Pohang Steelers Berpisah dengan Park Tae-ha, Kim Seong-jae Ambil Alih sebagai Pelatih Interim
Inforiau – 01 November 2026 | Klub Pohang Steelers resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Park Tae-ha setelah dua tahun 10 bulan menangani tim. Keputusan yang diambil melalui kesepakatan bersama ini diumumkan pada Jumat, 30 Oktober, sehari sebelum laga melawan Jeju SK di Pohang Steel Yard. Posisi Park akan digantikan oleh asistennya, Kim Seong-jae, yang ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir tahun.
Keputusan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Pohang Steelers, mengingat Park Tae-ha bukan sekadar pelatih biasa. Pria berusia 58 tahun itu adalah legenda klub yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Pohang antara 1991 hingga 2001. Ia mencatat 261 penampilan liga dengan 46 gol, tiga musim sebagai kapten, serta turut mengantar klub meraih gelar liga 1992, Piala FA 1996, dan dua gelar Kejuaraan Klub Asia. Ketika ditunjuk sebagai pelatih kepala ke-13 pada Desember 2023, ia menjadi sosok pertama berstatus pemain satu klub yang memimpin tim ini.
Prestasi Awal yang Menjanjikan
Pada musim pertamanya, Park langsung menunjukkan kualitasnya. Ia membawa Pohang Steelers menjuarai Hana Bank Korea Cup dan dinobatkan sebagai manajer terbaik bulan Maret. Tim sempat memimpin klasemen sepanjang musim semi sebelum akhirnya mencatat rekor enam kekalahan beruntun pada musim panas dan finis di posisi keenam.
Musim 2025 menjadi titik terang ketika Pohang finis di peringkat keempat K League 1 dan kembali mengamankan tiket ke kompetisi AFC untuk tahun kedua berturut-turut. Namun, performa apik itu tidak berlanjut ke musim berikutnya.
Rentetan Hasil Buruk Jadi Pemicu
Musim ini, Pohang Steelers mengalami penurunan tajam. Tim mencatat lima kekalahan beruntun dan hanya mampu meraih satu kemenangan, empat imbang, serta lima kekalahan dalam 10 laga terakhir. Yang paling menyakitkan, klub gagal menembus Final A untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, sebuah fase yang memisahkan enam tim teratas setelah 33 putaran.
Kekecewaan suporter memuncak. Kelompok pendukung Pohang, Marins, bahkan mendeklarasikan boikot dukungan menjelang laga putaran ke-33 melawan Ulsan HD pada 24 Oktober. Manajemen menilai perubahan menjadi keniscayaan untuk menyegarkan atmosfer tim dan meraih kebangkitan.
Bukan Sekadar Persoalan Bangku Pelatih
Menariknya, pernyataan resmi klub tidak hanya menyoroti performa di lapangan. Manajemen menyebut pergantian pelatih ini sebagai momentum untuk meninjau kembali operasional klub secara menyeluruh dan lebih gencar melakukan inovasi manajemen guna meningkatkan prestasi serta memperkuat fondasi pertumbuhan masa depan. Bahasa yang digunakan menunjukkan bahwa persoalan Pohang Steelers tidak berhenti pada sosok pelatih semata.
Konstruksi skuad yang diwarisi Park juga terbilang rumit. Pendahulunya, Kim Gi-dong, baru saja memenangkan Piala FA 2023 dan finis kedua sebelum hengkang ke FC Seoul pada Desember 2023, sementara sejumlah pemain kunci turut meninggalkan klub pada musim dingin itu. Kim Gi-dong sendiri baru saja mengantar Seoul meraih gelar K League 1 pertamanya dalam satu dekade, menambah ironi bagi perjalanan Pohang.
Ujian Berat bagi Kim Seong-jae
Kim Seong-jae kini mengemban tugas berat menstabilkan skuad dan menuntaskan sisa musim dengan penuh tanggung jawab. Laga perdananya melawan Jeju SK menjadi ujian langsung. Jeju saat ini berada di peringkat ketujuh dengan 46 poin, unggul empat poin atas Pohang Steelers yang berada di posisi kesembilan dengan 42 poin. Jeju juga memiliki keunggulan head-to-head musim ini dengan dua kemenangan dari tiga pertemuan.
Di bawah pelatih Sergio Costa, Jeju berambisi mempertahankan posisi ketujuh sekaligus memberi kesempatan kepada para pemain muda, sejalan dengan filosofi Costa yang sangat menghargai potensi generasi muda. Sementara itu, seluruh perhatian tertuju pada apakah Pohang Steelers mampu menemukan titik balik di bawah arahan sang pelatih interim.
Perjalanan Park Tae-ha di Pohang berakhir dengan catatan manis sekaligus pahit: sebuah trofi Korea Cup dan dua tahun berturut-turut tampil di kompetisi Asia, namun harus ditutup oleh rentetan hasil buruk. Kini, tugas berat menanti Kim Seong-jae dan manajemen klub untuk membuktikan bahwa perubahan ini benar-benar menjadi awal kebangkitan, bukan sekadar pergantian nama di bangku pelatih. Bagi para pendukung setia, lima laga tersisa di Final B akan menjadi barometer apakah Pohang Steelers mampu kembali berdiri tegak dan merancang masa depan yang lebih gemilang.
