Jay Idzes Absen Bela Sassuolo, tapi Tetap Jadi Sorotan AFC Jelang Piala Asia 2027
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Nama jay idzes kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola nasional. Di tengah kabar kurang sedap soal kondisinya, kapten Timnas Indonesia itu justru menerima pengakuan bergengsi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Bek tangguh berusia 26 tahun tersebut secara khusus dinobatkan sebagai Player to Watch atau pemain yang patut mendapat perhatian menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Pengakuan ini menegaskan betapa sentralnya peran jay idzes dalam transformasi skuad Garuda di kancah Asia.
Namun, di saat yang sama, kabar buruk datang dari Italia. Pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, memastikan bahwa jay idzes masih belum bisa diturunkan saat timnya menghadapi Como 1907 dalam giornata 8 Liga Italia 2026-2027. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 20.00 WIB. “Tidak ada pemain yang kembali dari cedera. Jay Idzes masih absen,” ujar Aquilani dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Absennya jay idzes tentu menjadi pukulan bagi Sassuolo. Neroverdi tengah berjuang keluar dari tren buruk. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya menang sekali, bahkan dua kali tumbang dan sekali seri dalam tiga partai terkininya. Keroposnya lini belakang disebut-sebut sebagai penyebab utama, dan kehilangan sosok seperti Idzes jelas memperparah situasi. Sementara itu, Como 1907 datang dengan modal percaya diri. Dalam lima laga terakhir Serie A, I Lariani mencatat tiga kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah. Duel ini pun menjadi krusial bagi kedua kesebelasan dengan misi yang bertolak belakang.
Pengakuan AFC: Bukti Kualitas di Level Asia
Di balik kabar cedera, pengakuan AFC menjadi angin segar. Dalam rilis resminya, AFC menulis, “Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di jantung pertahanan Timnas Indonesia, kapten Jay Idzes telah menjelma menjadi pemain kunci dalam transformasi Tim Garuda menjadi kekuatan yang semakin kompetitif di sepak bola Asia.” Penunjukan ini menempatkan jay idzes sejajar dengan pemain-pemain penting dari negara peserta lain yang dinilai layak diperhatikan selama turnamen berlangsung.
Perjalanan karier pemain kelahiran Mierlo, Belanda, ini memang terbilang impresif. Ia mengawali karier dari akademi PSV Eindhoven pada 2009 dan FC Eindhoven pada 2016, sebelum debut profesional di kasta kedua Liga Belanda pada 2018. Bersama Go Ahead Eagles, ia mencatat 93 penampilan dan menyumbang tiga gol. Lompatan besar terjadi saat bergabung dengan Venezia FC pada 2023, yang membawanya promosi ke Serie A.
| Tahun | Momen Penting |
|---|---|
| 2024 | Pesepak bola Indonesia pertama yang merumput di Serie A (debut melawan Fiorentina) |
| Desember 2024 | Pemain Asia Tenggara pertama yang mencetak gol di Serie A (melawan Juventus) |
| Agustus 2025 | Bergabung dengan Sassuolo, mencatat 38 penampilan |
| Maret 2024 | Debut bersama Timnas Indonesia melawan Vietnam, plus satu gol |
Di tingkat internasional, pemain yang resmi menyandang status WNI pada 2023 ini telah terlibat dalam 18 pertandingan bersama skuad Garuda hingga periode laporan AFC. Statusnya sebagai kapten menunjukkan kontribusinya tidak hanya diukur dari kemampuan bertahan. Ia juga bertanggung jawab menjaga koordinasi antarpemain, mengatur organisasi pertahanan, dan memberikan rasa percaya diri kepada rekan-rekannya saat menghadapi tekanan lawan.
Tantangan Kebugaran Jelang Piala Asia 2027
Meski mendapat pujian, kondisi kebugaran jay idzes tetap menjadi perhatian. Cedera yang dialaminya pada awal musim membuatnya melewatkan tiga pertandingan terakhir Sassuolo. Dampaknya pun terasa di Timnas Indonesia, karena ia tidak dapat mengikuti dua periode FIFA Matchday terakhir yang mencakup enam pertandingan. Absennya pemain dengan peran sentral tentu menjadi tantangan tersendiri. Selain kehilangan kemampuan bertahan, Indonesia juga berpotensi kehilangan sosok pemimpin yang terbiasa mengatur posisi dan menjaga disiplin lini belakang.
Kemampuan membaca permainan serta postur tubuh yang mendukung duel udara menjadikan Idzes salah satu bek yang menyulitkan barisan penyerang lawan. Pengalamannya menghadapi persaingan di level klub Eropa diyakini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menghadapi pertandingan berintensitas tinggi selama Piala Asia 2027. Kesiapan fisik dan proses pemulihan akan menjadi faktor penentu agar ia dapat tampil optimal, sebab kembali bermain saja belum cukup jika kondisi tubuhnya belum mampu menahan jadwal padat.
Dengan segala dinamika yang ada, sosok jay idzes tetap menjadi harapan besar bagi sepak bola Indonesia. Di satu sisi, ia harus segera pulih agar bisa kembali memperkuat Sassuolo dan menjaga peluang timnas. Di sisi lain, pengakuan AFC menjadi bukti bahwa kualitas pemain Indonesia mampu diperhitungkan di pentas Asia. Kini, yang dibutuhkan adalah kesabaran dalam proses pemulihan, disiplin dalam menjaga kondisi, serta dukungan penuh agar sang kapten bisa kembali berdiri tegak di jantung pertahanan Garuda saat Piala Asia 2027 bergulir.
