Lazio vs Parma: Taylor Bersinar, Biancocelesti Kokoh di Puncak Klasemen Serie A
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pertandingan Lazio vs Parma pada pekan kedelapan Serie A 2026/2027 menjadi panggung bagi Kenneth Taylor untuk menunjukkan kelasnya. Bertanding di Stadio Olimpico, Sabtu malam waktu setempat, Lazio vs Parma berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil ini membuat I Biancocelesti semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 22 poin dari delapan laga, catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Laga Lazio vs Parma sejatinya berjalan alot di babak pertama. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga turun minum. Lazio sebenarnya memiliki peluang emas pada menit ke-23 melalui Gustav Isaksen, namun sepakannya membentur tiang gawang. Kiper Parma, Edoardo Corvi, juga tampil gemilang dengan menggagalkan beberapa peluang tuan rumah.
Taylor Pecah Kebuntuan di Babak Kedua
Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-50. Kenneth Taylor, gelandang yang baru pulih dari cedera ringan, mencetak gol indah setelah melakukan aksi solo di sisi kiri. Ia melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang tidak mampu dihalau Corvi dan bersarang di sudut kanan gawang Parma. Gol itu langsung membangkitkan semangat pasukan Gennaro Gattuso.
Delapan menit berselang, Lazio vs Parma kembali berpihak pada tuan rumah. Bek Parma, Diego Carlos, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang, membuat skor berubah 2-0. Parma sempat memperkecil ketinggalan pada menit ke-90+5 melalui Simone Lontani usai memanfaatkan assist Giacomo Fabbian, tetapi waktu tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Statistik Pertandingan Lazio vs Parma
| Kategori | Lazio | Parma |
|---|---|---|
| Gol | 2 | 1 |
| Pencetak Gol | Taylor (50′), Diego Carlos (58′ bd) | Lontani (90+5′) |
| Pelatih | Gennaro Gattuso | Alberto Gilardino |
| Formasi | 4-3-3 | 5-4-1 |
| Penonton | 10.000 | |
Bagi Lazio, kemenangan dalam laga Lazio vs Parma ini melanjutkan tren positif awal musim yang luar biasa. Sebelumnya, tim asuhan Gattuso tampil impresif dengan menghancurkan Juventus 3-0 di Turin. Satu-satunya hasil imbang mereka terjadi saat bermain 2-2 melawan AC Milan. Namun, Lazio masih belum bisa menurunkan Albert Gudmundsson, Nicolo Rovella, dan Adam Marusic yang berkutat dengan masalah kebugaran.
Parma Terus Terpuruk
Di kubu tamu, kekalahan dalam pertandingan Lazio vs Parma ini memperpanjang tren negatif mereka. Parma menelan kekalahan ketiga beruntun sejak Alberto Gilardino menggantikan Carlos Cuesta sebagai pelatih, setelah sebelumnya tumbang 0-3 dari Inter Milan dan Torino. Kondisi skuad pun tidak ideal karena Nesta Elphege absen akibat radang usus buntu, sementara Pontus Almqvist dan Hans Nicolussi Caviglia belum tersedia. Parma kini terpuruk di peringkat ke-19 dengan hanya empat poin.
Hasil Lazio vs Parma juga menegaskan persaingan di papan atas Serie A. Inter Milan membuntuti di posisi kedua dengan 19 poin, disusul Roma dengan 18 poin. Sementara itu, pada laga lain, Como sukses menaklukkan Sassuolo 2-0 berkat dua gol Tasos Douvikas dan naik ke peringkat keempat dengan 17 poin.
Dengan performa konsisten yang ditunjukkan, Lazio tampaknya serius menantang gelar juara musim ini. Kemenangan atas Parma menjadi bukti kedalaman skuad meski beberapa pemain inti masih absen. Kualitas Kenneth Taylor yang kembali fit menjadi tambahan kekuatan berharga bagi lini tengah. Sebaliknya, Parma harus segera berbenah jika tidak ingin terus terjerembab di zona degradasi. Pertandingan Lazio vs Parma malam ini menjadi cermin jelas: sang pemuncak klasemen terus melaju, sementara sang juru kunci kian terbenam.
