Nunung Kanker Payudara Kambuh Lagi, Siap Jalani Operasi
Inforiau – 06 November 2026 | Kabar Nunung kanker payudara kembali kambuh menjadi pukulan berat bagi dunia hiburan Tanah Air. Komedian senior yang bernama asli Tri Retno Prayudati itu mengungkapkan penyakit yang pernah diidapnya telah ditemukan lagi setelah hampir empat tahun ia menjalani perjuangan dan sempat dinyatakan bersih.
Nunung menceritakan, ia sempat menemukan benjolan di tubuhnya. Sebelum memastikan kondisi, ia memilih diam dan hanya memberi tahu orang terdekat. Ia baru membuka kabar ini setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, seperti mammografi, ultrasonografi (USG), dan PET scan. Hasilnya menunjukkan sel kanker ganas kembali muncul.
“Aku diam dulu, jangan cerita siapa-siapa karena belum ada pemeriksaan. Setelah mammografi, USG, PET scan, akhirnya ketemu lagi, ada lagi, ganas lagi,” ujar Nunung dalam program FYP Trans7.
Meski demikian, pelawak yang dikenal lewat grup Srimulat ini berusaha tegar. Ia mengaku tidak ingin terus menangis dan memilih ikhlas menerima takdir Allah. “Tangisku sudah habis kemarin-kemarin. Aku mau tersenyum, ikhlas, sabar, dan menerima semuanya. Aku pasrahkan lagi ke Allah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Nunung juga menegaskan bahwa kesedihan berkepanjangan tidak akan menyembuhkan penyakit. Karena itu, ia tetap menjalani ikhtiar medis. Menurut rencana, operasi akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Sebelumnya, ia juga masih rutin mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
Kabar ini tentu menjadi perhatian publik yang mengenal Nunung sebagai sosok komedian penuh canda. Dukungan dan doa mengalir agar proses pengobatan berjalan lancar. Bagi sang komedian, menghadapi penyakit ini bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga ketenangan hati dan keberanian untuk tetap menjalani hidup dengan senyum.
Dengan kondisi ini, ia dijadwalkan kembali menjalani perawatan dan operasi. Publik pun berharap komedian senior itu tetap kuat menjalani pengobatan. Kabar ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan rutin dan ikhtiar medis tetap penting, terutama bagi penyintas kanker yang pernah dinyatakan bersih.
Editor: Ahmad Syafwan
