Neymar Diusir gegara 'Tutup Mulut', Santos Bangkit Dramatis di Menit Akhir Lawan Bahia
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Laga panas tersaji di Vila Belmiro ketika Santos menjamu Bahia pada pekan ke-32 Campeonato Brasileiro Serie A, Sabtu (24/10/2026) malam waktu setempat. Pertandingan yang diguyur hujan deras itu berakhir imbang 1-1, namun drama yang terjadi jauh lebih menarik daripada sekadar skor akhir. Santos harus bermain dengan sepuluh orang setelah Neymar diusir wasit, tetapi mampu menyelamatkan satu poin lewat gol dramatis di menit-menit akhir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Santos langsung mengambil inisiatif menyerang. Belum genap sepuluh detik, Álvaro Barreal melepaskan umpan silang rendah dari sisi kiri yang diteruskan Gabigol, lalu Philippe Coutinho melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Sayang, kiper Ronaldo masih sigap mengamankan bola. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tuan rumah, tetapi justru Bahia yang lebih dulu memecah kebuntuan.
Pada menit ke-37 babak pertama, Luciano Juba mencetak gol indah yang membungkam publik Vila Belmiro. Sebelumnya, wasit Sávio Pereira Sampaio sempat berdiskusi dengan kedua kapten tim mengenai kemungkinan penghentian laga karena genangan air di lapangan akibat hujan lebat. Namun, para pemain memilih melanjutkan pertandingan.
Kartu Merah Neymar Mengubah Jalannya Laga
Pergantian babak membawa momen paling kontroversial dalam pertandingan ini. Neymar, kapten sekaligus bintang utama Santos, diusir wasit tepat sebelum babak kedua dimulai. Sang pemain menerima kartu merah karena menutup mulutnya saat berdebat dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor, sebuah insiden yang dikaitkan dengan penerapan aturan yang dikenal sebagai “Lei Vini Jr.” Neymar tampak kecewa dan sempat memprotes keras keputusan tersebut sebelum meninggalkan lapangan.
Insiden itu sempat memicu ketegangan. Neymar bahkan dikabarkan mengancam akan menghampiri Nestor. Di sisi lain, kubu Bahia menilai insiden tersebut sebagai bentuk provokasi yang tidak pantas. Kehilangan Neymar jelas menjadi pukulan berat bagi Santos yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan.
Meski bermain dengan sepuluh orang, semangat para pemain Santos tidak luntur. Pelatih Cuca melakukan sejumlah penyesuaian taktik, termasuk memasukkan Rony dan Rollheiser untuk menambah daya gedor. Ketika kekalahan tampak di depan mata, harapan itu datang di menit ke-48 babak kedua. Berawal dari sepak pojok Rollheiser, bek Luan Peres berdiri bebas di kotak penalti dan menyundul bola dengan sempurna melewati kiper Ronaldo. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan menyelamatkan Santos dari kekalahan.
Komentar Cuca Usai Laga
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Cuca mengaku belum ingin menghakimi Neymar. Ia menegaskan akan berbicara dengan sang pemain setelah suasana lebih tenang. “Baru setengah jam pertandingan berakhir, kita masih dalam suasana panas. Kita harus berpikir dengan kepala dingin, menganalisis gambar, dan memahami mengapa hal itu terjadi sebelum berbicara dengan pemain,” ujarnya. Cuca menambahkan bahwa Neymar adalah pemain berpengalaman yang seharusnya memahami situasi, namun ia tidak ingin melempar kesalahan ke satu pihak saja.
Hasil ini membuat posisi kedua tim di klasemen tidak banyak berubah. Santos kini mengoleksi 46 poin dan berada di peringkat kedelapan, sementara Bahia satu tingkat di atasnya dengan 50 poin. Keduanya sama-sama kehilangan peluang penting untuk mendekat ke zona kualifikasi Libertadores. Tanpa Neymar dalam beberapa laga ke depan, Santos menghadapi ujian berat, termasuk laga klasik melawan Palmeiras di Vila Belmiro pada Rabu (28/10). Sementara itu, Bahia akan menjamu São Paulo di Arena Fonte Nova pada hari yang sama.
Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa sepak bola selalu menyajikan cerita yang tak terduga. Di satu sisi, Santos menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang patut diapresiasi; di sisi lain, disiplin dan pengendalian emosi tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang bintang. Bagi Santos, satu poin dari laga ini mungkin terasa seperti kemenangan kecil, tetapi kehilangan Neymar di momen krusial bisa menjadi harga yang mahal dalam perburuan tiket ke kompetisi antarbenua musim depan.
