OFI vs Leverkusen: Kisah Hofmann yang Tak Masuk Skuad, Kini Jadi Pahlawan Kemenangan di Kreta
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Laga ofi vs leverkusen dalam lanjutan fase liga UEFA Europa League di Stadion Pankritio, Heraklion, Kreta, menjadi panggung tak terduga bagi Jonas Hofmann. Gelandang veteran berusia 34 tahun itu awalnya bahkan tidak masuk dalam daftar skuad Bayer Leverkusen untuk kompetisi Eropa, namun ia justru tampil sebagai penentu kemenangan 2-0 atas OFI Kreta pada Kamis (22/10/2026) malam waktu setempat.
Kemenangan dalam duel ofi vs leverkusen ini membuat Die Werkself menjaga catatan sempurna di fase liga Europa League. Bayer kini mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dengan rekor gol 8-0, hasil dari kemenangan atas NK Celje (2-0), Lech Posen (4-0), dan terakhir OFI Kreta (2-0). Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif pasukan Carles Martínez menjadi enam kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Menariknya, kehadiran Hofmann di Kreta berawal dari situasi darurat. Martin Terrier mengalami cedera panjang, dan UEFA memberikan izin kepada Leverkusen untuk melakukan pendaftaran susulan pemain hingga matchday keenam. Hofmann pun diterbangkan bersama tim, lalu langsung dipercaya masuk starting eleven. Kepercayaan itu dibayar tuntas lewat dua gol dalam rentang hanya tiga menit.
“Saya tidak bisa berbuat lebih dari ini. Saya didaftarkan susulan, ikut terbang, dan menjalankan tugas saya,” ujar Hofmann kepada RTL usai pertandingan, dikutip dari laporan lapangan.
Jalannya pertandingan ofi vs leverkusen tidak sepenuhnya mudah bagi tim tamu. OFI Kreta, yang tampil sebagai juara Piala Yunani, memulai laga dengan agresif. Peluang pertama justru datang dari tuan rumah melalui Thiago Nuss pada menit ke-10, namun kiper Bayer, Janis Blaswich, sigap menepis bola. Blaswich tercatat harus bekerja ekstra sepanjang laga untuk mengamankan gawangnya.
Leverkusen baru menemukan ritme permainan setelah menit ke-20. Kiper OFI, Klidman Lilo, tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan penting. Ia menggagalkan peluang Hofmann, Patrik Schick, Ezequiel Fernandez, Aleix Garcia, hingga Malik Tillman. Namun pada menit ke-35, tembakan jarak jauh Afonso Moreira hanya bisa ditepis Lilo, dan bola jatuh tepat di kaki Hofmann yang dengan tenang menyarangkan bola ke tiang dekat.
Hanya berselang dua menit, Hofmann kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan first-time yang sempurna ke sudut kiri bawah gawang dari luar kotak penalti. Skor 2-0 untuk keunggulan Bayer bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Lilo terus menunjukkan performa gemilang. Ia menggagalkan upaya Hofmann untuk mencetak hattrick pada menit ke-50, serta menepis tembakan keras Aleix Garcia dan Miguel Gutierrez di menit-menit akhir. Sementara itu, Blaswich juga harus melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk saat tembakan Taxiarchis Fountas membentur pemain dan hampir masuk ke gawang.
Pelatih Carles Martínez melakukan rotasi pada menit ke-63 dengan menarik Schick, Hofmann, dan Facundo Medina, lalu memasukkan Nathan Tella, Ibrahim Maza, dan Miguel Gutiérrez. Keputusan itu tak mengubah skor. OFI Kreta gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di tiga matchday Europa League musim ini, sementara Bayer tanpa diperkuat eks-kapten Robert Andrich yang baru saja dikaruniai anak ketiga.
Statistik mencatat Leverkusen hanya kalah sekali dalam 17 pertandingan Europa League terakhir, sebuah indikasi kuat bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk melaju ke fase gugur. Sementara bagi OFI, kekalahan ini menjadi pukulan kedua beruntun setelah sebelumnya takluk dari Hoffenheim, meski setidaknya mereka telah melewati tiga laga berat melawan wakil liga top Eropa.
Duel ofi vs leverkusen juga menegaskan kualitas kedalaman skuad Bayer. Tanpa sejumlah pemain inti, tim tetap mampu tampil dominan di kandang lawan. Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum kembali berlaga di Bundesliga, di mana mereka baru saja menaklukkan SC Freiburg 2-1 dan menyamai perolehan poin sang pemuncak klasemen.
Bagi OFI Kreta, penampilan Lilo di bawah mistar menjadi satu-satunya hiburan. Kiper asal Albania itu layak mendapat apresiasi atas refleks luar biasanya, meski pada akhirnya harus menelan kekalahan. Sementara Hofmann dinobatkan sebagai Man of the Match berkat kontribusi dua golnya.
Secara keseluruhan, laga ofi vs leverkusen menyajikan narasi sepak bola yang nyaris seperti dongeng: seorang pemain yang nyaris tidak masuk skuad, lalu berubah menjadi pahlawan. Kemenangan ini tidak hanya menjaga asa Leverkusen di Europa League, tetapi juga membuktikan bahwa kesempatan yang datang secara mendadak bisa berbuah manis bagi mereka yang siap memanfaatkannya. Bayer Leverkusen terus melaju dengan percaya diri, sementara OFI Kreta harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang di kompetisi Eropa ini.
