Marc Pubill di Pusat Sorotan: Kontroversi Handball hingga Minat Transfer Barcelona
Inforiau – 09 November 2026 | Jakarta – Nama Marc Pubill kembali menjadi perbincangan setelah bek Atletico Madrid itu tersangkut kontroversi dalam leg pertama perempat final Liga Champions melawan Barcelona di Camp Nou. Barcelona kalah 0-2 lewat gol Julian Alvarez dan Alexander Sorloth, tetapi keputusan wasit Istvan Kovacs soal dugaan handball Marc Pubill menuai protes keras dari pelatih Hansi Flick.
Flick menilai Pubill seharusnya dihukum penalti dan kartu merah karena sudah mengantongi kartu kuning. Insiden terjadi saat kiper Juan Musso melepaskan tendangan gawang; Pubill menghentikan bola dengan tangan lalu mengulang goal kick. Barcelona merasa permainan sudah berjalan sehingga itu handball. VAR tidak mengintervensi, dan laga tetap 10 lawan 11 setelah kartu merah Pau Cubarsi.
Di luar polemik itu, perjalanan Marc Pubill tergolong menarik. Ayahnya, Ignasi, mengungkapkan Pubill pernah ingin berhenti bermain pada usia 16 tahun karena kejenuhan. Pemandu bakat Levante lalu menemukannya secara tak sengaja, dan kariernya berubah. Dari Almeria, ia pindah ke Atletico Madrid dan dilatih Diego Simeone, yang mengubahnya menjadi bek tengah. Performanya membuka peluang masuk skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
Nama Marc Pubill juga santer di bursa transfer. AC Milan dikabarkan mengalihkan fokus setelah gagal mengejar Guela Doue, dengan harga sekitar 15 juta euro. Barcelona dan Wolverhampton disebut lebih dulu bergerak. Barcelona bahkan masih memasukkan Pubill dalam radar jangka panjang Direktur Olahraga Deco karena dinilai cocok dengan proyek regenerasi skuad.
Sorotan lain datang dari insiden pascapertandingan Arsenal versus Atletico Madrid di Liga Champions. Pubill terlibat keributan setelah mendorong Viktor Gyokeres saat Arsenal merayakan lolos ke final. Gabriel Jesus tampak menampar Pubill, meski keributan segera diredakan pemain lain.
Dengan bauran kontroversi, performa, dan minat klub besar, Marc Pubill kini berada di pusat perhatian. Namun, kualitasnya sebagai bek muda tetap menjadi alasan utama mengapa Barcelona, AC Milan, dan sejumlah klub Eropa memantau perkembangannya.
Editor: Abuzar Samad
