Persijap Jepara di Ambang Sejarah Buruk: Bisakah Laskar Kalinyamat Bangkit Melawan Java United?
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Persijap Jepara tengah berada di titik terendah dalam perjalanannya di BRI Super League 2026/2027. Menempati posisi juru kunci tanpa satu pun poin dari enam pertandingan, Laskar Kalinyamat menghadapi ujian berat saat menjamu Java United FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (24/10/2026) pukul 19.00 WIB. Laga pekan ketujuh ini menjadi momentum krusial bagi Persijap untuk mengakhiri rentetan hasil negatif yang telah mencoreng nama besar klub.
Rekor buruk yang menghantui tuan rumah terbilang mengerikan. Dari enam laga, Persijap selalu menelan kekalahan, dengan produktivitas terendah hanya mencetak dua gol dan kemasukan 14 gol—jumlah tertinggi di antara semua kontestan, setara dengan Arema FC. Terakhir, skuad asuhan Juan Cortes ditekuk 0-2 di markas Dewa United, memperpanjang derita menjadi enam kekalahan beruntun.
Kondisi ruang ganti Persijap pun tidak baik-baik saja. Pelatih Juan Cortes mengungkapkan bahwa empat pemain masih dalam pemulihan cedera: Jose Luis Tiri (pembengkakan otot paha kanan), Tegar Infantrie (cedera saat latihan), Rahmatsho Rakhmatzoda (cedera otot paha, istirahat 2-4 minggu), dan Raihan Apriansyah (pemulihan). Meski demikian, Cortes tetap optimistis.
“Yang masih sakit ada empat orang, ada Tiri, Rahmatsho, Tegar dan Rehan. Mereka masih dalam pemulihan pascacedera, tapi siapapun pemain tidak menjadi masalah,” kata Cortes dalam keterangan rilis kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026). “Kita tahu akan menghadapi Java United tim yang kuat, tapi kami sebagai tim yang akan berusaha meraih poin di kandang,” tegasnya.
Pemain Persijap, Rahmat Hidayat, berharap skuad utama tampil lebih baik. “Kita rasa kurang penyelesaian akhir saja, karena kemarin kita bisa bertahan secara bagus tapi hasil memang demikian,” ujarnya.
Sementara itu, kubu tamu Java United FC tidak ingin menganggap remeh catatan buruk lawan. Pelatih Fabio Lefundes menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap motivasi Persijap yang sedang berjuang keluar dari tekanan.
“Setelah hasil imbang melawan Isenmulang Kalteng FC, saya menekan pemain untuk terus berkembang dan tampil lebih baik di setiap pertandingan,” ungkap Lefundes dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2026) malam. “Persiapan berjalan bagus. Kami perlu meningkatkan performa karena laga besok akan berjalan sulit. Persijap pasti berusaha keluar dari momentum yang kurang baik dan kami perlu mewaspadai itu,” tambahnya.
Java United membawa misi mematahkan rekor buruk saat main tandang. Secara head to head, Java United—yang sebelumnya bernama Malut United—selalu menang dalam dua pertemuan terakhir melawan Persijap. Kini, dengan status baru sebagai Java United, mereka berambisi melanjutkan dominasi tersebut.
Bagi Persijap, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Kekalahan akan semakin memperbesar ancaman degradasi dan memperpanjang sejarah buruk tanpa poin. Dukungan penuh dari suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini diharapkan menjadi energi tambahan bagi Laskar Kalinyamat untuk bangkit.
Secara taktik, Juan Cortes kemungkinan akan mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat. Namun, absennya empat pemain kunci membuat lini depan Persijap harus mencari solusi. Di sisi lain, Java United yang sedang dalam performa positif akan berusaha menguasai bola dan menekan sejak awal.
Pertanyaan besar: mampukah Persijap mengakhiri mimpi buruk dan meraih poin pertama? Ataukah Java United kembali menambah luka? Semua akan terjawab di lapangan hijau malam nanti.
Editor: Sukri Mustakim
