KRC Genk Masih Percaya Keajaiban: "Kenapa Tidak Kami?" Setelah Tekuk Standard 2-1
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Ambisi KRC Genk untuk kembali menancapkan kukunya di papan atas Jupiler Pro League belum pupus. Meski mengawali musim dengan performa naik-turun, kemenangan dramatis 2-1 atas Standard Liege pada pekan kesembilan membuktikan bahwa skuad asuhan Jess Thorup masih menyimpan potensi besar. Kemenangan di Cegeka Arena itu sekaligus mengangkat posisi KRC Genk ke peringkat keenam klasemen dengan koleksi 15 poin.
Laga melawan Standard berlangsung penuh drama. Tim tamu sebenarnya mengancam lebih dulu lewat Dennis Eckert Ayensa pada menit pertama, tetapi justru tuan rumah yang membuka keunggulan melalui Junya Ito pada menit ke-27 setelah kiper Matthieu Epolo gagal mengantisipasi situasi bola mati. Lima menit berselang, pertandingan berubah total ketika Epolo menabrak Rafiu Durosinmi dan, setelah sempat dirawat, diusir wasit karena sebelumnya menyentuh bola dengan tangan di luar kotak penalti. Standard pun harus bermain dengan sepuluh pemain dan mengganti kiper dengan Lucas Pirard.
Keunggulan jumlah pemain nyatanya tak langsung membuat KRC Genk nyaman. Justru Standard menyamakan kedudukan pada menit ke-65 lewat Andi Zeqiri memanfaatkan bola mati. Namun, tekanan tuan rumah akhirnya berbuah pada menit ke-77 ketika Aaron Bibout menyambar bola di depan gawang dan menaklukkan Pirard dengan tendangan voli keras. Kemenangan itu sempat ternoda oleh kartu merah Daan Heymans di masa injury time akibat pelanggaran keras, tetapi tidak mengubah hasil akhir.
Di tengah euforia kemenangan, bek Noah Adedeji-Sternberg menegaskan bahwa timnya menolak menyerah dalam perburuan gelar. “Siapa yang akan menjadi juara? Kenapa tidak kami, Genk? Kami memang tertinggal di klasemen, tetapi masih banyak pertandingan yang harus dimainkan,” ujarnya kepada RTBF. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan bahwa jarak dengan para pemuncak klasemen masih bisa dipangkas seiring bergulirnya kompetisi.
Persaingan di puncak sendiri masih berlangsung sengit. Club Brugge mengoleksi 21 poin dari 24 poin yang tersedia dan masih menjadi favorit utama, sementara Union Saint-Gilloise hanya kehilangan satu poin lebih banyak dan belum terkalahkan. KAA Gent bahkan memimpin dengan 22 poin, meski sempat menunjukkan kerapuhan di ajang Piala dan Liga Europa. Anderlecht tampil inkonsisten, sedangkan KRC Genk bertekad memangkas jarak yang sempat melebar akibat start buruk.
Di sisi lain, ada kisah haru dari mantan pemain muda Genk, Robin Mirisola. Penyerang 19 tahun yang kini dipinjamkan ke OHL itu mengaku sempat meneteskan air mata saat meninggalkan klub masa kecilnya. “Sejujurnya saya meneteskan air mata. Di ruang rapat saya menyampaikan pidato dan mendoakan yang terbaik untuk semua orang,” tuturnya kepada Het Belang van Limburg. Mirisola baru saja mencetak gol pertamanya untuk OHL kontra Lommel dan berharap suatu hari bisa kembali membela KRC Genk.
Kembalinya sosok legendaris Divock Origi ke Cegeka Arena turut mewarnai hari itu. Mantan striker timnas Belgia tersebut memberikan sepak mula bersama ayahnya, Mike. Origi, yang kini berusia 31 tahun, mengaku telah berdamai dengan pensiunnya dari dunia sepak bola profesional dan memilih menekuni dunia mode. “Saya bekerja sama dengan beberapa sekolah mode, termasuk Harvard,” ujarnya kepada DAZN. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa ikatan emosional dengan KRC Genk tak pernah benar-benar putus.
Dengan modal kemenangan atas Standard, Genk selanjutnya akan bertandang ke markas Mechelen. Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ambisi Adedeji-Sternberg dan rekan-rekan untuk ikut dalam perebutan titel bukan sekadar wacana. Kompetisi masih panjang, dan KRC Genk jelas menolak menutup buku perburuan gelar lebih cepat.
Pada akhirnya, kemenangan dramatis ini menjadi sinyal bahwa Genk belum siap menyerah. Kualitas skuad, mentalitas pantang mundur, serta dukungan suporter menjadi modal berharga untuk bangkit. Tantangannya kini adalah mengubah potensi itu menjadi konsistensi nyata di setiap laga, agar pertanyaan retoris “kenapa tidak kami?” benar-benar berbuah kenyataan di akhir musim.
