Kevin Rowland Kembali ke Wolverhampton, Kenang Laga Kontroversial Millwall dan Derek Dougan
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Musisi legendaris Kevin Rowland, pentolan Dexys Midnight Runners, kembali ke kota kelahirannya, Wolverhampton, untuk tampil di University of Wolverhampton at The Halls pada malam ini. Bagi Rowland, kembalinya ia ke kota ini bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah perjalanan nostalgia yang erat kaitannya dengan klub sepak bola Wolves dan kenangan masa kecilnya, termasuk laga kontroversial melawan Millwall pada 1 April 1967.
Rowland, yang tumbuh sebagai penggemar berat Wolves, telah lama menyisipkan kecintaannya pada klub berjuluk Old Gold itu ke dalam lirik-lirik lagunya. Dalam wawancara eksklusif, ia mengenang masa kecilnya yang nomaden sebagai anak dari orang tua Irlandia, berpindah-pindah antara Mayo, Wolverhampton, dan London. Namun, kenangan tentang Wolves dan Millwall tetap melekat kuat dalam ingatannya.
“Saya ingat pertandingan melawan Millwall pada 1 April 1967. Saat itu Wolves sedang berjuang untuk promosi ke divisi teratas. Derek Dougan hampir mencetak gol, dan kemudian seorang fan Millwall yang menyamar dengan syal Wolves berlari ke lapangan dan meninju Dougan. Kami belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya,” ujar Rowland.
Ia menambahkan bahwa budaya suporter Millwall saat itu sangat berbeda dari klub lain. “Kebanyakan hooligan sepak bola saat itu berusia 14 hingga 18 tahun, tetapi Millwall punya pria-pria dewasa berusia 40-an, tipe pekerja pelabuhan. Mereka berkumpul di sekitar kami. Sungguh menakjubkan melihat budaya seperti itu pada masa itu,” kenangnya.
Rowland juga mengungkapkan kekagumannya pada Derek Dougan, yang dikenal sebagai ‘The Doog’. “Saya sangat menyukai Derek Dougan. Dia adalah bintang Wolves, pencetak gol, dan orang yang menarik. Saya pernah bertemu dengannya di sebuah bar di stasiun Houston, dan dia sangat ramah kepada penggemar. Dia berasal dari Irlandia Utara dan beragama Protestan, tetapi dia tidak pernah terlibat dalam masalah sektarian,” jelas Rowland.
Dougan, yang menjadi ikon Wolves pada era 1960-an hingga 1970-an, membantu klub mencapai final Piala UEFA pada tahun 1972. Rowland mengaku hadir dalam laga bersejarah melawan Tottenham Hotspur tersebut, meskipun ia harus menyelinap masuk ke Molineux karena tidak memiliki tiket. “Saya pergi ke Wolves melawan Tottenham, dimainkan dalam dua leg. Saya harus menyelinap masuk ke Molineux karena tidak punya tiket,” ujarnya.
Kecintaan Rowland pada sepak bola dan Wolves memang luar biasa. Bahkan, ia pernah menyelinap masuk ke babak kedua final Piala Dunia 1966 di Wembley untuk menyaksikan Inggris mengalahkan Jerman Barat. Dalam memoarnya yang berjudul Bless Me Father, ia menggambarkan dengan vivid suasana penggemar pada tahun 1966 dan rasa memiliki sebagai seorang penggemar sepak bola muda.
Kembalinya Rowland ke Wolverhampton malam ini menjadi momen spesial bagi para penggemar Wolves dan juga penggemar musik. Ia akan tampil bersama Dexys Midnight Runners, membawakan lagu-lagu hits mereka, sekaligus merayakan hubungan emosionalnya dengan kota dan klub yang telah membentuk sebagian besar identitasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rowland juga sempat berbicara tentang pengaruh nyanyian fan sepak bola terhadap arah musikalnya. “Saya tidak tahu pasti, tapi saya menyukainya. Saya kira segala hal memberikan pengaruh,” tuturnya. Baginya, sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang orang-orang, nyanyian, dan budaya yang menyertainya.
Dengan kembalinya Kevin Rowland ke Wolverhampton, para penggemar Wolves dan Millwall yang hadir dalam laga bersejarah 1967 itu mungkin akan kembali mengenang momen tersebut. Rowland sendiri mengaku tidak menyimpan program pertandingan atau memorabilia lainnya. “Tidak, saya tidak menyimpan hal-hal seperti itu, bahkan untuk Dexys pun tidak,” pungkasnya.
Konser malam ini diharapkan menjadi ajang reuni bagi Rowland dengan kota kelahirannya, sekaligus menjadi pengingat akan sejarah panjang Wolves dan Millwall yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
