Napoli vs Roma: Duel Taktik De Bruyne dan Malen di Maradona, Siapa yang Akan Berjaya?
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pertandingan bertajuk napoli as roma diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Serie A musim ini. Duel antara Napoli dan AS Roma di Stadion Diego Armando Maradona tidak hanya soal gengsi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian taktik antara dua pelatih top: Massimiliano Allegri dan Gian Piero Gasperini. Laga ini akan menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Italia, terutama dengan kehadiran bintang-bintang seperti Kevin De Bruyne dan Donyell Malen yang tengah dalam performa terbaik.
Napoli, yang baru saja meraih kemenangan penting atas Bodo/Glimt dengan skor 4-3, tengah mencari konsistensi. Allegri disebut-sebut akan kembali mengeksplorasi peran baru untuk Kevin De Bruyne sebagai regista, atau gelandang bertahan yang mengatur serangan dari lini belakang. Eksperimen ini sempat diterapkan saat melawan Bodo/Glimt dan berhasil menciptakan tujuh peluang emas. De Bruyne, yang biasanya bermain lebih dekat ke kotak penalti lawan, kali ini diminta untuk turun lebih dalam, mengamati pergerakan pemain, dan mendistribusikan bola dari tengah. Perubahan peran ini diharapkan dapat memberi Napoli opsi tambahan dalam membangun serangan, terutama mengingat padatnya jadwal dan kelelahan yang dialami Stanislav Lobotka.
Dalam konferensi pers jelang laga, Allegri menyatakan keyakinannya bahwa De Bruyne memiliki kualitas untuk bermain di posisi tersebut. “De Bruyne adalah pemain dengan visi luar biasa. Dia bisa bermain di mana saja di lini tengah. Kami mencoba memberinya peran baru, dan dia merespons dengan baik. Ini bisa menjadi senjata tambahan bagi kami,” ujar Allegri. Namun, keputusan untuk tetap memainkan De Bruyne sebagai regista juga bergantung pada kondisi Lobotka. Jika Lobotka kembali bugar, Allegri mungkin akan mengembalikan De Bruyne ke posisi aslinya.
Di kubu Roma, Gasperini diprediksi akan menurunkan formasi menyerang dengan Donyell Malen sebagai ujung tombak. Malen, yang telah mencetak 9 gol dalam 9 pertandingan di semua kompetisi, menjadi andalan lini depan Giallorossi. Ia juga memiliki rekor bagus di Maradona, setelah mencetak dua gol pada pertemuan sebelumnya. Absennya beberapa pemain kunci seperti Svilar, Koné, Pellegrini, dan Dybala membuat Gasperini mengandalkan pengalaman Bryan Cristante sebagai trequartista, didukung oleh Soulé dan Wesley di sayap. Pertahanan Roma yang tangguh—hanya kebobolan 3 gol dalam 7 laga liga—akan menjadi ujian berat bagi lini serang Napoli.
Menariknya, laga napoli as roma ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Rasmus Hojlund, striker Napoli yang tengah paceklik gol. Hojlund, yang dibeli dengan harga mahal, baru mencetak dua gol musim ini dan terakhir mencetak gol pada giornata ketiga melawan Inter. Ia diharapkan bisa memanfaatkan peluang melawan Roma, meskipun pertahanan Roma terkenal solid. Sementara itu, Malen justru tengah on fire. Perbandingan antara kedua striker ini menjadi salah satu narasi menarik dalam laga nanti.
Legenda Napoli dan Roma, Andrea Carnevale, memberikan pandangannya. Menurutnya, Roma lebih diunggulkan karena memiliki Gasperini, yang ia sebut sebagai pelatih terbaik saat ini. “Gasperini adalah pelatih modern, berani, dan timnya selalu agresif. Roma akan memberikan tekanan tinggi dan bermain menyerang. Saya pikir Roma akan menang, tetapi Napoli tidak bisa diremehkan karena mereka punya skuad berkualitas,” ujar Carnevale. Ia juga menyoroti perubahan pelatih di Napoli yang membuat Allegri masih beradaptasi dengan karakter pemain.
Dari sisi taktik, pertandingan napoli as roma ini akan sangat bergantung pada kemampuan De Bruyne dalam mengatur tempo dan menemukan celah di pertahanan Roma yang rapat. Jika De Bruyne mampu beroperasi dengan baik sebagai regista, Napoli bisa mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang. Sebaliknya, Roma akan mengandalkan serangan balik cepat melalui Malen dan Soulé, serta ketenangan Cristante dalam mengatur serangan dari lini kedua. Gasperini dikenal gemar menerapkan pressing tinggi, sehingga Napoli harus siap menghadapi tekanan sejak menit awal.
Selain itu, laga ini juga akan menjadi ujian bagi lini belakang Napoli dalam mengantisipasi pergerakan Malen. Bek-bek Napoli harus waspada terhadap kecepatan dan insting gol pemain asal Belanda tersebut. Di sisi lain, Hojlund perlu memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk membuka keran golnya. Dukungan dari pemain seperti McTominay dan gelandang lainnya akan sangat penting.
Secara keseluruhan, napoli as roma diprediksi berjalan ketat. Kedua tim memiliki motivasi tinggi: Napoli ingin bangkit dan membuktikan diri di hadapan pendukung sendiri, sementara Roma ingin terus menempel puncak klasemen dan menjaga momentum positif. Pertarungan di lini tengah antara De Bruyne dan Cristante akan menjadi kunci. Siapa pun yang mampu menguasai area tersebut berpeluang besar memenangkan pertandingan.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Allegri dan Gasperini dalam adu taktik. Allegri yang dikenal pragmatis akan berusaha memanfaatkan kreativitas De Bruyne, sementara Gasperini dengan gaya menyerangnya akan mencoba menekan sejak awal. Kedua pelatih memiliki rekam jejak yang mumpuni, sehingga laga ini dipastikan berjalan seru.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, napoli as roma akan menjadi tontonan wajib. Selain karena nama besar kedua klub, juga karena kehadiran pemain-pemain kelas dunia yang bisa membuat pertandingan berjalan menarik. Jangan lewatkan aksi De Bruyne, Malen, dan Hojlund dalam duel sengit di Maradona. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Kita tunggu saja.
Editor: Abuzar Samad
