Inforiau – 23 Oktober 2026 | Lech Poznań akhirnya memetik hasil positif pertamanya di fase liga Liga Europa 2026/27. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Enea Stadion, Kamis (22/10/2026), Lech Poznań ditahan imbang Sunderland 1-1 dalam laga yang penuh drama. Hasil ini sekaligus mengakhiri rentetan dua kekalahan telak 0-4 yang sebelumnya diderita Kolejorza dari Crystal Palace dan Bayer Leverkusen.
Pertandingan baru berjalan dua menit ketika publik tuan rumah terdiam. Kesalahan fatal dalam membangun serangan berujung pada gol cepat Sunderland. Kiper Mateusz Lis salah mengumpan, bola direbut Nilson Angulo yang kemudian melepas umpan matang kepada Timur Tutierov. Pemain muda itu tanpa kesulitan menaklukkan Lis dari jarak dekat. Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Gol tersebut sempat mengguncang mental para pemain Lech Poznań. Namun, alih-alih tenggelam, pasukan Niels Frederiksen justru bangkit dan menciptakan sejumlah peluang emas. Pablo Rodriguez beberapa kali merepotkan lini belakang Sunderland, sementara Daniel Hakans mendapat peluang emas pada menit ke-16 ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper Robin Roefs. Sayangnya, sepakan Hakans masih melebar. Peluang terbaik Sunderland datang pada menit ke-21 melalui Grant Xhaka dan Malick Fofana, tetapi kiper Lis tampil gemilang dengan dua penyelamatan beruntun.
Memasuki babak kedua, Sunderland yang notabene berada di dasar klasemen Premier League tetap tampil agresif. Meski demikian, Lech Poznań perlahan mengambil kendali permainan. Perubahan taktik yang dilakukan Frederiksen dengan memasukkan Leo Bengtsson dan Luis Palma pada menit ke-62 membuahkan hasil. Pada menit ke-70, Bengtsson yang baru masuk sebagai pengganti berhasil menyambar bola di depan gawang dan menaklukkan Roefs dengan sepakan mendatar ke tiang jauh. Stadion pun bergemuruh. Skor berubah 1-1.
Gol tersebut menjadi titik balik kepercayaan diri tuan rumah. Lech Poznań terus menekan dan nyaris mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang emas terbuang. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 1-1.
Di sisi lain, pelatih Sunderland, Regis Le Bris, mengaku puas dengan performa timnya meski gagal meraih kemenangan. Ia menilai hasil ini sebagai reaksi positif setelah rentetan hasil buruk di Premier League. “Ini adalah reaksi yang tepat. Kami bermain baik melawan Torreense dan Alkmaar juga. Hanya karena kami kalah beberapa pertandingan di Premier League, bukan berarti para pemain atau tim ini lemah. Itu tidak benar,” ujarnya kepada wartawan usai laga. Le Bris juga menyoroti faktor kepercayaan diri yang menurutnya menjadi kunci di balik inkonsistensi timnya.
Bagi Lech Poznań, tambahan satu poin ini terasa sangat berharga. Sebelumnya, mereka menjadi lumbung gol di Liga Europa dengan kebobolan delapan kali tanpa mampu mencetak satu gol pun. Kini, Kolejorza memiliki modal berharga untuk menghadapi laga berat berikutnya melawan Benfica di Portugal. Sementara itu, Sunderland akan menjamu Dinamo Zagreb pada matchday keempat.
Dukungan suporter menjadi sorotan tersendiri dalam laga ini. Sejak sebelum pertandingan, fans Sunderland yang dikenal fanatik terlihat membaur dengan pendukung tuan rumah di transportasi umum, bertukar cerita dan memuji keindahan Kota Poznań. Atmosfer sportif ini menambah semarak pesta sepak bola di Enea Stadion malam itu.
Dengan hasil ini, Lech Poznań masih tertahan di dasar klasemen Grup Liga Europa dengan satu poin dari tiga pertandingan. Meski demikian, semangat dan performa yang ditunjukkan dalam laga melawan Sunderland memberikan harapan baru bagi perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini. Perjalanan masih panjang, dan Kolejorza telah membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan.
