Harry Kane Akhiri Dahaga 25 Tahun Inggris di Ballon d'Or 2025, Spanyol Pesta 8 Trofi
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Malam penganugerahan Ballon d’Or 2025 yang digelar di London Palladium Theatre, London, Inggris, menjadi momen bersejarah bagi dunia sepak bola. Dalam seremoni yang berlangsung Senin (26/10) malam waktu setempat atau Selasa (27/10) dini hari WIB, sebanyak 13 penghargaan diberikan kepada pemain, pelatih, dan klub yang dinilai tampil menonjol sepanjang musim. Sorotan utama tentu tertuju pada Harry Kane yang akhirnya meraih trofi bergengsi tersebut, sekaligus mengakhiri penantian panjang Inggris selama 25 tahun. Pencapaian Kane di ajang Ballon d’Or 2025 ini menjadi bukti konsistensi seorang penyerang yang tak pernah kehilangan ketajamannya.
Penyerang Bayern Muenchen dan kapten timnas Inggris itu dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or kategori putra setelah mengungguli Kylian Mbappe (Real Madrid, Prancis) dan Lamine Yamal (Barcelona, Spanyol). Berdasarkan data resmi, Mbappe harus puas di posisi kedua, sementara Yamal berada di posisi ketiga. Kemenangan Kane di Ballon d’Or 2025 diraih berkat torehan luar biasa sepanjang musim 2025/26, di mana ia mencetak total 73 gol dalam 65 pertandingan, dengan rincian 61 gol untuk Bayern di berbagai kompetisi dan 12 gol bersama timnas Inggris.
Produktivitas tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkannya mengungguli para pesaing. Bersama Bayern, Kane turut berperan dalam keberhasilan klub meraih gelar Bundesliga, Piala Jerman, dan Piala Super Jerman. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Bundesliga selama tiga musim berturut-turut serta menjadi pencetak gol terbanyak di antara seluruh pemain yang berlaga di kompetisi klub Eropa pada musim tersebut. Di level internasional, ia membantu Inggris melangkah hingga babak semifinal Piala Dunia 2026.
“Berada di London membuat penghargaan ini terasa lebih istimewa. Rasanya seperti pertanda baik,” kata Kane saat menerima trofi. Ia juga berterima kasih kepada para jurnalis yang memberikan suara kepadanya dan mengakui persaingan tahun ini tidak mudah. Pemenang Ballon d’Or untuk setiap edisinya ditentukan berdasarkan voting oleh 100 jurnalis dari berbagai penjuru dunia.
Bagi Kane, torehan ini membuatnya menjadi pemain Inggris pertama yang menyabet Ballon d’Or setelah 25 tahun, atau tepatnya sejak Michael Owen meraihnya pada 2001. Kane merupakan pemain Inggris kelima yang meraih gelar tersebut, menyusul Kevin Keegan (1978 dan 1979), Sir Bobby Charlton (1966), dan Stanley Matthews (1956). Selain trofi utama, Kane juga menyabet Trofi Gerd Müller sebagai pencetak gol terbanyak putra.
Meski Kane menjadi bintang utama, malam Ballon d’Or 2025 juga menjadi saksi dominasi mutlak sepak bola Spanyol. Dari total 13 kategori yang diperebutkan, para pemain dan perwakilan asal Spanyol sukses memborong 8 gelar bergengsi, baik di sektor putra maupun putri. Berikut daftar penghargaan yang diboyong perwakilan Spanyol:
- Ballon d’Or Putri: Alexia Putellas (Barcelona) – meraih trofi untuk ketiga kalinya usai berperan penting membawa Barcelona meraih empat gelar sebelum pindah ke London City Lioness.
- Trofi Kopa (Pemain Muda Terbaik Putra): Lamine Yamal (Barcelona) – mencetak rekor dengan meraih penghargaan ini untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
- Pemain Muda Terbaik Putri: Vicky López (Barcelona) – melengkapi kejayaan talenta muda Spanyol.
- Trofi Yashin (Kiper Terbaik Putra): Unai Simón (Athletic Bilbao) – dinobatkan sebagai penjaga gawang putra terbaik.
- Pelatih Terbaik Putra: Luis de la Fuente – berkat keberhasilannya mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menariknya, meski Lamine Yamal kembali membawa pulang Trofi Kopa, bintang Barcelona tersebut menilai rekan setimnya, Pau Cubarsi, lebih layak menerima penghargaan itu. Kerendahan hati sang pemain muda justru menambah warna tersendiri dalam perhelatan Ballon d’Or 2025 kali ini.
Secara keseluruhan, gelaran Ballon d’Or 2025 menghadirkan narasi yang menarik: di satu sisi, Harry Kane tampil sebagai simbol ketekunan dan ketajaman seorang penyerang veteran yang akhirnya meraih pengakuan tertinggi di usia 33 tahun. Di sisi lain, dominasi Spanyol menunjukkan betapa kuatnya ekosistem sepak bola negeri Matador, mulai dari level klub hingga tim nasional. Perpaduan antara pencapaian individu Kane dan kejayaan kolektif Spanyol menjadikan edisi Ballon d’Or 2025 sebagai salah satu malam penghargaan paling berkesan dalam sejarah terkini.
Dengan torehan 73 gol dalam semusim, gelar domestik bersama Bayern, serta perjalanan Inggris hingga semifinal Piala Dunia, sulit membantah bahwa Kane layak menyandang status pemain terbaik dunia. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pencapaian di Ballon d’Or 2025 bukan sekadar puncak sesaat, melainkan awal dari babak baru dalam karier sang kapten.
