Pramono Bikin Haru: Pencari Kerja Bakal Naik Transportasi Umum Gratis Mulai 2027, Ini Alasannya
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali membuat gebrakan yang menyentuh hati warganya. Dalam pembukaan Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026), Pramono mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2027, para pencari kerja akan digratiskan menggunakan seluruh transportasi umum yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini menjadi perluasan kelompok penerima layanan gratis dari sebelumnya 15 golongan menjadi 21 golongan.
“Mulai per 1 Januari ada dari 15 menjadi 21 golongan yang dibebaskan naik angkutan publik di Jakarta, termasuk di dalamnya adalah pencari kerja di Jakarta,” ujar Pramono di hadapan para pencari kerja yang memadati lokasi acara.
Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Pramono memahami betul bahwa biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan oleh mereka yang sedang berburu pekerjaan. Ia bahkan menyebut pengalaman naik turun transportasi umum saat melamar kerja sebagai momen yang paling membekas.
“Karena saya membayangkan pasti di ruangan ini banyak yang mengalami ketika sedang mencari pekerjaan, naik turun transportasi umum itu adalah pekerjaan yang paling memorable, diingat,” kata Pramono.
Kartu Layanan Gratis untuk Transjakarta, MRT, dan LRT
Untuk menikmati fasilitas ini, pencari kerja akan memperoleh Kartu Layanan Gratis (KLG) yang dapat digunakan pada moda transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, yakni Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Namun, Pramono menegaskan bahwa fasilitas ini diprioritaskan bagi warga yang benar-benar menganggur dan belum pernah bekerja, bukan bagi mereka yang sekadar ingin berpindah pekerjaan.
“Nanti, bagi golongan itu atau kelompok itu, akan kita berikan kartu untuk mencari kerja. Kalau sudah mendapatkan pekerjaan, kemudian mau pindah kerja, ya, kita tidak berikan. Tetapi kepada pencari kerja yang belum pernah bekerja, itulah yang kemudian mendapatkan prioritas utama,” jelasnya.
Meski tanggal pemberlakuan telah dipastikan, Pramono mengakui bahwa persyaratan teknis dan mekanisme pemberian kartu masih dalam proses penyusunan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta.
Jakarta Terbuka bagi Semua, Tanpa Pandang KTP
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan bahwa Jakarta terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari pekerjaan, termasuk masyarakat dari luar daerah. Pemprov DKI Jakarta tidak membatasi kesempatan kerja berdasarkan kepemilikan KTP Jakarta.
“Jakarta selalu membuka diri bagi siapa pun untuk mencari kerja. Kami tidak pernah melihat, membatasi, apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta. Karena bagaimanapun, Jakarta terbuka bagi siapa saja, dan kami berharap bahwa kesempatan itu bisa dimanfaatkan se maksimal mungkin bagi saudara-saudara sekalian,” tutur Pramono.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar para pencari kerja turut menjaga Jakarta yang kini telah menjadi simbol kota global dunia dan menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota terbaik di dunia. Jakarta juga disebut menempati peringkat ke-15 sebagai kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia.
“Kalau melihat fasilitas publik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini menjadi semakin baik, semakin rapi, tetapi tidak ada artinya kalau tidak dirawat bersama-sama,” ungkap Pramono.
Pelatihan Bahasa Asing Gratis untuk Kerja di Luar Negeri
Bagi warga yang ingin mengadu nasib di luar negeri, Pramono menyiapkan pelatihan bahasa asing gratis yang didukung fasilitas Mobile Training Unit (MTU) milik Pemprov DKI Jakarta. Pelatihan ini menyasar negara tujuan seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Jerman.
“Problem utamanya adalah bahasa, maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa gratis kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri,” ucap Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dan kota dunia, termasuk Singapura, Jepang, negara-negara Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong, untuk membuka peluang penempatan tenaga kerja.
Target Pengangguran Turun ke 3,5 Persen
Melalui Karir Jakarta dan TKM Expo 2026, Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan pekerjaan dari lebih dari 100 perusahaan. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin, jumlah pendaftar telah menembus 28 ribu orang.
| Indikator | Data |
|---|---|
| Tingkat Pengangguran Terbuka (akhir 2024) | 6,21 persen |
| Tingkat Pengangguran Terbuka (Mei 2026) | 5,79 persen |
| Target TPT | 3,5 persen |
| Lowongan tersedia | 12.000 lowongan |
| Pendaftar | Lebih dari 28.000 orang |
Pramono menargetkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun dari 5,79 persen menjadi 3,5 persen. Penurunan tersebut terus diupayakan melalui penguatan layanan ketenagakerjaan digital, pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan bursa kerja, serta pengembangan wirausaha mandiri.
Kemiskinan Jakarta Cetak Sejarah Baru
Kabar menggembirakan juga datang dari sisi kesejahteraan. Pramono menyebut persentase penduduk miskin di DKI Jakarta untuk pertama kalinya berhasil menembus angka di bawah 4 persen, yakni berada di level 3,96 persen per Maret 2026.
“Alhamdulillah di bulan Maret kemarin baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen,” ujar Pramono dalam Konferensi Pers Realisasi APBD DKI Jakarta Triwulan III 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Deretan kebijakan yang digulirkan Pramono ini memperlihatkan arah pembangunan Jakarta yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warganya. Mulai dari transportasi gratis bagi pencari kerja, pelatihan bahasa asing, hingga penurunan angka kemiskinan, semuanya dirangkai dalam satu visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Dengan berbagai terobosan tersebut, publik kini menantikan realisasi teknis kebijakan transportasi gratis pada 1 Januari 2027 mendatang. Jika berjalan sesuai rencana, langkah Pramono berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung angkatan kerja tanpa menambah beban biaya di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Penulis: Dini Suciatiningrum
Editor: Abuzar Samad
