Marco Bezzecchi Nyaris Kejar Marc Marquez, Podium Sprint Sepang Jadi Bukti Ambisi Aprilia
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, tampil sebagai penyelamat muka pabrikan Noale di tengah hiruk-pikuk MotoGP Sprint Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang. Start dari posisi kelima, Marco Bezzecchi finis ketiga dan menjadi pembalap Aprilia terbaik di lintasan, sekaligus menegaskan posisinya sebagai ujung tombak proyek Aprilia musim ini.
Balapan sprint berlangsung keras sejak tikungan pertama. Cuaca yang sempat diguyur gerimis membuat aspal Sepang licin dan suhu permukaan membara, menciptakan kondisi yang menuntut kalkulasi cermat. Marco Bezzecchi mengaku awal balapan sangat melelahkan karena banyak duel intensif. Ia memilih bermain aman di posisi kelima, menyimpan tenaga, lalu menaikkan tempo di fase akhir.
Strategi itu terbukti jitu. Memasuki lap-lap penutup, pembalap berusia 27 tahun tersebut berhasil menyalip rekan senegara di Aprilia, Ai Ogura, yang membela Trackhouse. Manuver tersebut mengantar Marco Bezzecchi ke podium, memanfaatkan pula insiden yang menimpa pemimpin balapan, Alex Marquez, yang terjatuh di tikungan 14 pada lap ketiga.
“Balapannya benar-benar sangat, sangat berat di awal dengan banyak pertarungan intensif. Saya lalu stabil di posisi kelima. Saya tahu masih bisa menyimpan sesuatu untuk akhir balapan, dan saya mempersiapkannya,” ujar Bezzecchi seusai lomba.
Namun ambisi Marco Bezzecchi tak berhenti di podium. Ia mengaku sempat berencana melancarkan serangan kepada pemimpin klasemen dunia, Marc Marquez, yang finis kedua. Sayangnya, waktu tidak berpihak. Serangan yang direncanakan datang terlambat sehingga ia harus puas di posisi ketiga.
Dominasi Acosta dan Drama Sepang
Pedro Acosta dari KTM keluar sebagai pemenang sprint setelah tampil tanpa cela. Pembalap muda Spanyol itu memanfaatkan kekacauan di depan, termasuk crash Alex Marquez yang sebelumnya memulai balapan dari pole position. Marc Marquez, yang memilih bermain aman di kondisi berisiko, finis kedua dan makin kokoh di puncak klasemen.
Hasil sprint Sepang memperlihatkan peta kekuatan yang menarik:
| Posisi | Pembalap | Tim |
|---|---|---|
| 1 | Pedro Acosta | KTM |
| 2 | Marc Marquez | Ducati |
| 3 | Marco Bezzecchi | Aprilia |
| 4 | Ai Ogura | Trackhouse |
| 5 | Fabio Di Giannantonio | Ducati |
| 6 | Francesco Bagnaia | Ducati |
Absennya Jorge Martin menjadi pukulan bagi Aprilia. Pembalap Spanyol itu memutuskan mundur dari GP Malaysia untuk memulihkan cedera retak tulang pengumpil yang dideritanya di Australia. Keputusan tersebut diambil setelah sesi latihan pagi karena ia tidak merasa punya kendali penuh atas motornya.
“Saya memutuskan berhenti, ini risiko bagi saya, saya tidak punya kontrol 100 persen atas apa yang terjadi pada motor. Kejuaraan memang menjauh, tetapi saya akan berusaha sampai akhir,” kata Martin.
Tanpa Martin, Marc Marquez kini unggul 19 poin di klasemen. Jika pada balapan panjang Minggu nanti ia mampu meraih setidaknya 18 poin, maka match point gelar pertama akan terbuka pada seri berikutnya di Qatar.
Peran Sentral Bezzecchi bagi Aprilia
Podium di Sepang kian mengukuhkan Marco Bezzecchi sebagai figur utama proyek Aprilia. Di tengah badai cedera yang menerpa Martin, konsistensi Bezzecchi menjadi penopang moral tim pabrikan. Ia tidak hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga cerdas mengelola balapan di kondisi ekstrem.
Kemampuan membaca situasi menjadi kunci. Ketika sebagian pembalap memilih masuk pit untuk berganti motor dengan ban basah, Bezzecchi tetap bertahan dan memaksimalkan cengkeraman ban slick hingga lap-lap akhir. Keputusan itu terbukti tepat ketika hujan hanya turun ringan di beberapa tikungan.
Dengan performa semacam ini, Marco Bezzecchi membuktikan bahwa Aprilia memiliki modal kuat untuk bersaing di jajaran terdepan, bukan sekadar pelengkap papan tengah. Podium di Sepang menjadi sinyal bahwa pembalap Italia itu siap menjadi ancaman serius di sisa musim.
Sisa akhir pekan di Malaysia akan menjadi ujian berikutnya. Balapan panjang pada hari Minggu menuntut strategi ban dan kebugaran ekstra di tengah panas menyengat. Jika Marco Bezzecchi mampu mengulangi performa apiknya, bukan tidak mungkin ia kembali menempel ketat duo Marquez dan memperlebar peluang Aprilia di klasemen konstruktor.
Yang jelas, sepak terjang Bezzecchi di Sepang menegaskan satu hal: ia bukan lagi pembalap yang puas berada di belakang. Ambisi menyerang Marc Marquez, meski gagal terwujud karena waktu habis, adalah bukti mentalitas juara yang mulai tumbuh dalam diri pembalap bernomor 72 tersebut.
