Gunung Bromo Erupsi, Abu Vulkanik Capai 500 Meter, Status Waspada
Inforiau – 06 November 2026 | Probolinggo – Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, erupsi pada Kamis (5/11/2026) pukul 17.11 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto, melaporkan kolom letusan Gunung Bromo teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal bergerak ke arah barat.

Aktivitas Gunung Bromo terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik. PVMBG menyatakan status gunung masih Level II atau Waspada. Masyarakat, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif. Mereka juga perlu mewaspadai potensi letusan freatik yang dapat terjadi tiba-tiba tanpa gejala vulkanik jelas.
Catatan petugas menyebut erupsi sebelumnya terjadi pada 19 Juli 2019. Saat itu visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitasnya terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dan durasi 434 detik. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arahan petugas sesuai rekomendasi PVMBG.
Di sisi lain, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membuka perizinan event dan pengambilan gambar di kawasan Gunung Bromo mulai Kamis (5/11/2026). Keputusan itu tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.31/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/11/2026 setelah tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan dinilai menurun. Sebelumnya, aktivitas tersebut dihentikan sementara melalui pengumuman tertanggal 7 September 2026.
Pembukaan izin tetap mewajibkan pemohon mengikuti prosedur dan peraturan kawasan konservasi. Dengan erupsi Gunung Bromo, pengelola wisata diminta menyesuaikan kegiatan di lapangan dan mendahulukan keselamatan. Wisatawan diharapkan memantau informasi resmi PVMBG serta tidak mendekati kawah aktif selama status Gunung Bromo masih Waspada.
Editor: Sukri Mustakim
