JRF 2026 di GBK: 37 Ribu Pelari dari 48 Negara Siap Berlari, dr. Tirta Ingatkan Hal Penting Ini!
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Jakarta kembali menjadi tuan rumah ajang lari bergengsi bertajuk HYDROPLUS Marathon – myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Festival olahraga ini akan berlangsung di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) pada 22-25 Oktober 2026 dan dipastikan diikuti oleh 37.000 peserta dari 48 negara. JRF bukan sekadar perlombaan lari biasa, melainkan sebuah perayaan olahraga yang mempertemukan pelari dari berbagai belahan dunia, sekaligus menjadi panggung bagi para pelari lokal untuk unjuk gigi.
Kategori marathon dan half marathon dalam JRF 2026 telah mendapatkan pengakuan dari World Athletics. Kategori marathon menyandang status World Athletics Label, sementara half marathon bahkan meraih predikat World Athletics Gold Label. Pengakuan ini menempatkan JRF sejajar dengan ajang lari internasional lainnya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari elite maupun amatir.
Salah satu peserta yang antusias menyambut JRF 2026 adalah Romi Falindo, anggota komunitas Topscore Running asal Depok. Setelah tiga tahun rutin berlatih lari dengan jarak mulai dari 5K, 10K, hingga half marathon, pria berusia 34 tahun itu akan mencoba tantangan baru dengan mengikuti kategori HYDROPLUS Marathon sejauh 42,195 kilometer pada 25 Oktober 2026. “Lari itu olahraga yang simpel, tapi dampaknya luar biasa mengubah pola hidup. Yang paling berkesan, lari mengajarkan saya untuk tidak cepat puas dan selalu berani menantang diri sendiri,” ungkap Romi setelah menyelesaikan sesi latihan 5K akhir pekan lalu.
Dalam debut marathon-nya, Romi tidak semata-mata mengejar catatan waktu. Ia ingin mencapai garis finis sebelum batas waktu yang ditentukan atau cut-off time, dengan kondisi tubuh tetap bugar. “JRF adalah panggung yang pas untuk virgin marathon saya. Karena ini yang pertama, target utama saya bukan sekadar waktu cepat, melainkan finish dengan selamat dan bahagia di bawah batas cut off time,” kata Romi.
Persiapan menuju garis finis marathon memang bukan perkara mudah. Selain latihan fisik terstruktur, para pelari juga perlu memperhatikan strategi hidrasi untuk menghindari penurunan elektrolit tubuh. Menyadari hal itu, JRF 2026 menggandeng HYDROPLUS Isotonic Drink sebagai minuman resmi perlombaan. Minuman tersebut mengandung elektrolit seimbang dan Vitamin B Kompleks (B3, B6, B12) yang tidak hanya menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang melalui keringat, tetapi juga membantu memberikan tambahan energi saat berolahraga.
“Persiapan menuju garis finish marathon adalah sebuah perjalanan dedikasi. Ini bukan hanya tentang seberapa jauh kaki melangkah, melainkan bagaimana runners menjaga dan mendengarkan kebutuhan tubuh mereka sepanjang prosesnya,” kata Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza.
Selain itu, kualitas udara Jakarta yang belakangan tidak menentu menjadi perhatian tersendiri menjelang JRF 2026. Dokter sekaligus figur publik dr. Tirta membagikan sejumlah tips bagi para pelari agar bisa mengikuti event lari dengan lebih aman. Dalam unggahan di akun Threads-nya, dr. Tirta menyarankan pelari untuk memeriksa indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI), kelembapan udara, serta suhu pada hari perlombaan. Ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi kenyamanan saat berlari.
“Kualitas udara Jakarta akhir-akhir tidak menentu dan dalam waktu dekat bakal ada event lari JRF. So buat yang lari, ada sedikit tips berguna,” tulis dr. Tirta. “Tips awal: Lari by effort dan cek AQI, humidity dan suhu. Jika mau ngejar personal best pastikan 1. Tubuh fit (tidak dalam keadaan sakit ISPA, demam, dan batuk), 2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi sejak h-5, 3. Pastikan tahu konsekuensi ngepush, jika sudah sesak napas. Segera turunkan pace, 4. Buat yang memiliki riwayat asma dan penyakit jantung sebaiknya checkup dahulu,” lanjutnya.
dr. Tirta juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip run by effort, yaitu menyesuaikan intensitas lari dengan kemampuan tubuh dan kondisi lingkungan, bukan semata-mata mengejar pace yang sudah ditargetkan. “Jika memang AQI gak bagus, suhu hangat dan humid: maka turunkan effort di awal race, agar Heart rate tidak spike terlalu tinggi (terutama bagi peserta HM dan FM),” jelasnya.
JRF 2026 juga tidak hanya ditujukan untuk peserta lomba. Penyelenggara ingin menjadikan ajang tersebut sebagai festival olahraga yang bisa dinikmati masyarakat luas dengan adanya Race Expo JRF 2026. Berbagai kegiatan menarik dan produk olahraga akan hadir di expo tersebut, sehingga masyarakat yang tidak ikut berlari tetap dapat merasakan semarak JRF 2026.
Dengan persiapan matang, pengakuan internasional, serta dukungan dari berbagai pihak, JRF 2026 siap menjadi ajang lari yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh peserta. Bagi para pelari, tetap dengarkan tubuh, perhatikan kondisi lingkungan, dan nikmati setiap langkah menuju garis finis. JRF 2026 bukan hanya tentang rekor waktu, tetapi juga tentang semangat dan dedikasi untuk hidup lebih sehat.
