Genoa Hancurkan Juventus 2-0 di Marassi, Spalletti di Ujung Tanduk
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Genoa tampil perkasa dan menundukkan Juventus dengan skor 2-0 dalam laga pekan kesembilan Serie A yang digelar di Stadion Luigi Ferraris, Marassi. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi tuan rumah, sekaligus pukulan telak bagi tamunya. Duel ini mempertemukan dua sosok yang saling mengenal, Daniele De Rossi di kubu Genoa dan Luciano Spalletti di kubu Juventus, dan murid berhasil mengalahkan gurunya.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Genoa langsung mengambil inisiatif dan tampil dengan intensitas tinggi. Tekanan demi tekanan dilancarkan skuad rossoblu, sementara Juventus tampak kewalahan dan kehilangan ide. Stadion Marassi yang penuh bergemuruh menjadi energi tambahan bagi para pemain Genoa untuk terus menggempur pertahanan lawan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-12. Berawal dari aksi Baldanzi yang menusuk ke sisi kanan dan melepaskan umpan silang, bola kemudian disambar Ehizibue. Tendangan kerasnya ke arah gawang Vicario berbelok arah setelah mengenai Cambiaso, sehingga kiper Juventus tak mampu berbuat apa-apa. Keunggulan 1-0 untuk Genoa membangkitkan semangat tuan rumah.
Petaka bagi Juventus kembali datang pada menit ke-28. Kesalahan Kalulu di area pertahanan sendiri membuat bola lepas dan jatuh ke kaki Baldanzi. Tanpa ragu, gelandang muda itu melepaskan tembakan yang menggetarkan jaring gawang. Skor berubah menjadi 2-0, dan Baldanzi menjadi bintang pada malam itu dengan penampilan yang memukau.
Memasuki babak kedua, Spalletti mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Woltemade dan Zhegrova. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil signifikan. Juventus memang lebih menguasai bola, tetapi minim kreativitas dan tumpul di depan gawang. Kolo Muani yang diberi kepercayaan tampil mengecewakan dan nyaris tak menciptakan peluang berbahaya.
Genoa sendiri bermain disiplin dan solid dalam bertahan. Duet bek tengah Ostigard dan Vasquez tampil sebagai tembok yang sulit ditembus, sementara Marcandalli turut berkontribusi menjaga kedalaman lini belakang. Satu-satunya peluang emas Juventus datang di masa injury time melalui tendangan bebas Koopmeiners yang membentur mistar gawang. Kiper Genoa, Bijlow, juga tampil gemilang dengan penyelamatan penting atas peluang Lucumi.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Genoa dalam empat pertandingan terakhir. Tambahan tiga poin membawa tim asuhan De Rossi keluar dari zona bawah klasemen dengan koleksi 10 poin. Sebaliknya, Juventus tertahan di angka 14 poin dan kini terpaut enam poin dari zona Liga Champions, serta terpaut jauh dari pemuncak klasemen. Tekanan terhadap posisi Spalletti pun semakin besar setelah tujuh poin dari lima laga terakhir.
Dari sisi statistik individu, penampilan Genoa mendapat pujian luas. Ostigard dinilai layak mendapat nilai tertinggi karena berhasil meredam pergerakan penyerang Juventus. Sementara di kubu Juventus, Cambiaso dan Kalulu menjadi sorotan negatif akibat kesalahan yang berujung pada dua gol lawan. Kolo Muani juga disebut sebagai salah satu pemain paling mengecewakan pada laga ini.
Kekalahan ini jelas menjadi bahan evaluasi serius bagi Juventus. Pertandingan melawan Napoli pada akhir pekan nanti akan menjadi titik krusial yang menentukan arah musim mereka. Sementara itu, Genoa berhak menikmati euforia kemenangan atas salah satu raksasa Italia, membuktikan bahwa kerja keras De Rossi mulai membuahkan hasil nyata di atas lapangan.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan bahwa sepak bola tak selalu soal nama besar. Genoa tampil sebagai tim yang lebih lapar, lebih terorganisir, dan lebih berani. Kemenangan 2-0 atas Juventus menjadi bukti kualitas sekaligus peringatan bagi tim-tim papan atas bahwa Marassi bukanlah tempat yang mudah untuk meraih poin.
