Gempuran Gen Z di Serbia: Kemenangan Bersejarah Student List Akhiri 14 Tahun Kekuasaan Vucic
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Hasil serbian elections 2026 menorehkan babak baru dalam sejarah politik Balkan ketika gerakan yang digerakkan generasi muda, Student List, berhasil menumbangkan kekuasaan Aleksandar Vucic yang telah bertahan selama 14 tahun. Kemenangan ini diumumkan pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, dan langsung memicu gelombang perayaan di seluruh penjuru Belgrade. Bagi banyak warga, momen ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, melainkan puncak dari hampir dua tahun demonstrasi antikorupsi yang dimulai dari sebuah tragedi memilukan.
Duka mendalam menyelimuti Serbia setelah runtuhnya kanopi beton di stasiun kereta api Novi Sad pada 1 November 2024 yang menewaskan 16 orang. Dijana Hrka, ibu dari Stefan yang berusia 27 tahun, termasuk di antara para korban. Setelah bertahun-tahun menuntut akuntabilitas dan sempat melakukan mogok makan, ia tak mampu membendung air matanya ketika Vucic mengakui kekalahannya. “Saya telah menunggu momen ini hampir dua tahun,” ujarnya kepada N1 televisi dengan suara tercekat. “Ini adalah kemenangan kita semua, kemenangan anak-anak kita.”
Dari Jalanan ke Bilik Suara
Protes yang meletus pasca-tragedi Novi Sad berkembang pesat menjadi tantangan nasional terhadap pemerintah. Mahasiswa, akademisi, pekerja, hingga warga biasa yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam aktivisme politik turun ke jalan. Dalam serbian elections kali ini, perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil yang menentukan.
Student List, aliansi elektoral yang dibentuk oleh para demonstran antikorupsi dan menyatukan sekitar 250 akademisi, profesional, serta tokoh publik, meraih hampir 53 persen suara. Sementara koalisi partai Vucic, Serbian Progressive Party (SNS), hanya memperoleh kurang dari 39 persen. Berdasarkan penghitungan hampir 99 persen suara, Student List mengamankan sekitar 138 hingga 139 kursi di National Assembly dari total 250 kursi, sedangkan kubu Vucic meraih 97 hingga 103 kursi.
Menariknya, alih-alih mencalonkan diri sendiri, para mahasiswa memilih menominasikan individu-individu berkualifikasi tinggi tanpa pengalaman politik sebelumnya, yang dipilih melalui proses demokratis di lingkungan universitas. Ilija Srdanovic, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Novi Sad, kini muncul sebagai kandidat terkuat untuk posisi perdana menteri, meski gerakan tersebut belum mengonfirmasi siapa yang akan memimpin pemerintahan.
Pengawasan Ketat Cegah Kecurangan
Kemenangan ini tidak lepas dari strategi pengawasan pemilu yang matang. Petar Botoski, seorang mahasiswa pertanian pendukung Student List, menuturkan bahwa gerakannya berperan besar mencegah kecurangan sepanjang hari pemungutan suara. “Sepanjang hari kami melaporkan insiden kepada otoritas, seperti temuan daftar paralel atau deteksi carousel voting,” jelasnya.
Selama satu setengah tahun, gerakan mahasiswa melatih sedikitnya 16.000 orang menjadi pengawas resmi, dua untuk setiap tempat pemungutan suara, ditambah sekitar lima orang per TPS yang tergabung dalam tim mobile untuk mendeteksi kecurangan di luar TPS. “Pelacakan kecurangan tentu berdampak pada hasil,” tegasnya.
Peta Baru Diplomasi Serbia
Kemenangan dalam serbian elections ini membuka pertanyaan besar mengenai arah kebijakan luar negeri Belgrade. Para pemenang pemilu menyerukan penghentian penjualan senjata ke negara-negara yang sedang berperang, termasuk potensi larangan ekspor ke negara Barat yang kemudian meneruskannya ke Ukraina. Serbia selama ini dikenal sebagai pemasok amunisi yang akhirnya berujung di Ukraina, dan perubahan pemerintahan berpotensi memengaruhi hubungan Belgrade dengan Kyiv, Moskow, dan Uni Eropa.
Kremlin sendiri menyambut hasil ini dengan nada hati-hati. Juru bicara Dmitry Peskov memuji kontribusi Vucic terhadap hubungan bilateral dan berharap pemerintahan baru menyadari bahwa kerja sama dengan Rusia, yang secara tradisional menjadi pemasok energi vital bagi Serbia, adalah demi kepentingan negara itu sendiri.
Menanti Kabinet Baru
Dengan mayoritas parlemen yang solid, Student List memiliki angka untuk membentuk pemerintahan tanpa bergantung pada koalisi dengan kubu Vucic. Namun, memilih kabinet memerlukan kesepakatan di antara beragam akademisi, profesional, dan aktivis. Parlemen Serbia harus segera dikonstitusi sesuai tenggat, setelah itu pemerintah baru mesti terbentuk dalam 90 hari.
Kemenangan dalam serbian elections ini menandai berakhirnya era dominasi satu tokoh dan lahirnya harapan baru bagi Serbia. Dari duka Novi Sad hingga sorak sorai di Belgrade, rakyat Serbia telah membuktikan bahwa kekuatan kolektif mampu mengubah arah sejarah. Kini, tantangan sesungguhnya baru dimulai: mewujudkan janji antikorupsi, mempercepat integrasi dengan Uni Eropa, dan menjaga keseimbangan di tengah tekanan geopolitik yang kian rumit.
