Kylian Mbappé Cetak Gol ke-15, Real Madrid Menang 3-0 namun Dihantui Kontroversi China
Inforiau – 02 November 2026 | Megabintang Real Madrid, Kylian Mbappé, kembali menjadi sorotan setelah membawa Los Blancos meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Racing Santander di Stadion El Sardinero, Minggu (1/11/2026). Gol pembuka yang ia cetak melalui titik penalti pada menit ke-11 menjadi gol ke-15 Kylian Mbappé di semua kompetisi musim ini, sekaligus gol ke-12 di ajang La Liga. Kemenangan ini menjadi kemenangan keempat beruntun Real Madrid di liga, menjaga asa mereka dalam persaingan gelar bersama Barcelona dan Atletico Madrid.
Penampilan Kylian Mbappé di laga tersebut memang masih menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Selain membuka keunggulan lewat eksekusi penalti yang ia sendiri hasilkan, pemain asal Prancis itu turut andil dalam terciptanya gol kedua Real Madrid yang dicetak Jude Bellingham. Kolaborasi keduanya membuka ruang bagi Bellingham untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-36, Yan Diomande menutup pesta gol babak pertama dengan sepakan voli kerasnya, memastikan Madrid pulang dengan tiga poin penuh.
Meski demikian, ada catatan tersendiri bagi Kylian Mbappé. Ia sempat mendapatkan tiga peluang emas untuk mencetak gol tambahan, namun belum berbuah manis. Sepakan pada menit ke-60 membentur tiang gawang, sementara dua upaya berikutnya masih melayang di atas mistar. Kendati gagal menambah pundi-pundi gol, kontribusi sang bintang tetap memberikan sinyal positif bagi skuad asuhan Jose Mourinho tersebut.
Bayang-Bayang Ballon d’Or dan Kontroversi di Luar Lapangan
Kemenangan di Santander terasa kian berarti karena Kylian Mbappé baru saja melewati pekan yang penuh gejolak. Ia harus puas finis di posisi kedua dalam perebutan Ballon d’Or, kalah tipis 28 poin dari Harry Kane yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Mourinho sendiri mengaku kecewa, namun tetap memberikan penghormatan kepada Kane yang pernah ia latih di Tottenham Hotspur antara 2019 dan 2021.
“Saya mendapat kesempatan istimewa bekerja bersama Harry Kane. Dia pemain top dan profesional hebat. Tentu saja saya frustrasi karena pemain saya tidak menang, namun saya ikut senang untuk Harry,” ujar Mourinho dalam konferensi pers. Ia pun menyebut Kylian Mbappé sebagai sosok yang unik, mengingat pemain seperti Messi, Cristiano Ronaldo, atau Platini telah memenangi Ballon d’Or berkali-kali.
Belum reda kekecewaan tersebut, badai baru kembali menerpa. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Kylian Mbappé tertawa menanggapi meme yang menampilkan pemimpin China, Mao Zedong, yang ia sebut sebagai “diktator China”. Pernyataan itu memicu kemarahan besar, bahkan hingga Kementerian Luar Negeri China angkat bicara. Berbagai merek nasional pun dikabarkan mulai memutus kerja sama dengan sang pemain, berpotensi merugikan dirinya hingga jutaan euro.
Mbappé telah menyampaikan permohonan maaf dalam tiga bahasa, yakni Prancis, China, dan Inggris. Real Madrid serta La Liga turut berupaya meredakan situasi. Namun, langkah tersebut belum cukup memadamkan ketegangan. Stasiun televisi publik China, CCTV, dilaporkan menangguhkan seluruh siaran pertandingan La Liga, termasuk laga Racing Santander kontra Real Madrid.
| Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Gol ke-15 Mbappé | Penalti menit ke-11 melawan Racing Santander |
| Hasil Laga | Real Madrid menang 3-0 |
| Posisi Ballon d’Or | Peringkat 2, selisih 28 poin dari Harry Kane |
| Dampak Kontroversi | CCTV menangguhkan siaran La Liga |
Dampak dari polemik ini tidak hanya dirasakan Real Madrid. Barcelona pun dikabarkan turut menanggung akibatnya, lantaran kemenangan mereka atas Alaves juga tak disiarkan CCTV. Jika situasi ini berlanjut, klub-klub La Liga berpotensi mengalami kerugian ekonomi serius akibat hilangnya pendapatan hak siar.
Di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah, performa Kylian Mbappé di lapangan tetap menjadi oase bagi Real Madrid. Sang penyerang kelahiran 1998 itu membuktikan bahwa badai di luar lapangan tak menyurutkan ketajamannya. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi sekaligus memulihkan citra di mata penggemar, terutama di pasar Asia yang begitu besar.
Kisah Kylian Mbappé musim ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia tampil sebagai mesin gol yang membawa Real Madrid terus bersaing di jalur juara. Di sisi lain, kontroversi di luar lapangan mengancam reputasi serta stabilitas finansial klub dan liga. Bagi Mourinho dan skuadnya, fokus kini tertuju pada upaya menjaga momentum kemenangan, sambil berharap polemik segera mereda. Yang jelas, kiprah Kylian Mbappé akan terus menjadi magnet perhatian, baik karena aksi gemilangnya di lapangan maupun dinamika yang mengiringinya.
Editor: Abuzar Samad
