Miss Universe 2026 Memanas: San Juan Jadi Panggung, Asia Tenggara Hanya Kirim Tiga Wakil
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Perhelatan Miss Universe 2026 semakin mendekat dan menjadi sorotan dunia. Ajang kecantikan paling bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di San Juan, Puerto Riko, pada 15 hingga 25 November 2026, dengan sekitar 120 finalis dari berbagai negara siap memperebutkan mahkota. Namun, di balik kemegahan panggung, dinamika kontestasi tahun ini menyimpan sejumlah cerita menarik, mulai dari absennya sejumlah negara besar hingga persiapan para finalis yang kian matang.
Asia Tenggara Hanya Diwakili Tiga Negara
Salah satu fakta paling mencolok dari Miss Universe 2026 adalah minimnya perwakilan dari Asia Tenggara. Dari kawasan yang biasanya mengirim banyak wakil, hanya tiga negara yang memastikan partisipasi, yakni Filipina, Kamboja, dan Myanmar. Sementara itu, Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Laos, dan Singapura memutuskan absen tahun ini.
Filipina menurunkan Bea Millan-Windorski, yang langsung disebut sebagai salah satu kandidat kuat. Ia bukan nama baru di dunia pageant, karena sebelumnya telah berkompetisi di Miss Earth 2024. Pengalaman itu membuatnya dipandang sebagai ancaman serius bagi kontestan lain di Miss Universe 2026.
Kamboja mempercayakan tiket kepada Than Rthna, yang baru dimahkotai pada 20 September 2026 setelah mengungguli 21 finalis lain di Miss Universe Kamboja 2026. Meski waktu persiapannya hanya sekitar satu bulan, ia diyakini mampu tampil maksimal dan mengulang pencapaian Davin Prasath yang masuk 30 besar pada 2024.
Adapun Myanmar diwakili May Grace Parry, aktris dan model yang memiliki basis penggemar kuat. Myanmar berharap May dapat mengulang prestasi Thuzar Wint Lwin yang menembus 21 besar pada 2021.
Konflik Lisensi di Balik Absennya Sejumlah Negara
Absennya enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Singapura, tidak lepas dari perselisihan lisensi yang masih berlangsung. Miss Universe Singapore 2026, Vion Erico Tan, mengaku sangat kecewa karena batal tampil di Miss Universe 2026. Melalui unggahan Instagram pada 21 Oktober 2026, ia menyebut kabar tersebut sangat memukul dan membutuhkan waktu untuk memprosesnya.
Bagi Vion, kesempatan itu bukan sekadar soal mahkota, melainkan peluang memperkenalkan budaya Singapura ke panggung dunia. Organisasi Miss Universe Singapore menyatakan dukungan dan memastikan Vion tetap menyandang gelar Miss Universe Singapore 2026, dengan harapan dapat tampil di edisi berikutnya.
Jasmine Blandford dan Kontroversi Representasi
Dari kawasan Amerika Latin, nama Jasmine Blandford mencuri perhatian. Model berdarah Nikaragua ini ditunjuk secara langsung pada 4 September 2026 di Miami, tanpa melalui proses seleksi terbuka. Keputusan tersebut memicu perdebatan di media sosial, terutama soal tempat kelahirannya di Amerika Serikat dan penggunaan bahasa Inggris dalam pidato penerimaannya.
Blandford membela komitmennya terhadap Nikaragua dan berjanji membuktikannya melalui tindakan. Ia juga menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan dari wilayah pesisir Karibia. Dengan tinggi 1,80 meter dan pengalaman di Miami Swim Week, ia bertekad melanjutkan tren positif Nikaragua di Miss Universe 2026 setelah kemenangan Sheynnis Palacios pada 2023.
Panggung Kamboja untuk Miss Teen Universe 2026
Di sisi lain, Kamboja justru menjadi tuan rumah Miss Teen Universe 2026 yang berlangsung 19 hingga 26 Oktober 2026 di Phnom Penh. Sebanyak lebih dari 30 negara ambil bagian, dan Miss Teen Universe Cambodia 2026, Lim Laura, tampil memukau dengan kostum nasional bertema tari Chaiyam. Penampilannya menuai pujian dan menunjukkan kekayaan budaya Kamboja di panggung internasional.
Persaingan Menuju Malam Final
Dengan komposisi peserta yang unik serta dinamika lisensi yang masih hangat, Miss Universe 2026 diprediksi menjadi edisi yang penuh kejutan. Ketiga wakil Asia Tenggara membawa pengalaman dan catatan prestasi berbeda, sementara sejumlah kandidat dari Amerika Latin dan kawasan lain terus mematangkan persiapan.
Bagi para penggemar pageant, malam final di San Juan pada 25 November 2026 nanti akan menjadi momen penentuan siapa yang layak menyandang mahkota. Sampai saat itu tiba, berbagai persiapan, strategi, dan cerita di balik layar akan terus menjadi perbincangan hangat. Yang pasti, Miss Universe 2026 bukan sekadar kompetisi kecantikan, tetapi juga panggung diplomasi budaya dan representasi identitas negara di mata dunia.
