Juventus Terhenti di Rennes: Analisis Mendalam Empat Pemain Bianconeri yang Mengecewakan dalam Laga Imbang Dramatis
Inforiau – 05 November 2026 | Juventus harus menerima hasil yang mengecewakan setelah bermain imbang 2-2 melawan Rennes pada matchday ketiga fase liga Liga Europa 2026-2027. Pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Kamis (22/10/2026) malam WIB, menunjukkan sisi lemah dari Bianconeri yang sempat memimpin lebih dulu namun gagal mengendalikan permainan hingga akhir.
Laga dimulai dengan penuh harapan bagi tuan rumah. Zeki Celik berhasil membuka skor pada menit kelima setelah memanfaatkan umpan terobosan Nick Woltemade dengan sempurna. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Rennes merespons dengan cepat dan menunjukkan karakter pejuang yang tidak mudah menyerah. Musa Al-Taamari menyamakan kedudukan pada menit ke-15, diikuti dengan gol penalti Boulaye Dia menjelang akhir babak pertama, membuat tim tamu berbalik unggul 2-1 saat turun minum.
Momentum berganti di babak kedua. Nick Woltemade kembali menjadi penyelamat Juventus dengan mencetak gol penalti pada menit ke-67, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Meskipun Juventus terus memburu gol kemenangan dengan mencatatkan 14 tembakan dalam pertandingan, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Rennes berhasil bertahan dan mempertahankan hasil imbang hingga peluit akhir.
Hasil ini menempatkan Juventus di posisi keempat klasemen Liga Europa dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, sementara Rennes berada di peringkat 13 dengan lima poin. Namun, di balik hasil yang cukup menguntungkan bagi Bianconeri dalam hal poin, terdapat sejumlah pemain yang menampilkan performa jauh dari ekspektasi.
Guglielmo Vicario: Kiper yang Kehilangan Wibawa
Guglielmo Vicario menjalani malam yang sangat mengecewakan di bawah mistar gawang Juventus. Meskipun berhasil melakukan tiga penyelamatan penting untuk menjaga timnya tetap dalam pertandingan, kiper asal Italia itu tetap kebobolan dua kali pada babak pertama, termasuk dari eksekusi penalti Boulaye Dia yang dinilai sangat kritis.
Masalah Vicario bukan hanya sekadar jumlah gol yang bersarang di gawangnya. Ketika Rennes mendominasi permainan dan meningkatkan tekanan sebelum turun minum, ia tidak menunjukkan dominasi dan wibawa yang biasanya terlihat dalam penampilannya. Ketidakmampuannya dalam mengatur pertahanan dan menenangkan barisan belakang menjadi catatan penting untuk evaluasi. Vicario sendiri merasa kecewa karena menganggap Juventus seharusnya mampu meraih kemenangan penuh dalam pertandingan ini, mengingat penguasaan bola yang mencapai 52 persen dan permainan yang lebih dominan.
Federico Gatti: Bek Tengah yang Kesulitan Beradaptasi
Federico Gatti mengalami pertandingan yang sangat sulit dalam menghadapi pergerakan dinamis pemain depan Rennes. Bek tengah Juventus ini terlihat kesulitan dalam mengantisipasi gerakan Musa Al-Taamari dan Boulaye Dia sepanjang pertandingan, menunjukkan ketidaknyamanan yang jelas dalam menjalankan tugasnya.
Ketidakstabilan Gatti semakin terlihat ketika ia menerima kartu kuning pada menit ke-20, sebuah indikasi bahwa ia terus melakukan kesalahan dalam positioning dan timing. Variasi serangan dari Rennes berhasil membuat Gatti terus-menerus dalam posisi yang terdesak. Pelatih Luciano Spalletti akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Gatti sekitar menit ke-60, menggantikannya dengan pemain bertahan yang memiliki mobilitas lebih baik. Keputusan ini jelas menunjukkan bahwa Spalletti membutuhkan pendekatan defensif yang berbeda untuk meredam pergerakan pemain depan lawan.
Lloyd Kelly: Kesalahan Posisi yang Mahal
Lloyd Kelly ditempatkan di sisi kiri dalam formasi tiga bek Juventus dan menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam membantu progresi bola dari lini belakang. Namun, kontribusi positifnya itu terhapuskan oleh kesalahan fatal dalam positioning. Kelly melakukan kesalahan posisi dalam proses terciptanya gol penyama kedudukan Musa Al-Taamari pada menit ke-15, sebuah momen yang menjadi titik balik dalam pertandingan melawan Rennes.
Kesalahan ini menjadi catatan penting bagi Kelly karena menunjukkan kurangnya konsentrasi dan antisipasi dalam menghadapi transisi serangan cepat. Meskipun ia kemudian digantikan pada menit ke-80 ketika Juventus mengubah pendekatan permainan menjadi lebih agresif untuk mencari gol kemenangan, dampak negatif dari kesalahannya sudah terlanjur terjadi dan mempengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Randal Kolo Muani: Penyerang yang Kehilangan Efektivitas
Randal Kolo Muani, penyerang asal Prancis yang seharusnya menjadi ujung tombak penyerangan Juventus, gagal memberikan kontribusi berarti di lini depan. Muani kesulitan menemukan ruang di belakang barisan pertahanan Rennes yang menggunakan lima pemain dengan setup defensif yang sangat rapat dan terorganisir dengan baik.
Ketidakmampuan Muani dalam menciptakan ancaman nyata di depan gawang Rennes menunjukkan bahwa strategi penyerangan Juventus tidak berjalan sesuai rencana. Meskipun Juventus mencatatkan penguasaan bola yang lebih banyak dan melepaskan lebih banyak tembakan dibanding Rennes, efektivitas dalam finishing tetap menjadi masalah utama yang tidak dapat diatasi.
Evaluasi Pertandingan dan Implikasi ke Depan
Pertandingan melawan Rennes mengungkapkan beberapa kerentanan struktural dalam tim Juventus yang perlu segera ditangani. Meskipun lini pertahanan memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Bremer yang melakukan beberapa intervensi penting, keseluruhan unit pertahanan tampak mudah ditembus ketika menghadapi transisi cepat dan pergerakan dinamis dari lawan.
Pelatih Luciano Spalletti akan memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam meningkatkan disiplin taktik timnya. Kegagalan untuk mempertahankan keunggulan awal dan kesulitan dalam mengontrol momentum permainan menunjukkan bahwa Juventus masih memiliki banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal komunikasi antar lini dan positioning defensif.
Nick Woltemade menjadi cahaya terang dalam pertandingan ini dengan menyelamatkan satu poin melalui eksekusi penalti yang tenang pada babak kedua. Namun, satu pemain tidak cukup untuk membawa Juventus menuju kemenangan ketika sejumlah pemain lain menampilkan performa yang jauh di bawah standar.
Hasil imbang 2-2 melawan Rennes mengakhiri laju sempurna Juventus di Liga Europa dan memberikan pesan penting bahwa tidak ada lawan yang mudah dalam kompetisi Eropa ini. Bianconeri harus belajar dari pertandingan ini dan melakukan penyesuaian taktis serta peningkatan mental untuk menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya di Liga Europa 2026-2027. Evaluasi mendalam terhadap performa pemain-pemain yang mengecewakan menjadi kunci untuk memastikan Juventus dapat kembali ke jalur kemenangan dalam pertandingan berikutnya.
