Nomor 10 Argentina Tanpa Messi: Romero Sebut Julian Alvarez Paling Pantas, Sementara Messi Tutup Karier dengan Rekor Fantastis
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Era lionel messi di Timnas Argentina memang telah resmi berakhir. Sang kapten memutuskan pensiun dari tim nasional setelah bertahun-tahun menjadi ikon dan wajah sepak bola Argentina. Keputusan itu langsung memunculkan pertanyaan besar: siapa yang layak mewarisi nomor punggung 10 yang selama ini identik dengan lionel messi? Nomor tersebut kini resmi tidak bertuan, dan perdebatan soal penerusnya pun memanas di kalangan penggemar maupun pemain.
Jawaban menarik datang dari bek Timnas Argentina, Cristian Romero. Pemain Atletico Madrid itu menilai bahwa Julian Alvarez adalah sosok paling pantas mengenakan nomor 10 legendaris tersebut. Menurut Romero, Alvarez memiliki karakter yang sesuai dengan beban besar nomor itu, baik dari sisi kualitas maupun kepribadian.
“Menurut saya, yang pantas adalah Julian Alvarez. Dia sosok yang rendah hati, berorientasi pada keluarga, dan orang yang baik. Dia memiliki kualitas yang dibutuhkan di dalam tim,” ujar Romero.
Pernyataan itu tentu menjadi sorotan. Sebelumnya, sejumlah nama sempat digadang-gadang sebagai calon pemakai nomor 10 Argentina, termasuk gelandang muda berbakat Nico Paz. Namun Romero punya pandangan sendiri dan lebih memilih rekan setimnya di lini depan sebagai pewaris sah nomor milik lionel messi.
Jejak Nomor 10 yang Melegenda
Nomor punggung 10 Argentina memang memiliki sejarah panjang. lionel messi awalnya mengenakan nomor 19 sebelum akhirnya beralih ke nomor 10 pada tahun 2009. Sejak saat itu, nomor tersebut tidak pernah lepas dari punggungnya hingga ia memutuskan gantung sepatu di level tim nasional. Selama mengenakan nomor itu, Messi menorehkan berbagai prestasi, termasuk mengantar Argentina meraih gelar Piala Dunia.
Julian Alvarez sendiri selama ini lebih dikenal sebagai pemakai nomor punggung 9 di Timnas Argentina. Sepanjang kariernya, striker itu juga pernah mengenakan nomor 15, 20, dan 27. Jika benar ia yang mewarisi nomor 10, maka itu akan menjadi perubahan besar dalam karier internasionalnya.
Karier Messi Ditutup dengan Segudang Rekor
Keputusan lionel messi pensiun dari timnas bukan tanpa alasan. Ia mengaku kaki-kakinya sudah lelah setelah bertahun-tahun berkompetisi di level tertinggi. Meski demikian, laga perpisahan yang digelar berjalan penuh emosi dan menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Argentina.
Sepanjang kariernya bersama Timnas Argentina, Messi menutup perjalanan dengan segudang prestasi. Salah satu catatan paling mengesankan adalah dirinya menjadi pemain yang paling banyak menjebol gawang berbagai negara, dengan total lebih dari 40 negara yang berhasil ia taklukkan. Rekor ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Dampak dari laga perpisahan itu pun terasa hingga ke tim lawan. Timnas Benin, yang menjadi lawan dalam pertandingan tersebut, pulang dengan kekecewaan mendalam. Para pemain dan staf mereka tidak bisa bertukar jersey atau berfoto bersama sang idola, lionel messi, sehingga meninggalkan rasa kecewa yang mendalam.
Pengaruh Messi Melampaui Lapangan Hijau
Nama lionel messi rupanya tidak hanya harum di dunia sepak bola. Baru-baru ini, namanya kembali diabadikan sebagai inspirasi penamaan spesies baru, kali ini untuk sebuah tumbuhan yang ditemukan di Peru. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Messi hingga menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, persaingan abadi antara Messi dan Cristiano Ronaldo juga masih menjadi perbincangan hangat. Dalam ajang Ballon d’Or 2026, Ronaldo berhasil mengungguli Messi dalam kategori baru bernama Ballon d’Or of All Time (BOAT). Penghargaan ini diberikan berdasarkan pencapaian terbaik sepanjang masa dari para pemain yang telah meraih lebih dari satu Ballon d’Or.
Meski Messi merupakan pemain tersukses dalam sejarah Ballon d’Or dengan koleksi delapan trofi, kemenangan pertama Ronaldo pada tahun 2008 bersama Manchester United dinilai sebagai pencapaian paling ikonik oleh para penggemar. Penghargaan BOAT sendiri ditentukan melalui pemungutan suara penggemar yang berlangsung mulai 1 hingga 27 Oktober, dengan biaya satu euro per suara. Menariknya, meski Ronaldo keluar sebagai pemenang, tidak ada trofi fisik yang diberikan untuk kategori ini.
Messi Tetap Bersinar di Inter Miami
Meski telah pensiun dari timnas, lionel messi masih aktif bermain di level klub bersama Inter Miami. Dalam laga melawan Cincinnati di ajang MLS, Messi tampil sebagai starter dan berusaha keras membantu timnya. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah melalui drama panjang di babak kedua.
Inter Miami sempat unggul lebih dulu melalui gol indah Luis Suarez, namun kemudian harus tertinggal setelah Cincinnati membalikkan keadaan dalam waktu singkat. Beruntung, gol penyama kedudukan dari Riquelme Fillipi di menit-menit akhir menyelamatkan tim asuhan Kily Gonzalez dari kekalahan kedua beruntun. Messi sendiri mendapat kartu kuning dalam laga tersebut akibat pelanggaran yang ia lakukan.
Masa Depan Argentina Tanpa Sang Ikon
Pergantian generasi di Timnas Argentina kini menjadi keniscayaan. Dengan kepergian lionel messi, tim berjuluk Albiceleste itu harus menemukan identitas baru. Nama Julian Alvarez muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan sang legenda.
Namun, mewarisi nomor 10 bukan sekadar soal kualitas teknis, melainkan juga mentalitas dan karakter. Romero menilai Alvarez memiliki semua atribut tersebut. Jika kepercayaan itu benar-benar diberikan, maka Alvarez akan menanggung beban ekspektasi yang sangat besar dari publik Argentina yang telah dimanjakan oleh keajaiban Messi selama lebih dari satu dekade.
Terlepas dari siapa yang akhirnya mengenakan nomor 10, warisan lionel messi akan tetap hidup dalam sejarah sepak bola Argentina. Dari rekor mencetak gol ke lebih dari 40 negara hingga delapan trofi Ballon d’Or, Messi telah menorehkan standar yang mungkin sulit ditandingi oleh generasi mana pun. Kini, tugas berat menanti para penerusnya untuk menjaga warisan sang maestro tetap bersinar di pentas dunia.
