Hujan Jogja BMKG: Tanda Peralihan Musim, Curah Hujan Masih Rendah hingga Pertengahan November
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Hujan Jogja BMKG kembali menjadi sorotan publik setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta melaporkan bahwa hujan ringan mulai mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Meski tidak deras, kehadiran hujan ini menandai masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Informasi seputar hujan Jogja BMKG pun menjadi perhatian warga yang ingin mengetahui perkembangan cuaca di wilayah mereka.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II DIY, Mamenun, menjelaskan bahwa curah hujan pada dasarian III Oktober 2026 masih berada dalam kategori rendah, berkisar antara 10 hingga 50 milimeter per dasarian dengan sifat hujan sebagian besar bawah normal. Kondisi ini terjadi akibat mundurnya awal musim hujan di wilayah DIY.
Prakiraan Curah Hujan hingga Pertengahan November
BMKG memperkirakan bahwa curah hujan di Jogja pada akhir Oktober hingga dasarian pertama November masih relatif rendah, yakni sekitar 10 hingga 50 milimeter per dasarian. Sifat hujan di seluruh wilayah diprediksi berada di bawah normal. Memasuki dasarian kedua November 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, yaitu antara 20 hingga 75 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan yang juga seluruhnya bawah normal.
Prediksi tersebut menunjukkan bahwa meski hujan mulai turun, intensitasnya belum akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Informasi hujan Jogja BMKG ini penting bagi masyarakat agar tidak salah mengantisipasi kondisi cuaca harian.
Potensi Hujan Ringan di Lima Wilayah DIY
Pada Minggu, 25 Oktober 2026, sebagian besar wilayah DIY berpotensi mengalami hujan ringan. Berdasarkan prakiraan cuaca, Kota Jogja, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul diprakirakan diguyur hujan ringan dengan suhu dan kelembapan udara yang bervariasi.
| Wilayah | Suhu (Celsius) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|
| Kota Jogja | 24–30 | 59–96 |
| Bantul | 25–30 | 59–92 |
| Sleman | 24–30 | 63–95 |
| Kulon Progo | 24–28 | 68–97 |
| Gunungkidul | 23–29 | 64–97 |
Suhu udara maksimum mencapai 30 derajat Celsius di Kota Jogja, Bantul, dan Sleman, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan memiliki suhu tertinggi sekitar 28 hingga 29 derajat Celsius. Prakiraan hujan Jogja BMKG ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Waspadai Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba. Hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal meskipun cuaca kering mendominasi. Selain itu, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai saat masa peralihan musim.
Pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara akibat curah hujan yang minim. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari hujan Jogja BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.
Kesimpulan
Hujan yang mulai mengguyur Jogja pada 24 Oktober 2026 menjadi penanda peralihan musim kemarau ke musim hujan, meski curah hujan diperkirakan masih rendah hingga pertengahan November. Dengan sifat hujan yang bawah normal, warga DIY diimbau tetap waspada terhadap potensi kekeringan, karhutla, serta cuaca ekstrem yang bisa muncul sewaktu-waktu. Memantau informasi hujan Jogja BMKG secara berkala menjadi langkah bijak agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan terencana.
Editor: Sukri Mustakim
