Jérémy Jacquet: Dari Rennes ke Panggung Dunia, Kok Bisa?
Inforiau – 02 November 2026 | Nama Jérémy Jacquet kini semakin sering diperbincangkan di jagat sepak bola Eropa. Bek tengah muda asal Prancis itu menjadi salah satu sosok kunci di balik gemilangnya Stade Rennais sekaligus mencuri perhatian Liverpool. Perjalanan karier Jérémy Jacquet yang melesat dalam beberapa musim terakhir membuatnya diperhitungkan sebagai salah satu bek masa depan terbaik. Bahkan, mantan pelatih Yassir Zabiri, Mimoun Mokhtari, menyebut nama Jérémy Jacquet sebagai contoh nyata bagaimana pemain muda bisa menembus klub elite Eropa. Hal ini mencuat setelah Rennais disebut-sebut akan kembali beraktivitas besar di bursa transfer musim panas 2027.
Stade Rennais memang dikenal sebagai klub yang piawai mengorbitkan talenta muda. Pada bursa transfer musim panas lalu, klub asal Brittany itu mencatat penjualan fantastis hingga hampir 100 juta euro, dengan 63,60 juta euro di antaranya berasal dari penjualan Jérémy Jacquet. Angka tersebut menandakan bahwa bek kelahiran 2005 itu bukan sekadar pemain pelapis, melainkan aset berharga yang siap bersaing di level tertinggi.
Kepindahan Jérémy Jacquet ke Liverpool menjadi salah satu transfer paling menarik untuk dibahas. Meski sempat diragukan, performa apiknya bersama The Reds membuat para pengamat berbalik arah. Bahkan, mantan penyerang Watford, Troy Deeney, secara terbuka memuji kualitas Jérémy Jacquet. Ia menyebut bek asal Prancis itu sebagai salah satu pemain terbaik musim ini bersama Ronald Araujo. “Saya tidak yakin gaya bermainnya cocok untuk Liverpool, tetapi sejak kedatangannya, ia luar biasa. Bersama Jacquet, mereka adalah dua pemain terbaik musim ini sejauh ini,” ujar Deeney.
Bukan tanpa alasan pujian itu mengalir. Jérémy Jacquet tercatat sebagai salah satu pemain dengan menit bermain tertinggi di Liverpool, hanya kalah dari Virgil van Dijk, Alisson Becker, dan Florian Wirtz. Fleksibilitasnya dalam bermain di posisi bek tengah maupun bek kanan membuatnya menjadi pilihan utama pelatih Andoni Iraola. Statistik menunjukkan bahwa ia telah tampil dalam 13 pertandingan dengan total 872 menit, sebuah capaian impresif bagi pemain muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer Premier League.
Kepercayaan diri Jérémy Jacquet juga terlihat dari kontribusinya dalam duel udara dan kemampuan membaca permainan. Van Dijk sendiri mengakui bahwa agresivitas dan energi yang ditularkan Jacquet sangat membantu tim. “Ketika melihat seseorang seperti Ronald Araujo melakukan tekel dan agresif di waktu yang tepat, semua orang bereaksi dan energi itu benar-benar membantu tim untuk maju,” kata Van Dijk. Meski demikian, pujian tersebut tak lepas dari sosok Araujo yang juga tampil gemilang di lini belakang Liverpool.
Di sisi lain, Stade Rennais tampaknya akan menghadapi tantangan besar pada bursa transfer mendatang. Selain Jérémy Jacquet yang sudah pergi, beberapa pemain muda lainnya seperti Yassir Zabiri dan Esteban Lepaul juga dikabarkan menjadi incaran klub-klub besar. Zabiri, yang sedang dipinjamkan ke Racing Santander, mencetak 8 gol dalam 11 pertandingan Liga Spanyol. Nilainya pun melesat dari 9 juta euro menjadi 20 juta euro hanya dalam empat bulan. Mantan pelatihnya, Mimoun Mokhtari, bahkan yakin Zabiri bisa bergabung dengan Barcelona, Real Madrid, atau Manchester City di masa depan.
Kisah sukses Jérémy Jacquet menjadi bukti bahwa Stade Rennais mampu menjadi batu loncatan menuju klub papan atas Eropa. Dengan penjualan senilai puluhan juta euro, klub asal Brittany itu tidak hanya meraup keuntungan finansial, tetapi juga membangun reputasi sebagai pengasuh talenta muda terbaik di Prancis. Ke depan, bukan tidak mungkin akan semakin banyak pemain muda Rennais yang mengikuti jejak Jérémy Jacquet menuju panggung dunia.
Bagi Liverpool, kehadiran Jérémy Jacquet memberikan dimensi baru dalam pertahanan mereka. Kombinasinya dengan Araujo, Van Dijk, dan Wirtz membuat lini belakang The Reds semakin solid dan sulit ditembus. Jika terus menunjukkan performa konsisten, bukan tidak mungkin Jérémy Jacquet akan menjadi legenda baru di Anfield dan memperkuat tim nasional Prancis di ajang besar mendatang. Yang jelas, perjalanan karier pemuda ini baru saja dimulai, dan dunia sepak bola akan terus menyorotinya.
