Gelombang Kanan Eropa Makin Nyata: Dari Raid Kantor Partai Kanan Jauh hingga Aliansi Catalonia yang Menyasar Muslim
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Gelombang politik right di Eropa kembali menjadi sorotan setelah jaksa Uni Eropa menggerebek kantor sebuah kelompok sayap kanan jauh terkait dugaan penyelewengan dana senilai €4 juta. Penggerebekan itu menjadi sinyal bahwa kebangkitan kekuatan right di Benua Biru tidak hanya berdampak pada peta politik, tetapi juga memicu sorotan hukum yang serius.
Di saat yang sama, di Catalonia, Spanyol, sebuah partai baru bernama Alianca Catalana atau Catalan Alliance (AC) terus menanjak di bursa survei. Partai yang mempresentasikan Islam dan migran sebagai ancaman itu diprediksi menjadi kekuatan politik terbesar kedua di Catalonia setelah Partai Sosialis pada pemilihan regional 2028. Fenomena ini menegaskan bahwa sentimen anti-migran dan anti-Muslim kini menggantikan isu kemerdekaan sebagai daya dorong utama di kalangan pemilih di kawasan terkaya Spanyol tersebut.
Penggerebekan oleh jaksa Uni Eropa menyasar kantor kelompok sayap kanan jauh yang tidak disebutkan namanya secara rinci. Dugaan sementara mengarah pada penyalahgunaan dana publik senilai €4 juta. Kasus ini menambah daftar panjang skandal keuangan yang melibatkan partai-partai berhaluan right di Eropa, yang kerap menjadikan isu transparansi sebagai senjata politik namun kini justru tersandung oleh tuduhan serupa.
Sementara itu, di Barcelona, kekhawatiran umat Muslim kian meningkat. Soukayna El Abdi, presiden Young Moroccans of Ripoll, menyatakan keterkejutannya atas pertumbuhan partai tersebut. “Ini mengejutkan kami semua. Kebanyakan orang datang untuk berintegrasi, bekerja, dan hidup bersama. Kebangkitan Aliansi Catalonia adalah tentang kebencian yang tidak berdasar. Mereka menyebarkan banyak hal tentang komunitas kami yang tidak benar,” ujarnya.
Spanyol akan menggelar pemilihan umum cepat pada November. Survei menunjukkan Partai Rakyat yang konservatif dan partai sayap kanan jauh Vox mendapatkan dukungan. Kebangkitan Catalan Alliance memperlihatkan pergeseran ke arah right di ekonomi terbesar keempat zona euro itu. Partai tersebut mendukung kemerdekaan dan telah mengambil dukungan dari partai-partai separatis lain, Together for Catalonia dan Catalan Republican Left, yang berada di balik upaya pemisahan diri yang gagal pada 2017.
Di luar dunia politik, istilah right juga ramai di dunia olahraga. Penyerang muda Liverpool, Rio Ngumoha, dikabarkan bijak menolak tawaran Arsenal dan Bayern Munich. Dengan lima penampilan sebagai starter dan 444 menit bermain di bawah asuhan Andoni Iraola, pemain berusia 18 tahun itu disebut bahagia di Anfield. Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi adanya pembicaraan aktif antara Ngumoha dan Liverpool untuk kontrak jangka panjang. Keputusan itu dinilai tepat karena ia mendapat menit bermain yang cukup, sementara di Arsenal ia berisiko tersingkir oleh Bukayo Saka dan Eberechi Eze.
Di sisi lain, dunia NBA dihebohkan dengan langkah Utah Jazz yang merekrut mantan pilihan putaran pertama, Kobe Bufkin, dengan kontrak dua arah tepat sebelum malam pembukaan. Jazz juga melepas forward dua arah Blake Hinson untuk memberi ruang. Sementara itu, di NFL, Los Angeles Rams yang tengah terpuruk dengan rekor 2-4 justru dianggap sebagai lawan yang tepat bagi Las Vegas Raiders untuk bangkit. Raiders yang dilatih Klint Kubiak dan dikelola Tom Brady serta GM John Spytek sedang menelan tiga kekalahan beruntun, namun tetap dipandang sebagai salah satu kejutan menyenangkan liga.
Kembali ke Eropa, penggerebekan oleh jaksa Uni Eropa dan naiknya Catalan Alliance menjadi cermin bahwa arus right tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di satu sisi, partai-partai kanan jauh terus mengapitalisasi isu migrasi dan identitas. Di sisi lain, aparat hukum mulai bergerak menelusuri dugaan penyalahgunaan dana. Kombinasi antara retorika anti-migran dan skandal keuangan berpotensi mengguncang kepercayaan publik menjelang pemilu Spanyol pada November mendatang.
Pengamat menilai, jika Catalan Alliance benar-benar menjadi kekuatan kedua di Catalonia, peta politik regional akan berubah drastis. Partai-partai tradisional, baik yang pro-kemerdekaan maupun yang pro-Spanyol, harus mencari formula baru untuk membendung laju partai yang menjadikan Islam sebagai musuh bersama itu. Sementara itu, di tingkat Uni Eropa, kasus dugaan penyelewengan dana €4 juta menjadi ujian bagi penegakan hukum terhadap aktor politik berhaluan right yang selama ini kerap menuding lawan-lawannya korup.
Dengan pemilu cepat Spanyol yang kian dekat dan penyelidikan Uni Eropa yang masih berjalan, dinamika politik Eropa akan terus menarik perhatian. Masyarakat Muslim di Catalonia berharap agar retorika kebencian tidak mengubah wajah Spanyol yang selama ini dikenal ramah. Sementara para pemilih di seluruh Eropa tampaknya masih akan bergulat dengan pilihan antara stabilitas, identitas, dan nilai-nilai demokrasi yang inklusif. Yang jelas, arus right telah menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan dalam lanskap politik kontemporer.
