Nashville SC Samai Rekor Poin Messi, Surridge Jadi Pahlawan di Menit 91
Inforiau – 02 November 2026 | Nashville SC kembali mencuri perhatian di Major League Soccer (MLS) 2026. Dalam laga dramatis melawan New York Red Bulls di GEODIS Park, Senin (2/11/2026) waktu Indonesia, nashville sc bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2 berkat gol Sam Surridge di menit pertama injury time. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menyamai rekor poin tertinggi dalam satu musim MLS yang sebelumnya dipegang Inter Miami milik Lionel Messi.
Pertandingan berjalan tak terduga. New York Red Bulls unggul lebih dulu melalui Julian Hall pada menit ke-34 setelah memanfaatkan umpan Adri Mehmeti. Enam menit berselang, Rafael Mosquera menggandakan keunggulan tim tamu usai menerima assist Cade Cowell. Sebelumnya, Cowell sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-19, sebuah momen yang ternyata menjadi titik balik.
Nashville SC yang mendominasi penguasaan bola hingga 61 persen akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-45 melalui gol bunuh diri Tim Parker. Di babak kedua, tekanan tuan rumah berbuah hasil ketika Julian Bazán juga mencetak gol ke gawangnya sendiri pada menit ke-78, membuat skor menjadi 2-2. Gol kemenangan akhirnya lahir dari kaki Sam Surridge pada menit ke-91 setelah memanfaatkan umpan Cristian Espinoza.
Bagi nashville sc, kemenangan ini terasa istimewa. Tim asuhan B.J. Callaghan tersebut kini mengoleksi 74 poin, menyamai rekor poin tertinggi dalam satu musim MLS yang dicatat Inter Miami pada 2024 silam. Dengan satu pertandingan tersisa melawan FC Cincinnati di TQL Stadium, Nashville SC berpeluang menjadi pemegang rekor tunggal jika mampu meraih minimal satu poin.
Pelatih B.J. Callaghan mengaku bangga dengan mentalitas timnya. “Kami tidak pernah menyerah. Para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Gol bunuh diri memang menguntungkan, tetapi kerja keras kami sepanjang laga pantas mendapat hasil ini,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Sementara itu, New York Red Bulls harus menelan pil pahit. Meski tampil agresif dan sempat unggul dua gol, mereka gagal mempertahankan keunggulan. Pelatih Michael Bradley menyoroti kurangnya konsentrasi di lini belakang. “Kami kehilangan fokus di momen-momen krusial. Dua gol bunuh diri jelas merugikan kami. Namun, saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain,” kata Bradley.
Statistik pertandingan menunjukkan keseimbangan. Nashville SC melepaskan 21 tembakan (7 tepat sasaran) dan mendapatkan 12 tendangan sudut, sedangkan New York Red Bulls mencatat 14 tembakan (4 tepat sasaran) dan 3 tendangan sudut. Menariknya, expected goals (xG) kedua tim hampir identik: 2,92 untuk Nashville dan 2,93 untuk New York. Kiper New York, Carlos Coronel, melakukan 6 penyelamatan, sementara kiper Nashville, Joe Willis, hanya perlu dua kali menyelamatkan gawangnya.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan nashville sc menjadi enam laga beruntun, dengan rincian empat kemenangan dan dua hasil imbang. Dalam rentang tersebut, mereka juga mencatat kemenangan besar atas Sporting Kansas City (4-0) dan Austin FC (4-1).
Bagi Surridge, gol ke gawang Red Bulls menambah koleksi golnya menjadi 18 di liga musim ini, menyamai torehan Bouanga, White, dan Yeboah, serta menempatkannya di peringkat kedelapan daftar top skor. Espinoza sendiri tampil impresif dengan menciptakan 8 peluang dalam 89 menit dan mendapat rating 7,7.
Dengan satu laga tersisa, nashville sc berada di ambang sejarah. Jika berhasil meraih setidaknya satu poin di markas FC Cincinnati, mereka akan mengunci rekor poin tertinggi sepanjang sejarah MLS. Cincinnati sendiri sedang berjuang untuk posisi playoff, sehingga laga nanti diprediksi berjalan sengit.
Keberhasilan Nashville SC musim ini tidak lepas dari konsistensi dan kedalaman skuad. Kombinasi pengalaman dan energi pemain muda membuat mereka sulit dikalahkan. Dukungan suporter di GEODIS Park juga menjadi faktor penting dalam momentum comeback melawan Red Bulls.
Dengan performa apik dan mental juara yang ditunjukkan, nashville sc layak dijagokan sebagai kandidat kuat juara MLS 2026. Namun, semua bergantung pada hasil akhir di Decision Day nanti. Yang pasti, nama Nashville SC kini sejajar dengan tim-tim besar MLS, termasuk Inter Miami milik Messi.
