Jude Bellingham: Dari Nomor 10 Mourinho hingga Ikon Baru Calvin Klein
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Nama Jude Bellingham kembali menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena aksinya di lapangan hijau bersama Real Madrid, tetapi juga karena langkahnya merambah dunia mode. Gelandang muda asal Inggris itu kini resmi menjadi wajah terbaru kampanye pakaian dalam Calvin Klein, sebuah kolaborasi yang langsung memantik reaksi luas di media sosial dan menjadikannya salah satu pesepakbola paling diperbincangkan saat ini.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Calvin Klein dengan pesan singkat yang menggoda: “The next icon. Coming soon.” Dalam cuplikan yang beredar, Jude Bellingham tampil dalam studio minimalis berlatar putih, mengenakan boksers putih ikonik sang merek. Salah satu foto bahkan sengaja memotong bagian wajahnya, sementara sebuah video memperlihatkan gerakan kamera yang menyusuri tubuhnya dari kaki hingga leher. Meski identitasnya sempat disembunyikan, penggemar dan media dengan cepat mengenali sang pemain, antara lain lewat bekas luka di bahu kirinya.
Jejak Operasi yang Menjadi Ciri Khas
Bekas luka tersebut bukan tanpa cerita. Jude Bellingham menjalani operasi pada Juli 2025 untuk mengatasi dislokasi berulang pada sendi bahunya. Masalah itu pertama kali muncul pada November 2023, dan setelah cedera yang berulang, ia memutuskan naik meja operasi demi menyelesaikan persoalan tersebut. Detail kecil inilah yang justru membantu publik mengonfirmasi bahwa sosok dalam kampanye Calvin Klein memang bintang Real Madrid itu.
Kampanye ini bukanlah langkah pertama Jude Bellingham di dunia modeling pakaian dalam. Pada Juni 2024, ia sudah tampil dalam kampanye SKIMS Mens, merek yang didirikan Kim Kardashian, dengan memperagakan koleksi Cotton dan Stretch. Kini, kerja sama dengan Calvin Klein kian memperluas jejak komersialnya di industri fesyen. Strategi pemasarannya pun terbilang agresif, termasuk pemasangan papan reklame raksasa di New York yang menampilkan sebagian tubuhnya tanpa memperlihatkan wajah, sebuah taktik untuk membangun rasa penasaran publik.
Fenomena Atlet sebagai Wajah Merek
Langkah Calvin Klein memilih Jude Bellingham mencerminkan tren yang lebih besar, yakni merek-merek global memburu figur olahraga untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Popularitasnya bersama Real Madrid dan tim nasional Inggris membuatnya mampu menembus batas dunia sepak bola dan merambah budaya pop. Riset menunjukkan bahwa mayoritas penggemar olahraga muda, khususnya di rentang usia 18 hingga 34 tahun, cenderung mempercayai rekomendasi dari para atlet.
Sebelumnya, Calvin Klein juga menggandeng petenis Spanyol Carlos Alcaraz dalam kampanye “Calvins or Nothing” pada 2023, lalu menambahkan pesepakbola Brasil Raphinha pada 2026. Kehadiran Jude Bellingham melengkapi deretan atlet papan atas yang dianggap mampu menjembatani prestasi olahraga dengan gaya hidup modern. Bagi sang merek, kolaborasi ini menjadi cara menjaga produknya tetap relevan dalam percakapan digital.
Peran Baru di Bawah Mourinho
Di sisi lain, karier Jude Bellingham di lapangan juga tengah mengalami transformasi menarik. José Mourinho, yang kembali menangani Real Madrid, memiliki pandangan tegas mengenai posisi ideal sang pemain. Menurut pelatih asal Portugal itu, Bellingham harus bermain dekat dengan gawang karena itulah cara terbaik memanfaatkan kualitasnya. Mourinho pun menempatkannya sebagai nomor 10 klasik dalam skema 4-2-3-1, sebuah peran yang ia jalankan dengan sangat baik.
Sebelumnya, Carlo Ancelotti memakai Jude Bellingham sebagai penyerang bayangan, dengan torehan impresif 23 gol dan 13 assist dalam satu musim. Xabi Alonso, yang sempat menanganinya, menilai sang pemain lebih condong sebagai gelandang, namun tetap mendorongnya bermain lebih dekat ke kotak penalti. Sejak Piala Dunia 2026, baik Thomas Tuchel maupun Mourinho sama-sama menetapkannya di posisi nomor 10, yang ia interpretasikan dengan gaya khas: bergerak luas dan cenderung condong ke sisi kiri.
Kombinasi antara performa apik di lapangan dan daya tarik di luar lapangan menjadikan Jude Bellingham sosok yang sulit diabaikan. Ia bukan sekadar pesepakbola berbakat, melainkan juga ikon budaya yang mampu menghubungkan dunia olahraga dengan industri mode dan gaya hidup.
Dengan karier yang terus menanjak serta portofolio komersial yang semakin luas, Jude Bellingham membuktikan bahwa pengaruh seorang atlet modern tidak lagi terbatas pada prestasi di lapangan. Ia adalah wajah baru yang mendefinisikan ulang peran bintang sepak bola di era digital, tempat sorotan kamera dan kamera iklan sama-sama mengarah padanya.
