Inforiau – 09 November 2026 | Kabar duka menyelimuti operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Tim SAR Satu meninggal saat kecelakaan heli karhutla di Sungai Barito, demikian diungkapkan Basarnas. Insiden melibatkan helikopter Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM yang digunakan untuk mendukung operasi karhutla.
Basarnas menyatakan satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Informasi awal menyebut helikopter mengalami kecelakaan di kawasan Sungai Barito. Pihak berwenang belum merinci identitas korban maupun kronologi lengkap. Proses evakuasi dan pemeriksaan teknis dilakukan.
Helikopter Super Puma H-225 dikenal sebagai pesawat angkut berat yang sering dipakai untuk misi pemadaman udara, logistik, dan evakuasi. Dalam konteks karhutla, heli berperan mengangkut personel, peralatan, dan air untuk pemadaman. Karena itu, insiden ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan tim di lapangan.
Basarnas bersama instansi terkait melakukan koordinasi. Fokus awal adalah evakuasi korban, pengamanan lokasi, pengumpulan data, dan investigasi penyebab kecelakaan. Masyarakat diminta tidak berspekulasi. Informasi resmi akan disampaikan secara bertahap.
Peristiwa ini menegaskan risiko kerja tim SAR dan awak helikopter dalam operasi karhutla. Keselamatan penerbangan, prosedur operasi, dan kesiapan personel perlu terus dievaluasi. Duka mendalam bagi keluarga korban dan rekan sejawat. Semoga proses evakuasi dan investigasi berjalan lancar, serta operasi karhutla tetap mengedepankan keselamatan.
Editor: Apriyanto
