Lucas Da Cunha: Dari Pembelian Murah 700.000 Euro Menjadi Bintang Como dan Timnas Prancis
Inforiau – 05 November 2026 | Como 1907 berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Venezia pada pertandingan pekan kesepuluh Liga Italia 2026-2027, Minggu (1/11/2026) malam di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Gol kemenangan dicetak oleh Lucas Da Cunha melalui eksekusi penalti yang sempurna pada menit ke-43, memastikan skuad asuhan Cesc Fabregas meraih tiga poin berharga.
Pertandingan berlangsung dengan dominasi penuh dari tim tuan rumah sejak menit awal. Como mencatatkan 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang, sementara Venezia hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan satu yang tepat sasaran. Meski demikian, kiper Venezia Filip Stankovic menampilkan performa gemilang dengan berkali-kali mengagalkan peluang emas dari Lucas Da Cunha dan rekan-rekannya.
Terobosan Como akhirnya datang ketika wasit menunjuk titik putih setelah Juan Jesus melakukan tekel keras terhadap Tasos Douvikas di dalam kotak penalti. Lucas Da Cunha yang maju sebagai eksekutor berhasil mengonversi penalti dengan sempurna, menendang bola ke sudut kiri atas gawang dengan kaki kirinya tanpa bisa dijangkau Stankovic. Gol penalti Lucas Da Cunha ini menjadi penentu kemenangan tunggal dalam laga tersebut.
Kemenangan ini memperkokoh posisi Como di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 20 poin, sekaligus melanjutkan tren positif mereka. Sebelumnya, Como telah meraih kemenangan 3-1 atas Torino, dan kemenangan atas Venezia menandai kemenangan keempat beruntun mereka di kompetisi domestik. Hasil ini juga menjaga harapan Como untuk merebut tempat di kompetisi Eropa, kini hanya terpaut dua poin dari Inter di posisi kedua dan lima poin dari pemuncak klasemen Lazio.
Sementara bagi Venezia, kekalahan ini semakin membenamkan mereka di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi tiga poin dari seluruh pertandingan yang telah dijalani. Pelatih Venezia Davide Nicola mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan pemain-pemain seperti Kike Perez, John Yeboah, Toma Basic, dan Richie Sagrado di babak kedua untuk mengejar ketertinggalan, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil.
Pertandingan tersebut juga diwarnai kontroversi ketika wasit sempat menunjuk titik putih untuk Venezia karena insiden handball yang melibatkan Luis Milla. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah perangkat VAR meninjau ulang insiden, dengan kesimpulan bahwa Luis Milla tidak menggerakkan lengannya dan berusaha menjauhkannya dari bola.
Pelatih Como Cesc Fabregas mengakui keberuntungan timnya dalam pertandingan tersebut. Dalam wawancaranya, Fabregas mengatakan bahwa keputusan membatalkan penalti untuk Venezia merupakan hasil dari analisis mendalam oleh para profesional yang memahami aturan permainan lebih baik darinya. Namun, ia juga menekankan bahwa penalti yang diberikan untuk Como jauh lebih jelas, karena jika bola sampai kepada Douvikas tanpa ada sentuhan dari belakang, itu akan menjadi gol.
Fabregas mengakui kesulitan yang dihadapi timnya dalam musim ini, terutama terkait dengan padatnya jadwal pertandingan. Tim Como harus bermain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya tanpa waktu istirahat yang memadai untuk berlatih. Fabregas menjelaskan bahwa para pemain masih belum terbiasa dengan ritme pertandingan yang begitu padat, mengingat mereka baru saja menjadi bagian dari kompetisi Eropa.
Permasalahan cedera juga menjadi tantangan tersendiri bagi Como. Moise Kean diperkirakan akan absen lima minggu akibat cedera, sementara pemain-pemain kunci lainnya seperti Assane Diao, Jesus Rodriguez, Trevoh Chalobah, dan Addai juga sedang mengalami masalah cedera. Ketiadaan pemain sayap murni membuat Tim Como lebih sulit membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan garis rendah, sehingga para pemain harus mencari solusi kreatif di lapangan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Fabregas sangat menghargai mentalitas dan dedikasi timnya. Ia menekankan bahwa menang dalam sepakbola sangat sulit dan pertandingan melawan Venezia sangat penting untuk momentum mereka. Dalam evaluasinya, Fabregas juga memberikan pujian khusus kepada gelandang Samuele Ricci yang tampil mengesankan dengan bermain seperti pemain-pemain besar dalam sejarah sepakbola Italia seperti Francesco Totti dan Andrea Pirlo.
Perjalanan karir Lucas Da Cunha sendiri merupakan kisah sukses yang luar biasa. Pemain berusia 25 tahun yang lahir pada 9 Juni 2001 ini dulunya dijual murah oleh Nice ke Como seharga hanya 700.000 euro pada Januari 2023. Saat itu, Como masih bermain di Serie B Italia. Namun, dengan kepercayaan dan visi taktis dari Cesc Fabregas, Lucas Da Cunha berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di level Eropa.
Transformasi Lucas Da Cunha dimulai ketika Fabregas mengubah posisinya dari winger menjadi gelandang. Awalnya, Lucas Da Cunha bermain sebagai mezzala dalam formasi 4-3-3 dengan hasil yang sangat baik, kemudian berkembang menjadi playmaker di depan lini pertahanan dalam formasi 4-2-3-1. Kepercayaan Fabregas kepada pemain berdarah Portugal dari ayahnya ini membuat Lucas Da Cunha menjadi sosok yang tak tergantikan, bahkan dipercaya menjadi kapten klub.
Prestasi Lucas Da Cunha semakin meningkat ketika ia mendapatkan panggilan pertamanya ke timnas Prancis pada jeda internasional September-Oktober 2026. Pada debut internasionalnya pada 28 September, Lucas Da Cunha bermain hampir penuh dalam kemenangan 1-0 atas Belgia, mengenakan nomor punggung 21. Dalam pertandingan tersebut, Lucas Da Cunha mencatat 97 sentuhan dengan 93 persen umpan sukses, merebut bola sebanyak enam kali, dan hanya tiang gawang yang menggagalkan sebuah gol yang pantas ia dapatkan.
Setelah debut gemilang melawan Belgia, Lucas Da Cunha juga terlibat dalam dua pertandingan pemungkas Prancis, termasuk hasil imbang 1-1 kontra Italia pada 2 Oktober dan kemenangan 4-1 atas Belgia tiga hari kemudian. Dalam pertandingan melawan Belgia yang kedua, Lucas Da Cunha menyumbang satu assist dengan memberikan umpan pendek yang diselesaikan Desire Doue dengan tembakan kaki kiri pada menit ke-77.
Pemanggilan Lucas Da Cunha ke timnas Prancis di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane merupakan pengakuan atas perkembangan pesatnya bersama Como. Bahkan, Zidane sangat mengincar Lucas Da Cunha, dengan pemain ini menjadi salah satu pilihan utama dalam daftar pemain panggilan pertamanya sebagai pelatih tim nasional Prancis. Para suporter Prancis juga memuji performa Lucas Da Cunha, dengan banyak yang bertanya-tanya di media sosial mengapa pemain sebagus ini tidak dipanggil lebih awal oleh pelatih sebelumnya.
Musim panas lalu, Lucas Da Cunha sempat diminati oleh klub-klub besar seperti Napoli dan Atalanta, namun pemain tersebut memilih untuk tetap bersama Como dan bahkan menggandakan komitmennya dengan memperpanjang kontrak hingga 2031. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan Lucas Da Cunha terhadap proyek Como dan kepercayaannya kepada Cesc Fabregas sebagai pelatih yang telah mengubah kariernya.
Ke depannya, Como memiliki jadwal yang sangat padat. Tim akan menghadapi Lens di Liga Champions pada Rabu dengan posisi saat ini di peringkat kesembilan klasemen berkat enam poin dari tiga pertandingan. Setelah itu, Como akan menghadapi laga penting di kompetisi domestik melawan Inter pada Minggu depan. Fabregas menekankan bahwa timnya harus mempertahankan mentalitas dan momentum positif mereka, sambil terus mencari energi dari mana pun untuk memastikan perjalanan mereka di musim ini tetap berjalan dengan baik.
