Makan Bergizi Gratis Bergulir, dari Video Viral Siswa SMA hingga Sorotan Anggaran
Inforiau – 07 November 2026 | Program makan bergizi gratis resmi bergulir di sejumlah sekolah sejak Senin, 6 Januari 2025. Pelaksanaan program ini menyasar murid PAUD hingga SMA dan langsung menjadi perbincangan publik, salah satunya lewat video viral seorang siswa SMA yang memamerkan menu makanannya.
Dalam video TikTok @290707ns, siswa berseragam putih abu-abu memperlihatkan kotak makan berisi nasi, ayam goreng, tumis tahu sawi putih, dan susu. “Dapat makan dari Pak Prabowo nih bray,” ujar siswa dalam unggahan yang ditonton lebih dari 13,4 juta kali itu. Admin akun Gerindra ikut berkomentar, “Besok jangan lupa bawa sambel dari rumah bray.” Video sederhana itu menunjukkan antusiasme siswa terhadap program makan bergizi gratis.
Di Solo, program makan bergizi gratis baru dimulai pada Senin, 13 Januari 2025. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Jebres menyiapkan paket nasi, sayur, ayam goreng, buah, dan susu untuk 2.787 siswa di tujuh sekolah dalam radius 2 km. Wali Kota Solo Teguh Prakosa menyebut pelayanan dilakukan secara bertahap, sementara pihak sekolah menyambut baik karena banyak keluarga masih kesulitan menyiapkan sarapan.
Anggaran program ini tidak kecil. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memperkirakan kebutuhan makan bergizi gratis mencapai Rp1,2 triliun per hari pada 2026, dengan penerima manfaat 82,9 juta orang. Dengan 20–21 hari produksi per bulan, kebutuhan bulanan sekitar Rp25 triliun atau Rp300 triliun per tahun. Hingga 19 Agustus 2025, realisasi baru Rp10,3 triliun dari pagu 2025 Rp71 triliun, dengan 20 juta penerima manfaat.
Uji coba juga dilakukan Pemkot Tangerang dengan dana BOS daerah sebesar Rp17.500 per siswa, termasuk susu. Menu yang diberikan mencakup nasi, sayur, daging cincang, dan pepaya. Tim Dewan Ketahanan Nasional menilai variasi menu sudah baik dan meminta standar gizi dikaji sebelum pelaksanaan penuh.
Namun, kebijakan insentif fiskal Rp1 triliun bagi daerah yang sukses menjalankan makan bergizi gratis dikritik MBG Watch. Pakar kebijakan kesehatan Isnawati Hidayah menilai pengawasan bukan tugas pokok pemerintah daerah. Menurutnya, risiko keracunan makanan tetap ada karena persoalan utama berada pada penyedia makanan internal.
Program makan bergizi gratis memang menjadi janji unggulan, tetapi keberhasilannya bergantung pada tata kelola dapur, standar gizi, dan pengawasan yang tepat. Tanpa perbaikan di sisi penyedia, antusiasme siswa dan besarnya anggaran belum tentu berbanding lurus dengan kualitas layanan.
Editor: Alwira Fanzary
