Bournemouth di Old Trafford menjadi pukulan terbaru, sekaligus memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi delapan laga beruntun di semua kompetisi. Posisi Setan Merah bahkan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
Yang membuat Neville semakin geram adalah informasi yang ia terima mengenai sikap sebagian pemain. Ia menyebut ada beberapa pemain yang dinilainya tidak cukup profesional, mulai dari tidak tidur pada waktu yang semestinya, tidak mengonsumsi makanan yang seharusnya, hingga tidak memikirkan Manchester United setiap menit. Meski enggan menyebut nama, Neville menegaskan bahwa standar di klub sedang berada di titik terendah dan para pemain harus bertanggung jawab membawa tim bangkit secepat mungkin.
Soal Masa Depan Michael Carrick
Kekecewaan Gary Neville juga tertuju pada situasi pelatih kepala Michael Carrick. Setelah kekalahan dari Bournemouth, banyak pihak menduga Carrick akan segera dipecat. Bahkan Neville sendiri mengaku yakin bahwa pertandingan tersebut merupakan akhir dari perjalanan Carrick di Old Trafford, terutama setelah melihat pelatih berusia 45 tahun itu berjalan sendirian mengelilingi lapangan, melambaikan tangan kepada pendukung dengan raut penuh permintaan maaf seperti sebuah perpisahan.
Namun, keputusan klub ternyata berbeda. Manajemen Manchester United memilih memberikan kesempatan kepada Carrick untuk setidaknya memimpin satu pertandingan lagi, yakni laga melawan Chelsea di Stamford Bridge. Direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada sempat berdiskusi mengenai masa depan pelatih tersebut, dan sejumlah nama seperti Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Antonio Conte, hingga Fabian Hurzeler disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Mendengar kabar tersebut, Gary Neville menyatakan keterkejutannya. Ia mengaku senang namun tetap terkejut karena sebelumnya sangat yakin bahwa laga melawan Bournemouth akan menjadi akhir bagi Carrick. Neville berharap para pemain akhirnya mau bermain untuk sang pelatih, karena dalam beberapa pekan terakhir mereka dinilai tidak menunjukkan performa yang pantas. Ia juga mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi dalam dua pekan ke depan.
Dari sorotan terhadap para pelaku usaha kecil di Greater Manchester hingga kritik tajam terhadap kondisi Manchester United, sosok Gary Neville sekali lagi membuktikan bahwa ia tetap menjadi suara yang didengar, baik di ranah bisnis komunitas maupun di dunia sepak bola yang penuh dinamika.
