Morgan Rogers Bersinar di Anfield, tapi Chelsea Harus Menelan Pil Pahit dari Liverpool
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Nama Morgan Rogers kembali menjadi sorotan dalam drama babak keempat Carabao Cup antara Liverpool dan Chelsea di Anfield. Pemain muda Chelsea itu tampil gemilang dengan mencetak gol pembuka lewat titik putih, namun kegemilangan Morgan Rogers tak cukup menyelamatkan The Blues dari kekecewaan setelah tersingkir melalui adu penalti dengan skor 6-5.
Pertandingan yang digelar Kamis dini hari WIB tersebut berjalan dramatis sejak awal. Chelsea mendapat hadiah penalti pada menit ke-40 setelah Ryan Gravenberch melakukan pelanggaran terhadap Moises Caicedo. Morgan Rogers maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengecoh kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Tiga menit berselang, giliran Liverpool yang mendapatkan penalti setelah Wesley Fofana melakukan handball dalam situasi sepak pojok. Cody Gakpo mengeksekusi dengan sempurna, mengarahkan bola ke pojok bawah gawang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang bertahan hingga 90 menit usai, memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.
Duel Taktik yang Menegangkan
Babak kedua menyajikan pertarungan taktik yang sengit. Blok pertahanan menengah Chelsea berhasil menyulitkan permainan posisional Liverpool, meski anak asuh Xabi Alonso kesulitan mengubah penguasaan bola sebesar 48 persen menjadi peluang berbahaya secara berkelanjutan. Di sisi lain, kiper muda Chelsea, Mike Penders, tampil solid dengan tiga penyelamatan penting yang menjaga timnya tetap dalam persaingan.
Di lini pertahanan, Chelsea tampil tangguh dengan memenangi 53 duel berbanding 37 milik Liverpool. Wesley Fofana mencatatkan 18 intervensi defensif, terbanyak dalam pertandingan, termasuk tiga tekel dan sembilan duel. Sayangnya, soliditas pertahanan itu tak mampu dimanfaatkan untuk meraih kemenangan dalam waktu normal.
Adu Penalti yang Menentukan
Adu penalti menjadi ujian mental dengan taruhan besar. Pedro Neto, Morgan Rogers, Romeo Lavia, Jordan Henderson, dan Levi Colwill berhasil mengeksekusi penalti mereka, sementara Valentin Barco dan Emmanuel Emegha gagal mencetak gol. Momen penentu tiba ketika Wesley Fofana mendapat giliran pada fase sudden death. Kegagalan bek tersebut memastikan kemenangan Liverpool dan satu tempat di perempat-final.
Penampilan Morgan Rogers sendiri menuai pujian. Ia menunjukkan ketenangan luar biasa dari titik putih dan menjadi salah satu pemain paling menonjol di lini serang Chelsea sepanjang laga. Meski demikian, kegagalan kolektif di adu penalti membuat performa apik Morgan Rogers sirna tanpa hasil.
Bayang-Bayang Kekalahan dari Tottenham
Kekalahan ini menambah tekanan bagi Chelsea yang sebelumnya juga menelan kekalahan 0-2 dari Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada pekan kedelapan Premier League. Dalam laga panas tersebut, Morgan Rogers sempat menjadi sorotan setelah terlibat tekel keras terhadap Conor Gallagher yang dinilai legenda Manchester United, Gary Neville, seharusnya berbuah kartu merah.
Neville menilai hukuman kartu kuning yang diterima Morgan Rogers tidak sebanding dengan pelanggaran yang terjadi. Ia pun mendesak pelatih Xabi Alonso untuk bertindak tegas demi mengembalikan kendali tim. Sementara itu, kapten Chelsea Moises Caicedo meminta rekan-rekannya segera berbenah dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Bagi Chelsea, tersingkirnya tim dari Carabao Cup menjadi pukulan tersendiri di tengah upaya membangun konsistensi. Performa apik Morgan Rogers di Anfield setidaknya menjadi secercah harapan bahwa kualitas individu di skuad The Blues masih bisa diandalkan. Kini tugas Alonso adalah memastikan para pemainnya mampu mengubah momen individu menjadi hasil kolektif yang nyata, terutama saat menghadapi laga-laga krusial berikutnya.
