Palmeiras Tekuk Vasco 1-0 di Semifinal Copa do Brasil, Wasit Daronco Jadi Sorotan Kontroversi
Inforiau – 02 November 2026 | Kemenangan Palmeiras atas Vasco da Gama dengan skor tipis 1-0 pada leg pertama semifinal Copa do Brasil di Nubank Parque, São Paulo, Minggu (1/11/2026), berubah menjadi drama penuh kontroversi. Gol tunggal Maurício pada menit ke-24, hasil kerja sama Jhon Arias dan umpan Marlon Freitas, membawa Palmeiras selangkah lebih dekat ke final, namun keputusan wasit Anderson Daronco menjadi pusat perdebatan panas yang membelah opini publik sepak bola Brasil.
Palmeiras tampil mendominasi sejak awal laga. Selama 30 menit pertama, skuad asuhan Abel Ferreira menekan habis-habisan pertahanan Vasco. Selain gol Maurício, sejumlah peluang emas tercipta melalui Flaco López yang berhadapan langsung dengan kiper, Giay di dalam kotak penalti, serta sundulan Arias yang nyaris masuk sebelum disapu Paulo Henrique tepat di garis gawang. Dominasi itu nyatanya tidak berbuah tambahan gol, sebuah hal yang disesalkan sang pelatih.
“Saya pikir ini pertandingan yang kami kuasai dan kami tidak berhasil mengubah dominasi itu menjadi lebih banyak gol,” ujar Abel Ferreira dalam konferensi pers usai laga. Ia menegaskan bahwa Palmeiras seharusnya bisa membangun keunggulan yang lebih besar sebelum melakoni leg kedua di markas lawan.
Kontroversi Handball yang Memantik Kemarahan Vasco
Drama sesungguhnya terjadi di awal babak kedua. Berawal dari bola panjang, Alan Lescano berupaya mengontrol bola di dalam kotak penalti Palmeiras. Alexander Barboza melompat di depannya dan bola mengenai tangan pemain bertahan Palmeiras tersebut, meski ia dalam posisi membelakangi. Vasco berteriak keras menuntut penalti, tetapi setelah berkonsultasi dengan VAR, Daronco memilih tidak menunjuk titik putih. Keputusan ini memicu diskusi intens di lapangan dan berlanjut setelah peluit akhir.
Presiden Vasco, Pedrinho, tertangkap kamera televisi berdebat panjang dengan Daronco, yang kemudian memberikan versi dan interpretasinya sendiri atas insiden tersebut. Meski keduanya berpisah dengan jabat tangan, badai protes tak mereda. Direktur olahraga Vasco, Admar Lopes, meluapkan kemarahannya di ruang pers dan menyebut performa wasit sebagai hal yang memalukan.
“Saya datang ke sini untuk mengomentari penampilan memalukan Pak Daronco. Sejak awal pertandingan, ia sudah menunjukkan arahnya. Ada momen Facundo Colidio yang sangat berbahaya, sebuah peluang gol, dan ia tidak memberikan kartu kuning,” tegas Admar Lopes. Ia juga menyoroti kartu kuning pertama untuk Alan Saldivia yang dinilainya terjadi pada situasi tanpa bahaya, serta meminta CBF berhati-hati dalam menunjuk wasit untuk laga sebesar semifinal.
Di sisi lain, pelatih Vasco, Pedro Emanuel, memilih sikap lebih bijak. Ia menyebut kekacauan itu sebagai bentuk inexperiensia, mengingat banyak pemainnya masih berusia 23 atau 24 tahun dan belum terbiasa menghadapi tekanan sebesar ini.
Felipe Melo Angkat Bicara, Abel Ferreira Bersikukuh
Legenda Palmeiras yang kini menjadi komentator, Felipe Melo, memberikan penilaian jujur dan mengejutkan. Meski mengaku mencintai Palmeiras, ia menilai Daronco seharusnya menunjuk penalti untuk Vasco. “Dalam pandangan saya, itu penalti. Penalti jelas untuk Vasco. Daronco perlu dikritik. Satu hal adalah gairah, hal lain adalah menganalisis sepak bola dengan adil,” ujarnya. Namun, ia tetap menegaskan bahwa kemenangan Palmeiras pantas didapat berkat dominasi penuh di babak pertama.
Abel Ferreira sendiri menolak anggapan bahwa Palmeiras diuntungkan wasit. Ia justru menyoroti insiden lain, termasuk pelanggaran terhadap Lucas Evangelista yang menerima siku di wajah. “Saya tidak perlu berkomentar soal itu. Saya bisa ditanya soal Lucas, yang kena lengan di wajahnya. Saya serahkan kepada kalian untuk membuat konten, karena kalian butuh klik,” sindirnya.
Pelatih asal Portugal itu juga meluapkan refleksi panjang tentang tekanan yang ia hadapi selama enam hingga tujuh tahun di Brasil. Menurutnya, tidak ada pelatih dalam sejarah sepak bola Brasil yang menanggung begitu banyak akibat protes seperti dirinya, dan ia mengaku hanya merugikan diri sendiri demi membela Palmeiras.
Palmeiras di Ambang Final, River Menanti di Messi Cup
Dengan hasil ini, Palmeiras hanya butuh hasil imbang di São Januário pada leg kedua, Minggu (8/11/2026), untuk memastikan tiket ke final Copa do Brasil. Vasco wajib menang minimal dua gol, atau satu gol untuk memaksa adu penalti. Di pentas lain, Palmeiras juga menorehkan prestasi dengan menaklukkan River Plate 1-0 di final Messi Cup 2026 di Miami melalui sundulan Miguel Alves pada menit kesembilan, sekaligus menggagalkan ambisi River mempertahankan gelar, termasuk di kategori Sub-16.
Kontroversi Daronco menambah lapisan tensi jelang leg kedua yang dipastikan berlangsung panas. Bagi Palmeiras, fokus kini tertuju pada penyelesaian misi menuju final, sementara Vasco harus bangkit dari kekecewaan dan membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di level tertinggi. Apa pun hasilnya, laga di São Januário akan menjadi ujian mental bagi kedua tim maupun bagi kredibilitas pengadilan wasit di kompetisi bergengsi ini.
