Granit Xhaka Belum Mau Pensiun, Swiss Sambut Kembali Kapten Usai Kontroversi
Inforiau – 09 November 2026 | JAKARTA — Granit Xhaka menegaskan belum mempertimbangkan pensiun dari tim nasional Swiss meski Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi keempatnya. Gelandang 33 tahun yang kini bermain untuk Sunderland itu tetap ingin tampil selama rasa lapar, tekad, dan kesehatannya memungkinkan. Pernyataan ini menepis anggapan bahwa turnamen tersebut akan menjadi panggung perpisahan bagi kapten La Nati.
Di Piala Dunia 2026, Swiss tergabung di Grup B bersama Kanada, Bosnia & Herzegovina, dan Qatar. Bagi Granit Xhaka, ini pencapaian penting karena ia telah mengoleksi 13 penampilan di putaran final Piala Dunia, terbanyak dalam sejarah Swiss. Sebagai kapten sejak akhir 2019, ia menjadi pemimpin di ruang ganti dan mentor bagi pemain muda seperti Pascal Loretz, Zachary Athekame, Albian Hajdari, Adrian Bajrami, dan Marvin Keller. Swiss juga masih diperkuat senior seperti Ricardo Rodriguez, Remo Freuler, dan Silvan Widmer.
Granit Xhaka juga baru menyelesaikan proses hukum terkait sertifikat vaksin Covid-19 palsu pada 2022. Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) menilai kembalinya pemain itu setelah menjalani konsekuensi olahraga dapat dibenarkan. Xhaka dan Breel Embolo absen pada sejumlah laga internasional September dan Oktober. Keduanya dikenai denda ditangguhkan 150.000 franc Swiss atau sekitar 181.225 dolar AS dengan masa percobaan dua tahun.
Meski sempat menuai kontroversi, Granit Xhaka tetap dipercaya sebagai kapten. Pelatih Murat Yakin dan staf disebut sepakat mempertahankan perannya. Xhaka telah menyatakan penyesalan dan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan besar. Keputusan SFV memberi Swiss tambahan kekuatan menjelang laga penentu Grup E Nations League melawan Slovenia pada 13 November dan Skotlandia tiga hari kemudian. Swiss memuncaki grup dengan 12 poin.
Perjalanan karier Granit Xhaka juga menarik. Setelah tujuh tahun membela Arsenal tanpa gelar Liga Inggris, ia pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023 dengan nilai sekitar 25 juta euro. Keputusan itu berbuah manis: Xhaka ikut mengantar Leverkusen juara Bundesliga 2023/2024 usai menang 5-0 atas Werder Bremen. Ia turut mencetak gol. Leverkusen mengumpulkan 79 poin dari 29 laga dan unggul 16 poin atas Bayern Munchen. Bersama Arsenal, Xhaka meraih Piala FA dan Community Shield.
Dengan rekam jejak itu, Granit Xhaka tetap menjadi figur sentral bagi Swiss. Pengalaman, kepemimpinan, dan ambisinya untuk terus bermain membuat La Nati punya alasan kuat mempertahankannya, baik untuk Piala Dunia 2026 maupun setelahnya. Editor: Sukri Mustakim
