KDM Absen Rakornas TPAKD, Ternyata Ini Alasan Sebenarnya hingga Dicari Presiden Prabowo
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM akhirnya buka suara terkait KDM absen rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ketidakhadiran orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu sempat menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto secara khusus menanyakan keberadaannya di hadapan para kepala daerah yang hadir.
Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo menyapa satu per satu kepala daerah peserta rakornas. Ketika mengetahui Jawa Barat hanya diwakili Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Presiden langsung melontarkan pertanyaan. “Ke mana KDM itu? Yang paling dekat enggak hadir. Pasti sibuk,” ujar Prabowo seperti dikutip dari keterangan resmi.
Isu KDM absen rakornas pun semakin ramai diperbincangkan. Namun, Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak hadir bukan tanpa alasan. Ia mengaku sedang berada di lapangan untuk memimpin langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Sudah Lapor Mensesneg dan Seskab
Dedi menjelaskan bahwa keputusan untuk berada di lokasi kebakaran merupakan arahan prioritas dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia juga telah melaporkan secara resmi kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui pesan WhatsApp.
“Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg. Saya juga sudah lapor ke Pak Seskab,” kata Dedi melalui akun media sosial resminya, Jumat (23/10/2026).
Meski sempat dicari-cari Presiden, alasan KDM absen rakornas ini dinilai masuk akal mengingat situasi darurat bencana yang membutuhkan koordinasi langsung di lapangan. Dedi bahkan mengaku telah berkomunikasi intensif dengan Mensesneg dan Seskab terkait situasi darurat yang bersamaan dengan jadwal pengarahan Presiden.
Api Berhasil Diisolasi
Dalam keterangannya, Dedi memastikan kondisi karhutla di Gunung Ciremai sudah dapat dikendalikan. Api tidak menjalar ke kawasan hutan dan berhasil diisolasi. Total luas lahan yang terdampak kebakaran tercatat sekitar 30 hektare, dengan titik awal kebakaran melanda kawasan hutan bambu seluas kurang lebih dua hektare.
“Penanganan kebakaran hutan di Ciremai sudah berjalan dengan baik. Apinya sudah tidak menjalar ke kawasan hutan, sudah berhasil diisolasi,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemadaman total di medan terjal, Pemprov Jabar berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI, hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Operasi pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter bantuan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Udara, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan.
“Hari ini heli akan segera turun dari Bogor, satu ke Kertajati, dua ke Pangkalan Sukani Majalengka. Dari situ heli akan menggunakan water bombing,” kata Dedi.
1.000 Personel Gabungan Dikerahkan
Selain armada udara, sebanyak 1.000 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan relawan masyarakat dikerahkan untuk mengoptimalkan sekatan serta kanal alami di lereng gunung. Langkah ini dilakukan agar api tidak menjalar lebih luas dan penanganan berjalan komprehensif.
“Hari ini ada 1.000 warga, TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif. Ke depan kalau kanalnya sudah terbangun dengan baik, kanal alamiahnya dioptimalkan, maka kebakaran tidak akan menjalar ke mana-mana,” tambahnya.
Isu KDM absen rakornas menjadi pelajaran bahwa di balik sebuah ketidakhadiran, sering kali ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan. Dedi menegaskan komitmennya untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal meski harus melewatkan agenda penting bersama Presiden.
Presiden Prabowo sendiri dalam arahannya sempat meminta agar gubernur yang tidak hadir dicatat. Namun, ia juga menyampaikan pemakluman karena banyak kepala daerah yang memiliki pekerjaan di daerahnya masing-masing. “Yang tak hadir banyak pekerjaan di situ,” ujar Presiden.
Dengan klarifikasi ini, publik kini memahami bahwa KDM absen rakornas bukan karena alasan sepela. Dedikasi Dedi Mulyadi dalam menangani karhutla di Gunung Ciremai justru menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan semakin solid dalam menghadapi situasi darurat.
