Penerbangan Antariksa Bergeliat: NASA Uji X-70 Fractal dan Targetkan Artemis IV 2028
Inforiau – 07 November 2026 | Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menggerakkan peta penerbangan antariksa global. Dalam tempo berdekatan, NASA memperkenalkan pesawat eksperimental X-70 Fractal, menargetkan pendaratan manusia di Bulan melalui Artemis IV pada 2028, dan memperkuat riset kedirgantaraan bersama mitra internasional. Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menyoroti pentingnya elektronika antariksa, penginderaan jauh, serta keselamatan orbit. Dinamika ini menunjukkan badan penerbangan dan antariksa tidak hanya berlomba menjelajah, tetapi juga membangun ekosistem riset yang aman dan berkelanjutan.

X-70 Fractal diperkenalkan di Kennedy Space Center, Florida. Pesawat berawak ini memiliki sistem kontrol penerbangan yang dapat dikonfigurasi ulang dengan cepat, mampu membawa muatan riset hingga 907 kilogram di bagian internal maupun eksternal. Administrator NASA Jared Isaacman menyebut X-70 Fractal sebagai platform berkinerja tinggi untuk menguji kontrol penerbangan canggih dan kemampuan manuver dalam kondisi nyata.
Pada jalur eksplorasi Bulan, NASA menargetkan Artemis IV pada 2028. SpaceX dan Blue Origin mengerjakan modul pendarat secara paralel. Isaacman menegaskan bahwa kendaraan penjelajah dan elemen awal kehadiran permanen manusia di Bulan disiapkan sebelum astronaut tiba. Kesiapan sistem penerbangan dan perangkat pendukung menjadi perhatian utama agar pendaratan berlangsung aman dan sesuai jadwal.
Dari sisi riset, BRIN melalui Pusat Riset Teknologi Satelit bersama UGM dan IEEE menggelar ICARES 2026 di Yogyakarta pada 4–5 November 2026. Forum hybrid bertema “Advancing Space Awareness and Remote Sensing for a Connected, Resilient, and Intelligent Future” ini memasuki penyelenggaraan kesepuluh. Ketua ICARES 2026, Dewi Anggraeni, menekankan pentingnya sains, teknologi aerospace, dan penginderaan jauh untuk operasi satelit yang aman serta pengelolaan sumber daya dan risiko iklim. Prosiding terindeks Scopus dan IEEE Xplore.
Isu keselamatan orbit mencuat saat benda bercahaya melintasi langit Lampung pada Sabtu malam, 4 April 2026. BRIN mengonfirmasi objek itu bagian roket Long March-3B milik China. Peneliti ahli utama BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan objek turun di bawah 120 km sekitar pukul 19.56 WIB, masuk atmosfer padat, terbakar, dan pecah. Fenomena yang terlihat dari Lampung dan Banten itu menjadi pengingat bahwa sampah antariksa terus bertambah.
Bagi badan penerbangan dan antariksa di berbagai negara, tantangan kini bukan hanya meluncurkan teknologi baru, tetapi juga menjaga orbit tetap lestari. Inovasi X-70 Fractal dan Artemis IV perlu berjalan seiring penguatan riset, regulasi, dan kesadaran akan risiko sampah antariksa. Dengan begitu, eksplorasi dapat memberi manfaat tanpa meninggalkan beban bagi generasi berikutnya.
Editor: Ahmad Syafwan
