Inforiau – 07 November 2026 | Ketua DPR RI Generasi muda hadapi tantangan yang kompleks. Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani saat menyoroti beban yang dihadapi anak muda saat ini. Menurut Ketua DPR RI, generasi muda tidak hanya berhadapan dengan persoalan ekonomi dan lapangan kerja, tetapi juga tekanan sosial, kesehatan mental, serta derasnya perubahan teknologi. Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Puan menilai dinamika global yang berubah cepat membuat generasi muda harus lebih adaptif. Peluang baru memang terbuka, tetapi persaingan juga semakin ketat. Akses terhadap pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, dan pekerjaan layak menjadi kebutuhan mendesak agar anak muda tidak tertinggal.
Ia menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada generasi muda, mulai dari perlindungan sosial, penguatan ekonomi, hingga ruang partisipasi dalam pengambilan keputusan. DPR RI, menurutnya, akan mendorong program yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara konkret, bukan sekadar retorika politik.
Selain itu, kesehatan mental dan literasi digital disebut sebagai isu yang tak bisa diabaikan. Tekanan media sosial, penyebaran informasi keliru, dan ketidakpastian masa depan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat sipil dinilai krusial.
Puan juga menekankan pentingnya dialog lintas generasi agar kebijakan tidak berjarak dari realitas anak muda. Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam proses politik dan pembangunan akan memperkuat legitimasi kebijakan. Dengan begitu, tantangan yang kompleks dapat dijawab melalui kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan nyata.
Puan mengajak generasi muda tetap optimistis dan aktif berkontribusi. Menurutnya, suara anak muda perlu didengar dalam proses pembangunan, termasuk saat merumuskan kebijakan yang berdampak jangka panjang. Tantangan yang kompleks menuntut solusi bersama, bukan jalan pintas.
Editor: Ahmad Syafwan
