Kejutan di Paris: Jonatan Christie Tumbang oleh Juniornya Sendiri di French Open 2026
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Kisah pahit kembali menghampiri Jonatan Christie di Arena Grand Paris, Tremblay-en-France, Prancis. Pebulu tangkis unggulan keempat French Open 2026 itu harus mengakui keunggulan juniornya sendiri, Moh Zaki Ubaidillah, pada babak pertama atau 32 besar, Selasa (20/10/2026). Kekalahan Jonatan Christie ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya juga tersingkir di Denmark Open 2026, dan menambah deretan hasil minor yang ia alami pada tur Eropa kali ini.
Dalam duel sesama wakil Indonesia yang berlangsung selama 69 menit itu, Ubed—sapaan akrab Zaki Ubaidillah—menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-17, 21-17. Kemenangan tersebut memastikan pemain berusia 19 tahun asal Sampang, Madura, itu melaju ke babak 16 besar, sekaligus menghentikan langkah Jonatan Christie sejak pertandingan pembuka turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Pertemuan ini terasa istimewa karena menjadi duel pertama Ubed melawan Jonatan Christie di panggung turnamen internasional resmi. Keduanya memang sudah saling mengenal melalui lingkungan pelatnas, tetapi belum pernah berhadapan dalam kompetisi internasional sebelum French Open 2026. Jonatan Christie sendiri sebelumnya sempat menyayangkan hasil undian yang mempertemukannya dengan juniornya terlalu dini.
Jalannya pertandingan memperlihatkan betapa tipisnya jarak di antara keduanya. Pada gim pertama, keduanya saling mengejar poin hingga kedudukan 6-6 dan 9-9. Jonatan Christie kemudian mulai menemukan pijakan berkat ketenangan dan pengalamannya, menjauh menjadi 12-9, lalu merebut lima poin beruntun untuk mencapai 20-14 sebelum menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.
Memasuki gim kedua, Ubed mengubah pendekatan. Ia mengakui sempat terlalu ragu-ragu dan memainkan tempo lambat pada gim pembuka. Dengan meningkatkan kecepatan dan mempercepat tempo permainan, strategi itu membuahkan hasil. Ubed merebut gim kedua dengan skor 21-17 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Ubed kembali mampu menjaga momentum dan keunggulan meski sempat kehilangan sejumlah poin. Ia akhirnya menuntaskan pertandingan dengan skor 21-17, memastikan tiket ke babak 16 besar sekaligus menorehkan kemenangan berharga atas senior yang menjadi salah satu panutannya.
“Alhamdulillah, saya bisa melewati pertandingan ini dengan baik dan meraih kemenangan. Saya mendapat banyak pengalaman dari Koh Jonatan. Kami berdua sama-sama berjuang keras untuk menang,” ucap Ubed seusai pertandingan.
Ubed juga mengungkapkan bahwa hasil kurang memuaskan pada pekan sebelumnya menjadi salah satu motivasinya untuk tampil lebih baik. “Saya tidak mau kalah karena minggu lalu hasilnya kurang bagus. Tadi saya coba untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dengan lebih baik lagi,” jelasnya.
Meski berhasil membuat kejutan, Ubed menyadari penampilannya masih belum stabil. Ia menilai performanya masih naik turun sehingga perlu terus meningkatkan kualitas permainan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Bagi Jonatan Christie, kekalahan ini memperpanjang tren negatif di tur Eropa. Sebelumnya, pada Denmark Open 2026, ia memulai turnamen dengan kemenangan atas jagoan Taiwan Lin Chun-yi dengan skor 21-13 dan 21-14. Namun, di babak 16 besar, langkah Jonatan Christie terhenti oleh juniornya, Alwi Farhan, melalui kekalahan straight game 14-21 dan 9-21. Kini, dua pekan beruntun, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan para pemain muda Indonesia.
Dari sisi peringkat, jarak keduanya memang terpaut jauh. Jonatan Christie saat ini menempati peringkat enam dunia, sementara Ubed berada di posisi 28 dunia. Namun, selisih peringkat itu tidak membuat Ubed minder. Dengan status Jonatan Christie sebagai mantan juara All England 2024 dan Kejuaraan Asia 2024, kemenangan Ubed justru menjadi bukti bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia berjalan menjanjikan.
Kekalahan beruntun dari para junior di Denmark dan French Open 2026 menjadi catatan penting bagi Jonatan Christie untuk segera bangkit. Di sisi lain, hasil ini menjadi panggung bagi Ubed untuk membuktikan bahwa ia layak diperhitungkan di level senior, sekaligus menegaskan bahwa pengalaman tidak selalu menjamin kemenangan di lapangan bulu tangkis. Kini, tantangan berikutnya menanti Ubed di babak 16 besar, sementara Jonatan Christie harus kembali menata langkah untuk menemukan performa terbaiknya.
